BerandaHits
Senin, 27 Des 2020 15:00

Kisah Jeanne d’Arc, Gadis Pejuang Perang 100 Tahun yang Dituduh sebagai Penyihir

Ilustrasi eksekusi Jeanne d'Arc. (Infos Toulouse)

Ketika itu, Jeanne d’Arc berusia 13 tahun. Dia mengaku mendengar bisikan Tuhan yng menyuruhnya mengusir musuh dari Prancis. Suara itu juga memintanya untuk menempatkan Charles sebagai raja yang sah.

Inibaru.id – Suara yang didengar Jeanne sejak tiga tahun yang lalu ini membuatnya berani menolak perjodohannya. Jeanne yang kala itu berusia 16 tahun berhasil meyakinkan pengadilan. Dia lantas pergi ke Vaucouleurs pada Mei 1428 untuk bertemu dengan Robert de Baudricourt, komandan garnisun dan pendukung Charles. Mendapati seorang gadis muda ingin bergabung, Baudricourt jelas menolak. Jeanne pun kembali ke rumahnya.

Siapa bilang gadis ini menyerah? Pada Januari 1429, dia kembali ke Vaucouleurs dengan membawa serta beberapa penduduk desa. Mereka menyebutnya sebagai sang dara yang ditakdirkan untuk menyelamatkan Prancis.

La Pucelle d’Orléans

Terkesan dengan Jeanne, Baudricourt akhirnya menerima gadis itu. Untuk melancarkan misi, Jeanne diberi seekor kuda dan beberapa tentara. Dia juga memotong rambutnya dan berpakaian seperti laki-laki.

Waktu tempuh perjalanan menuju istana putra mahkota Charles VII selama 11 hari. Di depan Charles, Jeanne berjanji akan menyaksikannya menduduki tahta di Reims. Tempat ini merupakan situs tradisional penobatan raja Prancis, Millens.

Jeanne kemudian meminta calon raja ini sejumlah pasukan untuk memimpin pertempuran di Orleans. Charles mengabulkan permintaan gadis 17 tahun itu. Jeanne berangkat menuju Orleans pada Maret 1429 dengan mengenakan baju zirah putih dan menaiki kuda putih.

Jeanne berhasil memukul mundur pasukan musuh. Dia pun dijuluki Maid of Orleans atau dalam bahasa Prancis La Pucelle d’Orléans.

Kejatuhan Jeanne of Arc

Kemenangan ini membuat reputasi Jeanne menanjak. Dia dan pengikutnya bahkan mengawal Charles menuju Reims. Padahal daerah itu dikuasai musuh. Namun, Jeanne mampu mengambil alih kota sehingga penobatan Charles sebagai Raja Charles VII pada Juli 1429 lancar.

Kepercayaan raja semakin besar pada Jeanne. Pada musim semi 1430, Charles VII memerintahkan Jeanne untuk menghadapi serangan Burgundi di Compiegne. Sayangnya, Jeanne terlempar dari kuda ketika berperang. Jeanne yang ditinggalkan pasukan akhirnya tertangkap.

Jeanne dibawa ke kastil Bouvreuil yang ditempati komandan Inggris di Rouen. Selama 21 Februari hingga 24 Maret 1431, Jeanne diinterogasi. Namun dia selalu mengatakan kalau nggak bersalah.

Sekeras apa pun Jeanne menyangkal, dia tetap ditahan. Berbagai tuduhan dilontarkan seperti praktik sihir, bidah, dan berpakaian seperti laki-laki. Pada zaman dulu, perempuan yang memakai pakaian laki-laki dianggap bersalah. Karena tuduhan ini dianggap sangat berat, Jeanne dijatuhi hukuman mati.

Pada 30 Mei 1431, pagi hari, Jeanne yang masih berusia 19 tahun dibawa ke Pasar Lama Rouen. Dia dibakar di tiang pancang sebagaimana hukuman bagi orang yang dipercaya sebagai penyihir. Ada sekitar 10.000 orang menyaksikan kematian Jeanne. Konon, jantung Jeanne nggak terbakar. Abunya kemudian dikumpulkan dan disebar di Sungai Seine.

Pengadilan untuk membersihkan namanya baru digelar 20 tahun kemudian atas perintah Charles VII. Nggak cuma itu, pada 1920, Paus Benediktus XV melakukan kanonisasi atau pemberian gelar orang kudus kepada Jeanne d’Arc. Jadi, kamu bakal nemu nama ini sebagai nama orang suci pada 30 Mei di kalender liturgi. Kisah gadis desa ini juga sudah menginspirasi berbagai karya seni dan sastra berabad-abad lamanya.

Sekarang percaya kan, kalau usia hanya angka? (Wik,Kom/IB21/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: