BerandaHits
Selasa, 20 Nov 2017 16:38

Kisah Setnov sebelum Kecelakaan: Siapa Tamu Misterius Itu?

Sejumlah penyidik kenakan rompi KPK masuk ke dalam rumah tersangka Ketua DPR RI Setya Novanto dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Brimob di Jalan Wijaya 13 No 19, Jakarta Selatan, Kamis (16/11). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sehari sebelum mengalami kecelakaan, Setnov “menghilang” ketika penyidik KPK hendak menjemput paksa. Seorang “tamu misterius” membawanya pergi.

Inibaru.id – Ada cerita tentang “tamu misterius” yang hingga Setyo Novanto sudah resmi menghuni tahanan KPK sejak Senin (20/11/2017) dini hari belum terkuak. Siapakah dia?

Seperti dilansir Detiknews (20/11/2017), kurang dari seminggu seusai pengumuman penersangkaan Novanto yang kali kedua untuk Kasus KTP-el pada Jumat (10/11/2017),  penyidik KPK mendatangi kediaman Novanto di Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (15/11/2017) malam. Santer kabar bahwa Setnov akan dijemput paksa malam itu. Namun dia “menghilang” sehingga urung dijemput KPK.

Sebelum menghilang, Setnov sempat mengajukan praperadilan melawan KPK. Praperadilan ini jadi yang kedua bagi Novanto dalam perkara KTP-el.

“Setnov mendaftarkan lagi praperadilan nomor 133 kemarin 15 November,” kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Made Sutrisna seperti dilansir Detiknews.

Baca juga: 
Kisah Setnov sebelum Kecelakaan: Mondar-mandir di Istana Bogor
Selepas Meme dan Karangan Bunga, Tiang Listrik Dibuat Game

Cerita Novanto menghilang sempat misterius. Dia dikabarkan dijemput seorang “tamu” tak dikenal. Koleganya di DPR dan Partai Golkar, tak mengetahui siapa sosok yang menjemput Sang Ketua itu. Pengacara Setnov, Fredrich Yunadi, pun setali tiga uang.

"Saya pisah kemarin itu sekitar jam 2 atau jam 3 dan setelah itu sorenya saya berangkat menghadiri peringatan hari ulang tahun Partai NasDem," kata Sekjen Partai Golkar Idrus Marham saat ditemui Tempo.co ketika menyambangi kediaman Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII, Nomor 19 Jakarta Selatan pada Kamis (16/11/2017).

Menurut pengakuan Idrus,  Rabu malam itu dia berencana mendatangi kediaman Setnov setelah mendengar kabar penjemputan KPK, tapi dirinya sudah tidak lagi melakukan komunikasi dengan Setnov. Ketika pihak keluarga lelaki yang populer disebut Papa itu menanyakan kepada dirinya soal keberadaan Setnov, ia mengatakan tidak mengetahuinya.

"Tadi malam itu (Rabu, 15/11/2017-Red) Mbak Desti (istri Setnov) telepon sama saya dan bahkan menanyakan posisi Setya di mana, saya katakan saya tidak tahu," kata Idrus.

Pengacara Setnov, Fredrich Yunadi mengatakan hal serupa, yaitu tidak mengetahui keberadaan Setnov saat penyidik KPK mendatangi rumah tersangka Kasus KTP-el itu. Seperti dilansir Liputan6 (16/11/2017), Yunadi menuturkan, Setnov sempat pulang ke rumahnya seusai memimpin sidang paripurna di DPR RI. Berdasarkan cerita pengamanan dalam atau Pamdal, Setnov dijemput tamu.

"Pulang tadi. Terus dihubungi seseorang ya bisa saja. Itu juga kata Pamdalnya tadi Pak Setnov dijemput tamu. Saya nggak tahu tamunya masuk atau hanya di depan. Yang tahu ya Pamdal tadi," kata Yunadi di depan kediaman Setya Novanto, Jakarta, Kamis (16/11/2017) dinihari.

Yunadi mengungkapkan, seorang Pamdal yang diduga mengetahui ke mana perginya Ketua Umum Golkar itu juga ikut dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

"Tadi ditanyain juga Pamdalnya sama penyidik. Lah Pamdal juga bilang tidak tahu pergi sama siapa. Apalagi saya," ujar dia.

Yunadi menuturkan, dirinya terakhir kali bertatap muka dengan kliennya di gedung DPR RI. Saat itu, pria yang akrab disapa Setnov itu meminta dirinya untuk datang ke rumah sekitar pukul 19.00 WIB.

"Waktu di parlemen kan saya sempat turun. Terakhir saya ke atas, beliau bilang mau rapat, mau salat. Saya disiapkan makan bakso terus beliau bilang nyusul jam 7 ke rumah ya," kata Yunadi.

Dia melanjutkan, dalam perjalanan ke rumah Setnov dirinya sempat menghubungi salah seorang ajudannya. Saat itu sekitar pukul 18.30 WIB. Dia mengaku menghubungi salah satu ajudan untuk menanyakan posisi Setnov dan bertanya soal pertemuan yang dijanjikan.

"Sebelum saya tiba di sini, saya telepon ajudan Pak Setya Novanto jam 6.30 WIB kurang lebih itu sudah nggak diangkat. Terus saya tanya ajudannya suruh tunggu aja," ujar dia.

Baca juga: 
Tiang Listrik yang Mendadak Terkenal
Jurnalis Metro TV yang Kendarai Fortuner Setnov

Tetapi malam itu Setnov “menghilang” bersama “tamu misterius”. Menghilangnya Setnov membuat KPK memasukkan nama ketua DPR itu dalam daftar pencarian orang (DPO), hingga “sang buronan” itu mengalami kecelakaan karena mobil yang dia tumpangi menabrak tiang lampu melalui insiden kecelakaan di daerah Permata Hijau pada Kamis (16/11/2017, atau sehari setelah menghilang.

“Tamu misterius” itu hingga kini belum terketahui siapa dirinya. Tapi siapa pun dia, bila nanti terbukti dia berusaha menghalang-halangi proses penyidikan terhadap Setnov, dia disebut telah melakukan obstruction of justice. Ada ancaman pidana untuk orang yang melakukannya seperti yang diatur dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal itu menyebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan disidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.”

Jadi, tentang “tamu misterius” itu kita tunggu saja proses hukum terhadap Setnov yang sedang diproses KPK. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: