BerandaHits
Sabtu, 9 Jan 2026 16:54

KPK Resmi Tetapkan Eks Menag Yaqut sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji 2023–2024. (Istimewa)

Bikin ribuan jemaah gagal berangkat dan akibatkan potensi kerugian negara mencapai satu triliun rupiah, KPK menetapkan eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dugaan korupsi kuota haji hari ini, Jumat (9/1/2026).

Inibaru.id - KPK resmi menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji 2023–2024. Penetapan itu diumumkan langsung oleh pimpinan KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan langkah lembaga antirasuah tersebut kepada awak media.

“Benar, sudah ada penetapan tersangka dalam penyidikan perkara kuota haji,” ujar Fitroh pada konferensi pers pada Jumat (9/1/2026) siang.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menambahkan bahwa lembaga sudah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) pada awal Januari 2026 sebagai dasar hukum penetapan status tersangka terhadap Yaqut.

“Sudah ada penetapan tersangka dalam penyidikan perkara kuota haji,” kata Budi saat dihubungi Detik, Jumat (9/1).

Penyelidikan sejak Agustus

Penetapan tersebut merupakan puncak dari penyelidikan yang dimulai KPK sejak 9 Agustus 2025, saat KPK resmi membuka penyidikan dugaan korupsi kuota haji. Dalam penyidikan awal, KPK juga telah bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung potensi kerugian negara.

Hasil perhitungan awal yang diumumkan pada Agustus 2025 menyebutkan bahwa kerugian negara dari dugaan korupsi kuota haji mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka hari ini, eks Menag Yaqut bersama dua orang lain telah dilarang bepergian ke luar negeri sejak awal Januari. (Sinpo/Ashar)

Dalam tahap awal itu, KPK juga telah mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri, termasuk Yaqut, mantan staf khusus, dan pemilik biro perjalanan haji yang diduga ikut terkait.

Dalam beberapa kali pemeriksaan lanjutan sepanjang 2025, penyidik KPK mendalami berbagai aspek, termasuk aliran dana dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau biro perjalanan haji kepada oknum di Kementerian Agama yang diduga terkait kasus tersebut.

“Penyidik juga mendalami aliran-aliran uang dari para PIHK atau biro travel haji ini kepada oknum-oknum di Kementerian Agama,” ujar Budi Prasetyo dalam pengembangan penyidikan pada Desember 2025.

Tambahan Kuota dari Saudi

Sebelum penetapan tersangka, Yaqut beberapa kali diperiksa KPK dalam kapasitas sebagai saksi. Dia juga sempat menyatakan akan bersikap kooperatif dalam proses hukum.

Perlu diketahui, kasus dugaan korupsi kuota haji ini dikaitkan dengan kebijakan pembagian tambahan kuota 20.000 jemaah haji pada 2024. Kuota tambahan diperoleh Indonesia setelah pemerintah melakukan upaya diplomasi ke pemerintah Saudi. Saat itu Yaqut menjabat sebagai Menag.

Tambahan kuota haji yang sejatinya bakal digunakan untuk memangkas antrean haji yang mencapai 20-an tahun itu justru dibagi sama rata untuk haji reguler dan haji khusus. Padahal, UU Penyelenggaraan Haji mengatur porsi kuota haji khusus maksimal sebesar 8 persen dari total kuota nasional.

Sebelum penambahan, kuota haji 2024 sebesar 221.000; seharusnya meningkat menjadi 241.000. Namun, pada pemberangkatan 2024, Indonesia menetapkan kuota 213.320 untuk haji reguler dan 27.680 untuk haji khusus.

KPK menilai, kebijakan ini membuat sekitar 8.400 jemaah haji reguler gagal berangkat pada tahun itu serta dugaan kerugian negara yang mencapai Rp 1 triliun. Hingga saat ini, mereka telah menyita sejumlah aset seperti rumah, kendaraan, dan uang asing yang diyakini berhubungan dengan kasus tersebut.

Setelah saga panjang sejak Agustus tahun lalu, KPK yang sempat dituduh ragu-ragu akhirnya menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Semoga berhasil diusut tuntas hingga akar-akarnya ya, Gez! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: