BerandaHits
Jumat, 8 Jul 2021 15:23

Komersialisasi di Balik Konservasi Satwa Karismatik, Baik atau Buruk?

Keseruan WTID Talk #5 dengan tajuk Perempuan dan Pariwisata: Komersialisasi di Balik Konservasi Satwa Karismatik. (Istimewa)

Women in Tourism Indonesia kembali mengadakan WTIDTalk #5. Kali ini, para perempuan ini menyoal 'Perempuan dan Pariwisata: Komersialisasi di Balik Konservasi Satwa Karismatik'. Seperti apa ya keseruan acara ini?

Inibaru.id – Nggak sedikit organisasi atau orang yang tampak memerhatikan komodo, orang utan, dan berbagai satwa karismatik di Indonesia lantaran binatang-binatang tersebut begitu populer serta menarik perhatian. Mereka melakukan konservasi. Namun, alih-alih murni melakukan usaha pelestarian, sebagian dari mereka justru melakukan komersialisasi kegiatan ini.

Isu inilah yang kemudian diangkat Women in Tourism Indonesia (WTID) dalam sebuah webinar bertajuk “Perempuan dan Pariwisata: Komersialisasi di Balik Konservasi Satwa Karismatik” Seminar yang digelar via Zoom dan Youtube ini merupakan seri ke-5 dari WTIDTalk.

Dihadiri sekitar 100-an peserta, WTID Talk #5 digelar pada Sabtu (3/7/2021) pukul 09.00 sampai 11.30 WIB dengan menampilkan tiga narasumber dan seorang penanggap.

Ketiga narasumber itu adalah Miss Scuba International 2018 Nadhina Suryadi, Community Project Manager Wicked Diving cum Tourism Waste Management Enthusiast Marta Muslin Tulis, dan Biodiversity Specialist Rondang Siregar.

Acara yang dipandu Meira sebagai MC ini pun dimoderatori oleh Anindwitya R Monica. Sementara, tempil sebagai penanggap dalam webinar rutin ini adalah Lita Hutapea.

Menanggapi isu komersialisasi satwa karismatik, Madhina Suryadi yang mengaku telah tertarik dengan dunia bawah laut dan konservasi sejak kuliah ini menampiknya. Kecintaanlah yang membawanya turut serta dalam Komunitas Cinta Laut Indonesia dan Miss Scuba.

Nah, dari situlah dia mulai sering menjadi host di acara-acara pariwisata dan bertemu dengan bayak orang yang berpengalaman di dunia kelautan.

Menjadi bagian dari Komunitas Cinta Laut Indonesia, salah satu kegiatan yang digarisbawahinya adalah keberadaan Bank Sampah di Kepulauan Seribu. Bank Sampah ini mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar.

Dia pun berpesan kepada para perempuan untuk nggak takut memulai hal-hal positif. Meski hal-hal kecil atau ikut komunitas kecil, lambat laun hal ini akan membimbing kita untuk melakukan hal-hal yang besar.

Pembicara membagi pengalamannya tentang peran perempuan di dunia wisata Indonesia. (Istimewa)

Sementara itu, Marta Muslin Tulis dari Wicked Diving mengaku mulai aktif di NGO lingkungan karena memang tertarik dengan dunia konservasi lingkungan. Dia bercerita banyak tentang Wicked Diving yang bisa meningkatkan aspek ekonomi dari pariwisata.

Beberapa hal yang dilakukan Wicked Diving antara lain pembuatan homestay, wisata dan edukasi penyu, serta pemberian edukasi terhadap masyarakat terkait dengan konservasi penyu.

Di sisi lain, Rondang Siregar yang merupakan Biodiversity Specialist mengaku sudah tertarik dengan dunia satwa sebelum aktif di konservasi orang utan. Dia menceritakan suka duka saat aktif di dunia konservasi orang utan.

Lita Hutapea pun memberikan tanggapannya terkait dengan materi yang dibagikan para pembicara. Lita mendorong siapa saja untuk nggak khawatir untuk berkontribusi di bidang-bidang konservasi, wisata, dan lain-lain.

"Setiap perempuan bisa memulai hal-hal baik yang sesuai dengan passion-nya seperti menggambar, membuat video, dan lain-lain," pungkasnya.

Menyoal satwa karismatik sebagai "komoditas" untuk dikomersialisasikan sampai kapan pun agaknya bakal jadi diskusi panjang yang nggek bisa dibahas dalam sekali duduk. Namun, semoga komersialisasi ini nggak menjadikan para fauna itu tereksploitasi dan terganggu habitatnya. (IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: