BerandaHits
Sabtu, 9 Okt 2020 18:00

Ini Taktik Perusahaan untuk Turunkan Angka Pembegalan Truk di Jalan

Ilustrasi: Truk lintas. (Okezone ekonomi)

Berbagai strategi dan teknologi digunakan perusahaan untuk mengatasi perampokan di jalan. Hal ini terbukti menurunkan angka perampokan truk yang merugikan sopir dan perusahaan.

Inibaru.id - Berbagai kejahatan seperti pembegalan, bajing loncat, hingga pemerasan di jalan, kerap menimpa para sopir truk. Akibatnya, perusahaan yang akan dirugikan akibat hal ini.

Tren perampokan pada sopir truk ini sempat marak beberapa tahun lalu. Beberapa di antaranya tergabung di para kelompok kriminal seperti Hercules, Gajah Oling, maupun Andalas.

Berbagai kejahatan ini bisanya sudah direncanakan untuk mengincar barang yang ingin dirampas. Hal itu biasanya dilakukan dengan mengamati jalur yang sering dilalui oleh sopir truk hingga tempat istirahat mereka.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menjelaskan, perusahaan truk kini menggunakan teknologi untuk meminimalisasi kejahatan jalanan dan mempersempit ruang gerak pelaku.

“Untuk perusahaan yang mengangkut barang bernilai tinggi, paling tidak sudah menggunakan GPS. Kemudian, kami bisa memantau rutenya dan bisa dicek kapan berhenti dan jalannya truk,” jelas Gemilang.

Teknologi ini akan mendeteksi apabila truk keluar dari rute yang sebenarnya. Hal itu juga berlaku jika truk berhenti atau istirahat terlalu lama. Nantinya akan ada pemberitahuan yang diterima oleh perusahaan.

Kini perusahaan telah melengkapi truk dengan GPS. (Inet Detik)

“Hal ini merupakan salah satu cara memantau truk sehingga memperkecil gerak pelaku kriminal. Tapi maling juga pintar, jadi yang pertama dilakukan yaitu mematikan GPS-nya," ungkapnya.

Namun, perusahaan nggak bisa selamanya mengandalkan teknologi. Salah satu hal yang diwajibkan dalam pengiriman barang adalah asuransi. Kendati demikian, masih ada saja perusahaan yang abai dan meminta pertanggungjawaban sopir jika terjadi kelalaian.

“Asuransi sekarang laku karena banyak kejadian kejahatan di jalan. Orang semakin banyak yang ketakutan, jadi semakin mengandalkan asuransi,” ujar Wakil Ketua Aptrindo Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko.

Semoga dengan teknologi dan asuransi dan teknologi ini dapat mengurangi kejahatan di jalanan ya, Millens! (Kom/IB27/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: