BerandaHits
Jumat, 11 Jan 2024 19:07

Mengapa Afrika Selatan yang Menggugat Israel di Mahkamah Internasional, Bukan Indonesia?

Sidang gugatan Afrika Selatan yang menuding Israel melakukan genosida di Gaza digelar di Mahkamah Internasional. (Getty Images/Anadolu Agency - Abdullah Asiran)

Sidang perdana Mahkamah Internasional atas gugatan Afrika Selatan yang menuding Israel melakukan genosida di Gaza, Palestina, digelar pada hari ini, Kamis (11/1/2024), di Den Haag, Belanda. Yang menarik, penggugat Israel adalah Afrika Selatan, bukan negara yang kerap mengecam seperti Indonesia.

Inibaru.id – Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) pada hari ini, Kamis (11/1/2024) dan Jumat (12/1) menggelar sidang perdana gugatan resmi Afrika selatan yang menuding Israel telah melakukan genosida di Gaza.

Meski banyak negara mengungkap kecamannya atas agresi militer Israel di wilayah Palestina tersebut dalam beberapa bulan belakangan, nyatanya bisa dikatakan baru kali ini ada gugatan resmi yang diajukan sebuah negara yang tujuannya adalah untuk menghukum Israel.

Tapi, pertanyaan berikutnya muncul. Mengapa yang mengajukannya adalah Afrika Selatan, bukannya negara-negara yang dikenal selalu bersuara keras-keras membela Palestina seperti Indonesia? Usut punya usut, hal ini disebabkan oleh status Indonesia yang nggak masuk dalam Negara Pihak dalam Konvensi Genosida Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Asal kamu tahu saja, Negara Pihak bermakna negara-negara yang sudah menyetujui perjanjian internasional yang berkekuatan hukum mengikat, Millens. Nah, Afrika Selatan ternyata sudah berstatus negara tersebut.

O ya, Konvensi Genosida sebenarnya disahkan PBB sejak 4 Desember 1948, tapi baru benar-benar efektif pada 12 Januari 1951. Jumlah negara yang masuk dalam Negara Pihak adalah 153 negara.

Kok Indonesia nggak masuk? Hal ini disebabkan oleh sejarah panjang kekerasan politik dan HAM yang terjadi di Tanah Air. Pemerintah tentu akan berpikir ulang untuk meratifikasi konvensi tersebut karena bisa jadi Indonesia malah kena hukuman akibat kasus-kasus di masa lalu.

Beda dengan Afrika Selatan, Indonesia nggak bisa mengajukan gugatan yang sama. (Theafricareport/ICJ)

Balik lagi ke gugatan Afrika Selatan ke Israel. Gugatan ini sudah diajukan ke ICJ yang berlokasi di Den Haag, Belanda pada 29 Desember 2023 lalu. Nggak main-main, dalam gugatan setebal 83 halaman tersebut, Afrika Selatan menuding Israel memang berniat untuk menghancurkan dan menghapus orang Palestina di Gaza. Sejumlah pakar bahkan menyebut gugatan tersebut disusun dengan sangat cermat.

“Berkas gugatan Afrika Selatan ini dilengkapi dengan respons dari semua argumen yang bisa jadi akan dikeluarkan Israel atau mengantisipasi jika Mahkamah Internasional berkilah nggak punya kewenangan,” ungkap pakar hukum Juliette McIntyre dari South Australia University sebagaimana dilansir dari BBC, Kamis (11/1).

Meski Indonesia nggak bisa mengajukan gugatan sebagaimana yang dilakukan Afrika Selatan, setidaknya kita sudah mengambil sikap untuk memberikan dukungan penuh.

“Secara hukum Indonesia memang nggak bisa menggugat. Tapi, secara moral dan politis, Indonesia mendukung sepenuhnya upaya hukum yang diajukan Afrika Selatan untuk menghukum Israel yang melakukan genosida di Gaza,” jelas juru bicara Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal.

Lebih dari itu, pada 19 Februari 2024 nanti, Menlu Retno Marsudi juga sudah dijadwalkan akan mengungkap pendapat lisannya di hadapan Mahkamah Internasional. Hal ini sesuai dengan permintaan Majelis Umum PBB terkait dengan agresi militer yang dilakukan Israel tersebut.

Kalau menurutmu, apakah mungkin gugatan Afrika Selatan bakal dikabulkan oleh Mahkamah Internasional, Millens? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: