BerandaInspirasi Indonesia
Sabtu, 30 Jan 2026 13:01

Tahap Final Pengajuan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional

Suasana seminar nasional pengusulan KH. Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. (Inibaru.id/ Sundara)

Harus diajukan maksimal awal Februari, persiapan berkas dan kajian dari Pemkot Semarang untuk menjadikan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional sudah tahap final, ditandai dengan seminar nasional yang digelar di Semarang, Kamis (19/1/2026).

Inibaru.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah gencar menggenjot proses pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. Upaya ini bertujuan agar generasi muda dapat meneladani perjuangan tokoh ulama asal Kota Lunpia tersebut.

Untuk memperkuat proses finalisasi pengusulan tersebut, Pemkot Semarang menyelenggarakan seminar nasional di The Suri Ballroom yang beralamat di Jalan Pemuda, Semarang Tengah, pada Kamis (29/1/2026).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan, forum tersebut hadir guna mendiskusikan dan memperluas literasi publik, sekaligus menegaskan argumentasi ilmiah terkait peran dan kontribusi sang ulama di masyarakat.

"Ini adalah fase penutup dari rangkaian kajian sebelum berkas resmi pengusulan dikirim ke pemerintah pusat. Semoga bisa menjadi pintu masuk menjadi Pahlawan Nasional 2026. Kami sudah melakukan upaya maksimal, dari kajian mendalam hingga promosi sosok Sholeh Darat secara luas," tuturnya, Kamis (29/1/2026).

Promosi di MTQ Nasional

Pemkot Semarang juga akan memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah MTQ Nasional yang digelar pada September mendatang sebagai media untuk memperkenalkan sosok KH Sholeh Darat ke masyarakat lebih luas. Ekosistem wisata religi juga akan dirancang untuk menyambut para peserta TPQ.

"Kami membangun suasana dan ekosistem agar peserta MTQ dapat berziarah. Rekan-rekan NU juga akan merangkum perjalanan religi sehingga sosok KH Sholeh Darat bisa dikenal secara lebih masif," ungkapnya.

Agustina menekankan bahwa semua persiapan administratif telah diupayakan dengan cermat dan didukung berbagai kajian mendalam. Selanjutnya, berkas resmi akan dikirim ke pemerintah pusat pada Februari mendatang.

"Tim sudah lengkap, para pengkaji siap. Data resmi dari Pemkot harus dikirim awal Februari. Jika melewati batas waktu, pengajuan tidak bisa diproses," terang perempuan 54 tahun tersebut.

Proses Penelitian sejak 2012

Poster sketasa KH Sholeh Darat terpanjang di acara seminar nasional. (Inibaru.id/ Sundara)

Sekretaris Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Kopisoda) Muhammad Ichwan menuturkan pentingnya menambahkan figur teladan asal Semarang yang bisa dicontoh generasi muda. Menurutnya, jasa dan pemikiran KH Sholeh Darat telah memberi pengaruh besar pada syiar Islam di Nusantara.

"KH Sholeh Darat adalah guru bagi dua ulama besar Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan. Anak sekolah perlu contoh pahlawan dari kotanya sendiri. Jepara punya Kartini, Jawa Timur ada Hasyim Asy’ari, Yogyakarta ada Ahmad Dahlan. Semarang ada KH Sholeh Darat," jelasnya.

Ichwan menjelaskan, upaya-upaya menjadikan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional telah dilakukan sejak lama. Terhitung sejak 2012, berbagai pihak telah mengumpulkan manuskrip dan peninggalan serta melakukan penelitian yang kemudian melahirkan Kopisoda.

"Kami (Kopisoda) lahir dari riset-riset yang dilakukan sejak 2012. Riset itu meliputi penerjemahan kitab, pencetakan ulang naskah, serta penulisan buku baru yang mengulas pemikiran KH Sholeh Darat," sebutnya.

Ajarkan Anti-kolonialisme

Ichwan menambahkan, saat ini semakin banyak karya akademik, mulai dari skripsi hingga disertasi, yang membahas sosok yang diyakini sebagai guru dari Pahlawan Nasional RA Kartini tersebut.

"KH Sholeh Darat ini seperti mutiara yang sempat tenggelam, sekarang kembali bersinar. Murid-murid beliau, Hasyim Asy’ari, Ahmad Dahlan dan Kartini sudah diakui sebagai pahlawan, masa gurunya belum?" kelakarnya.

Ichwan menuturkan, kajian terhadap kitab-kitab KH Sholeh Darat mengungkapkan bahwa sosok karismatik tersebut selalu menekankan pentingnya kecintaan terhadap Tanah Air serta ajaran anti-kolonialisme yang kemudian memengaruhi pemikiran para muridnya.

"Nilai-nilai itu juga ada dalam karya KH Hasyim Asy’ari," ujarnya. "Setelah kitab-kitab KH Sholeh Darat ditelaah, jelas terlihat semangat perjuangan melawan penjajah dan cinta tanah air yang menjadi sumber inspirasi bagi murid-muridnya," pungkas Ichwan.

Sosok KH Sholeh Darat sebagai guru dua ulama besar serta pejuang kemanusiaan RA Kartini berpotensi menempatkannya sejajar dengan para Pahlawan Nasional yang kita miliki sekarang ini. Ada yang kenal sosok tersebut, Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: