BerandaHits
Senin, 1 Feb 2026 15:01

Dari Montevideo, Terciptalah Nama Futsal: 'Sepak Bola' Mini yang Mendunia

Ilustrasi: Permainan futsal digelar di dalam ruangan. (AFC/Khaleel Nadoum via Liputan6)

Dari keterbatasan lapangan, futsal muncul sebagai permainan olah bola alternatif di kalangan anak muda Montevideo, Uruguai. Namun, pamor 'sepak bola' mini yang dimainkan di ruangan tertutup ini kemudian justru meluas hingga diterima secara global.

Inibaru.id - Futsal mendadak menjadi olahraga populer lagi di Indonesia, bahkan di kalangan masyarakat awam yang sebelumnya sama sekali nggak pernah mengikuti perkembangan "sepak bola" mini tersebut. Alasannya, karena saat ini tim futsal Tanah Air sedang gacor-gacornya.

Untuk yang belum tahu, tim futsal Tanah Air baru saja menyegel status Juara Grup A Piala AFC Futsal 2026. Hal itu menyusul hasil imbang 1-1 yang diraih Indonesia kala menjamu Irak pada laga terakhir fase grup pada Sabtu (31/1/2026).

Dengan hasil tersebut, Indonesia dan Irak sama-sama memuncaki Grup A dengan tujuh poin. Namun, Indonesia berhak menjadi juara grup karena mengoleksi gol lebih banyak ketimbang Irak yang menjadi runner up. Selanjutnya, di perempat final Indonesia akan ditantang Vietnam, sedangkan Iran menghadapi Thailand.

Hasil positif yang diraih Indonesia ini pun membuat nama futsal kembali menjadi olahraga populer di Tanah Air. Pamornya bahkan menyamai sepak bola, olahraga yang belakangan juga berhasil memantik gairah para penggemar bola Nusantara.

Muncul dari Ruang Terbatas 

Futsal bukanlah olahraga baru di Indonesia. Olahraga ini sudah dimainkan sejak lama, terutama di kalangan anak muda pencinta olahraga. Nggak sulit menemukan persewaan lapangan futsal di sekitar kita, dengan jadwal yang jarang kosong.

Namun, tahukah kamu bahwa olahraga ini semula muncul dari keterbatasan? Yap, di balik popularitasnya, nama futsal memiliki sejarah linguistik dan budaya yang menarik, yang berakar dari Amerika Selatan, tepatnya di Montevideo, Uruguai.

Futsal kali pertama berkembang di Montevideo pada awal 1930-an. Kala itu, sepak bola tengah digandrungi anak-anak dan remaja, tetapi keterbatasan lapangan terbuka membuat mereka kerap bermain di ruang tertutup seperti gedung olahraga, aula sekolah, atau lapangan basket.

Dari kebutuhan inilah lahir format permainan sepak bola versi lapangan kecil dengan jumlah pemain lebih sedikit dan aturan yang disesuaikan. Permainan ini semula dikenal fútbol de salón di negara berbahasa Spanyol dan futebol de salão di Brasil; yang artinya kurang lebih adalah "sepak bola dalam ruangan".

Mendapat Pengakuan Internasional

Timnas futsal Indonesia yang berlaga dalam AFC Futsal 2026. (AFC)

Pada dekade 1950–1960-an, olahraga ini semakin populer di Amerika Selatan, terutama di Brasil. Namun, istilah dan aturannya masih beragam. Upaya standarisasi kemudian dilakukan oleh Federación Internacional de Fútbol de Salón (FIFUSA) yang berdiri pada 1971.

FIFUSA menggunakan istilah fútbol de salón sebagai nomenklatur resmi. Perubahan besar terjadi ketika FIFA mulai mengadopsi dan mengembangkan olahraga ini pada akhir 1980-an. Untuk memudahkan penyebutan secara internasional, nama “futsal” yang merupakan menggabungkan "futbol" dan "salon" pun tercetus.

Nama futsal juga dijadikan FIFA sebagai penyebutan resmi untuk menghindari konflik penamaan dan hak istilah dengan FIFUSA. Sejak saat itu, futsal menjadi istilah baku dalam kompetisi internasional, termasuk FIFA Futsal World Cup yang kali pertama digelar pada 1989.

Nama futsal hanya mencerminkan lokasi bermainnya yang ada di dalam ruangan, tetapi juga karakter permainannya: cepat, teknis, dan menuntut kreativitas tinggi.

Lebih 'Teknis' dari Sepak Bola

Meskipun banyak beririsan, sepak bola dan futsal bisa disebut sebagai dua olahraga yang berbeda. Lapangan yang lebih kecil membuat pemain futsal harus mengandalkan kontrol bola, visi bermain, dan keputusan instan. Tempo permainan dan transisi bertahan-menyerangnya pun biasanya jauh lebih cepat ketimbang sepak bola.

Maka, bisa dikatakan bahwa permainan futsal jauh lebih "teknis' ketimbang sepak bola. Karena alasan ini pulalah banyak pelatih sepak bola yang kemudian menjadikan futsal sebagai “sekolah teknik” bagi pemain mereka.

Banyak pesepak bola dunia yang mengakuinya. Bahkan, para legenda lapangan hijau seperti Pelé, Ronaldinho, hingga Lionel Messi, mengakui bahwa futsal adalah fondasi yang sangat diperlukan untuk membentuk kemampuan teknis para pebola.

Kini, futsal telah dimainkan di hampir seluruh penjuru dunia; dari sekolah, kampus, hingga kompetisi profesional. Nama futsal juga diterima secara global tanpa perlu diterjemahkan, menjadikannya contoh sukses bagaimana istilah olahraga lokal dapat bertransformasi menjadi bahasa universal.

Dari aula kecil di Montevideo, futsal kini berkembang hingga menjadi salah satu olahraga populer yang dimainkan orang-orang di antero dunia. Kamu main futsal juga nggak, Gez? (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: