BerandaHits
Selasa, 12 Mei 2025 11:00

Jejak Karbon Digital di Balik Gaya Hidup Sehari-hari Kita; Sebesar Apa?

Ilustrasi: Aktivitas di dunia digital menimbulkan jejak karbon yang berkontribusi cukup signifikan dalam membebani bumi. (Oko-institut)

Gaya hidup sehari-hari kita nggak lepas dari jejak karbon digital yang bisa mencapai sekitar 850 kilogram karbon dioksida setara (CO2e) per tahun. Seberapa signifikan dampaknya?

Inibaru.id - Naufal Adrian Pradana tercengang saat mengetahui bahwa aktivitas digital seperti streaming video dan scrolling media sosial ternyata bisa membebani bumi. Sebagai orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gadget, sejujurnya pemuda 21 tahun ini merasa bersalah.

"Generasi saya hampir nggak mungkin hidup tanpa ponsel, apalagi pencandu gim seperti saya. Saya sering menyalahkan perokok atau pabrik yang mengeluarkan gas karbon di bumi, tapi ternyata saya juga orang yang nggak kalah buruknya," terang mahasiswa teknik lingkungan di salah satu kampus negeri di Semarang ini.

Nggak hanya Naufal, agaknya masih banyak orang yang baru, bahkan belum, menyadari bahwa era digital membuat bumi pertiwi kian terbebani. Aktivitas seperti streaming video, mengirim pesan, atau menyimpan data di cloud rupanya menyisakan jejak karbon yang signifikan yang sering kali luput dari perhatian.

Perlu kamu tahu bahwa setiap aktivitas digital yang kita lakukan berkontribusi pada emisi karbon. Menurut data dari Öko-Institut, total jejak karbon per individu dari aktivitas digital mencapai sekitar 850 kilogram karbon dioksida setara (CO2e) per tahun.

Kontribusi Perangkat Digital

Dipublikasikan di laman resmi mereka pada 24 April 2020, Jens Gröger dari Öko-Institut menyebutkan bahwa kontribusi ini mencakup produksi perangkat digital (346 kg CO2e), penggunaan perangkat (189 kg CO2e), jaringan data (76 kg CO2e), dan pusat data (239 kg CO2e).

Selain itu, laporan dari The Ecologist menyebutkan bahwa pusat data, yang mendukung berbagai layanan digital seperti situs web, media sosial, dan iklan digital, menyumbang sekitar 2,5 persen dari emisi CO2 global; lebih besar dari industri penerbangan yang menyumbang 2,1 persen.

Para pakar pun mulai menyoroti pentingnya kesadaran akan dampak lingkungan dari aktivitas digital ini. Profesor Chris Preist dari University of Bristol menyatakan bahwa meskipun teknologi digital memberikan banyak manfaat, kita perlu memahami dan mengelola jejak karbon yang dihasilkannya.

Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan oleh Springer menekankan perlunya pendekatan holistik dalam menangani dampak lingkungan dari digitalisasi, termasuk mempromosikan praktik komunikasi yang berkelanjutan dan investasi dalam pengembangan teknologi dengan energi yang lebih efisien.

Belum Banyak yang Menyadari

Tanpa disadari, rata-rata obrolan grup WhatsApp menghasilkan sekitar 2,35 kilogram CO2e per minggu.(Prismic)

Banyak pengguna internet yang belum menyadari bahwa aktivitas digital mereka berdampak luas pada lingkungan. Dikutip dari The Guardian (31/10/2024), rata-rata obrolan grup WhatsApp menghasilkan sekitar 2,35 kg CO2e per minggu.

"Sementara itu, streaming video dalam kualitas tinggi dapat meningkatkan konsumsi data secara signifikan, yang berdampak pada peningkatan emisi karbon," tulis mereka.

Namun begitu, di balik banyaknya warga dunia yang belum menyadari kondisi ini, ada beberapa orang yang mulai menumbuhkan kesadaran dengan mengambil langkah-langkah kecil di dunia digital.

"Dari beberapa literatur yang saya baca, beberapa kontribusi kecil seperti menghapus email lama, mengurangi kualitas streaming, dan menggunakan mesin pencari yang ramah lingkungan bisa mengurangi jejak karbon digital. Untuk saat ini, cuma itu yang bisa saya lakukan," terang Naufal.

Mengurangi Jejak Karbon di Era Digital

Apa yang dikatakan Naufal memang nggak salah. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas digital:

  1. Menurunkan kualitas streaming: Menonton video dalam resolusi lebih rendah dapat mengurangi konsumsi data dan energi.
  2. Menghapus data yang nggak diperlukan: Membersihkan email lama, foto, dan file yang tidak digunakan dapat mengurangi beban pada pusat data.
  3. Menggunakan perangkat efisien energi: Memilih perangkat dengan efisiensi energi tinggi dapat membantu mengurangi konsumsi listrik.
  4. Memanfaatkan layanan ramah lingkungan: Menggunakan layanan digital yang berkomitmen pada energi terbarukan dan praktik berkelanjutan.

Dengan meningkatnya kesadaran dan tindakan kolektif, kita sejatinya dapat meminimalisasi dampak lingkungan dari gaya hidup digital ini. Ingatlah bahwa langkah kecil pun dapat berkontribusi pada upaya global mengurangi emisi karbon dan menjaga keberlanjutan planet kita.

Bagaimana menurutmu, Millens? Adakah ide lain yang bisa kita coba untuk mengurangi beban karbon di bumi tercinta kita ini? (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: