BerandaHits
Sabtu, 13 Mar 2026 16:42

Kemandirian Energi Ubah Wajah Kampung di Desa Banjarsari Demak

Kepala Desa Banjarsari Hariyanto saat memaparkan pemasangan energi terbarukan di kampungnya. (Inibaru.id/ Sundara)

Desa Banjarsari, Sayung, Kabupaten Demak, memanfaatkan energi hybrid dari angin dan matahari untuk menerangi jalan kampung.

Inibaru.id - Di Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, teknologi energi terbarukan dari angin dan surya mengubah wajah perkampungan. Jalan-jalan kampung yang dulu gelap gurita dalam tiga tahun terakhir terang benderang berkat pemanfaatan energi terbarukan.

Bagi warga setempat, energi hybrid dari tersebut bukan sekadar penerangan. Mereka ingin mandiri dalam mengelola listrik, memanfaatkan potensi alam yang ada, sekaligus belajar memanfaatkan sumber daya lokal.

Kepala Desa Banjarsari, Hariyanto menjelaskan bahwa ide energi terbarukan ini semula lahir dari diskusi sederhana untuk menyalakan lampu jalan kampung setelah selama puluhan tahun mereka hidup tanpa penerangan saat malam.

"Wilayah kami terpisah-pisah. Ada tiga dukuh di Banjarsari yang belum tersentuh listrik. Jadi, pada malam hari wilayah tersebut tergolong rawan dari sisi keamanan," ucap Hariyanto yang berbicara sebagai narasumber diskusi energi terbarukan di Kota Semarang, Kamis (12/3/2026).

Nyalakan Belasan Lampu Jalan

Pada 2023, Pemdes Banjarsari menganggarkan sekitar Rp84 juta dari dana desa untuk memasang sistem energi hybrid tenaga angin dan surya. Proses pemasangan sekaligus perawatan dilakukan dengan pendampingan sivitas akademik Universitas Semarang (USM).

Menurut Hariyanto, energi hybrid tersebut mampu menyalakan 17 lampu yang menerangi jalan perkampungan sepanjang 700 meter. Setiap lampu berdaya 600-700 watt, tersambung ke baterai 3.600 watt dan bisa menyala sampai 12 jam.

"Tapi, kendala dan tantangan kami selama ini adalah masalah sumber daya manusia," ungkap Hariyanto. "Saya ingin ada warga yang dilatih sehingga kalau terjadi kerusakan kecil tidak perlu selalu memanggil tim dari Semarang."

Selain penerangan, energi terbarukan juga mampu mengaliri listrik untuk proses produksi dua UMKM. Salah satunya pembuatan mi lidi. Ke depan, Hariyanto berencana mengombinasikan program desalinasi dengan panel surya, agar sistem desa lebih mandiri dan hemat biaya listrik.

"Sejak September 2025, warga kami sudah merasakan manfaat program desalinasi. Namun, listrik yang digunakan cukup tinggi, jadi saya sudah minta ke Gubernur Jateng agar dibangun panel surya supaya lebih hemat," paparnya.

Potensi Energi Terbarukan Sangat Luas

Di sisi lain, Kepala Pelibatan Subnasional IESR, Rizqi Prasetyo menilai, potensi energi terbarukan di Jawa Tengah sangat luas. Inovasi dari Desa Banjarsari menjadi bukti bahwa energi terbarukan bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tanpa harus membangun pembangkit listrik besar.

"Meski skalanya kecil, energi terbarukan tetap membutuhkan biaya. Maka, biarpun potensinya besar, keberadaanya tak bisa dilepaskan dari kebijakan dan keberanian yang dikeluarkan oleh pemimpin desa," jelasnya.

Rizqi menyebut, kepemimpinan Kepala Desa Banjarsari yang berani mengalokasikan dana desa untuk pembangunan infrastruktur tersebut sudah sepatutnya mendapatkan apresiasi yang baik.

"Masyarakat desa perlu didorong untuk merasa memiliki infrastruktur energi terbarukan. Mereka misalnya perlu ikut mengoperasikan, merawat, dan berkontribusi baik waktu, tenaga, maupun biaya untuk replikasi dan pengembangan inovasi berikutnya," tandasnya.

Semoga inisiatif mandiri energi di Desa Banjarsari bisa menginspirasi desa lain untuk memanfaatkan angin dan matahari, sekaligus menciptakan kemandirian energi. Setuju kan Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: