BerandaHits
Kamis, 4 Feb 2026 09:01

Indonesia Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan 2025

Indonesia masuk daftar negara paling rentan penipuan di dunia. (Kontan)

Hanya Pakistan negara yang "unggul" kasus penipuannya dari Indonesia berdasarkan Global Fraud Index 2025.

Inibaru.id – Farida Nur sebal bukan kepalang seharian kemarin. Bagaimana nggak, dalam sehari, dia mendapatkan 5 SMS penipuan dari nomor yang mengatasnamakan diri Kejaksaan tanpa bisa dicek sama sekali nomor teleponnya. Isinya berupa pemberitahuan bahwa dia mendapatkan denda tilang kendaraan bermotor yang belum dibayar.

Alasan mengapa dia langsung tahu kalau itu adalah SMS penipuan adalah dia sama sekali tidak menyetir kendaraan apa pun dalam 2 tahun belakangan. Selain lebih sering berjalan kaki dari kamar kos ke tempat kerjanya, dia lebih sering memakai Trans Semarang atau ojek daring untuk ke tempat lain.

“Sebelumnya saya juga sudah tahu soal ciri-ciri penipuan soal denda tilang palsu ini di media sosial. Tapi nggak nyangka SMS-nya bisa datang berkali-kali dan sangat mengganggu saya pas kerja,” ucap perempuan yang bekerja di sebuah institusi pendidikan di Jalan Pemuda Kota Semarang tersebut pada Selasa (3/2/2026).

Sebelumnya, dia juga kerap mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal. Selain marketing online, terkadang yang menelepon juga dari penipu.

“Saya biasanya hanya diam saja kalau ada telepon nggak jelas gitu. Takut suara saya direkam lalu diolah jadi AI lalu digunakan ke hal yang nggak-nggak. Tapi jujur ini masa nggak ada penindakan sama sekali soal tindakan penipuan yang sudah terlalu banyak ini?” keluhnya.

Selain SMS penipuan, telepon penipuan juga masih marak terjadi di Indonesia. (The Verge/Amelia Krales)

Farida nggak sendiri. Ada jutaan orang lain yang juga mengeluhkan hal serupa. Sayangnya, hal ini sepertinya bakal masih sering terjadi karena Indonesia masuk peringkat kedua daftar negara paling rentan penipuan 2025 alias Global Fraud Index 2025 yang dikeluarkan oleh perusahaan teknologi di bidang pencegahan kejahatan finansial, Sumsub.

Dalam daftar itu, Indonesia meraih skor 6,53 dan ada di peringkat 111 dari 112 negara, hanya kalah dari Pakistan yang jadi negara paling rentan penipuan dalam tahun terakhir. Negara-negara lain yang masuk 10 besar adalah Nigeria (peringkat ketiga), India (4), Tanzania (5), Uganda (6), Bangladesh (7), Rwanda (8), Azerbaijan (9), dan Sri Lanka (10).

Indonesia, bersama dengan negara-negara yang rentan penipuan itu, mendapatkan skor rendah berdasarkan penelitian dari berbagai faktor seperti tingginya kasus penipuan, kebijakan serta upaya pemerintah dalam menangani atau mencegahnya, hingga kondisi ekonomi yang memungkinkan terjadinya penipuan. Makanya, dalam daftar di atas, semuanya berstatus negara berkembang, Gez.

Lantas, apakah berarti di negara-negara maju, kasus penipuan lebih sedikit? Sayangnya, dari data Global Fraud Index 2025, faktanya seperti itu. Selain negara tetangga kita Singapura, negara maju lain seperti Austria, Swedia, Selandia Baru, Swiss, Belanda, Norwegia, Finlandia, Denmark, dan Luksemburg jadi negara paling aman dari penipuan.

PR Indonesia mengatasi hal ini memang banyak. Tapi, sebenarnya kita punya lembaga-lembaga yang sebenarnya punya kuasa untuk mengatasi maraknya kasus penipuan ini. Lantas, kira-kira kapan ya hal ini bisa ditangani? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Temuan Prasasti di Klaten Bukan yang Pertama, Diduga Terhubung dengan Dua Prasasti Era Kolonial

18 Jun 2026

AMSI Dorong Kolaborasi Media untuk Menghadirkan Informasi Iklim yang Lebih Kredibel

19 Jun 2026

Kenapa Harga Pertamax Belum Turun Meski Ada Penurunan Harga Minyak Dunia? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

20 Jun 2026

Mengapa Kebo Bule Selalu Hadir dalam Kirab Malam 1 Suro? Begini Sejarah dan Maknanya

21 Jun 2026

Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita Kecil

22 Jun 2026

Kenali Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 Asli, Jangan Sampai Tertipu Oknum Mengatasnamakan BPS

23 Jun 2026

B50 Siap Beredar Juli 2026, Pemerintah Optimistis Tak Perlu Lagi Impor Solar

24 Jun 2026

Mendag Tegaskan NIB untuk Penjual Online Bukan untuk Pungutan Pajak

25 Jun 2026

5 Alasan Penting Mengapa Anda Harus Mengunjungi Dunia Fantasi Ancol Tahun Ini

25 Jun 2026

Dasun di Lasem, Galangan Kapal yang Pernah Menopang Armada Majapahit hingga Demak

26 Jun 2026

Pertamina: Harga BBM Berpotensi Turun Bertahap Mulai Juli

27 Jun 2026

Barikan Sitinggil, Cara Warga Kriyan Merawat Jejak Ratu Kalinyamat Lewat Doa dan Kebersamaan

28 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: