BerandaHits
Sabtu, 30 Jan 2026 16:20

Pembangunan Jembatan Mangkang Wetan Terhalang Sengketa Lahan

Anak pulang sekolah terpaksa menggunakan getek lantaran jembatan di Kampung Tambaksari hilang karena hanyut. (Inibaru.id/ Sundara)

Jembatan swadaya yang hanyut membuat warga Kampung Tambaksari memanfaatkan getek untuk menyeberangi Sungai Bringin. Di sisi lain, sengketa lahan membuat Pemkot Semarang gagal membangun jembatan permanen di wilayah itu.<br>

Inibaru.id - Kabar tentang warga di Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, yang terpaksa menggunakan getek atau rakit sederhana sebagai satu-satunya akses yang memungkinkan menyeberangi Sungai Bringin membuat Pemkot Semarang angkat bicara.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pihaknya tengah mengaji rencana pembangunan jembatan di wilayah tersebut setelah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana serta memastikan kejelasan status kepemilikan lahan di lokasi itu.

"Ini masih kami kaji opsi-opsinya karena tanah di sana bukan milik pemerintah. Kalau memang berkenan, (tanah itu) bisa diserahkan ke pemerintah," kata Agustina, Kamis (29/1/2026).

Sedikit informasi, sudah lebih dari dua pekan warga Kampung Tambaksari terisolasi lantaran jembatan swadaya buatan mereka hanyut diterjang arus sungai yang meningkat karena hujan lebat selama berhari-hari pada pertengahan Januari lalu.

Jembatan Gagal Dibangun

Untuk mencapai desa tetangga, mereka terpaksa memanfaatkan getek untuk menyeberang Sungai Bringin yang merupakan satu-satunya akses yang memungkinkan untuk dilewati. Akses lain sejatinya ada; tapi sulit dilalui pada musim hujan karena kontur jalannya masih berupa tanah merah.

Situasi itu rupanya menyisakan satu fakta menarik. Warga setempat mengatakan, pemeritah sejatinya telah merencanakan pembangunan jembatan di wilayah tersebut. Fondasinya bahkan sudah didirikan. Namun, karena menyisakan persoalan hukum, jembatan gagal dibangun hinga sekarang.

Berdasarkan penelusuran Inibaru.id, konstruksi jembatan rupanya itu berdiri di atas lahan milik warga. Yang bersangkutan belum memberikan izin, sehingga rencana pembangunan ulang belum bisa dilakukan. Nahas, jembatan swadaya yang sebelumnya menjadi akses utama malah hanyut tersapu arus sungai yang kuat.

Agustina membenarkan bahwa proyek jembatan permanen sudah dirancang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) saat program normalisasi Sungai Beringin. Fondasi telah terpasang. Namun, pekerjaan terhenti lantaran sengketa lahan belum mengerucut pada kesepakatan.

Opsi Memindahkan Lokasi Jembatan

Merespons situasi tersebut, Agustina menegaskan, pihaknya akan kembali mengomunikasikannya dengan pemilik lahan. Kalau pada akhirnya nggak menghasilkan kesepakatan, opsi lain yang bisa ditawarkannya adalah memindahkan titik pembangunan jembatan ke tanah milik Pemkot Semarang.

"Kami akan lebih dulu berkomunikasi dengan pemilik lahan. Jika tidak berkenan, Pemkot Semarang akan mencari lahan milik daerah dan menggeser lokasi pembangunan jembatan," paparnya.

Menanggapi soal jalur alternatif yang masih bisa dimanfaatkan warga meski harus memutar dan sulit dilalui saat musim hujan, Agustina mengatakan Pemkot Semarang telah meminta pihak kecamatan menelusuri status kepemilikan lahan di lokasi tersebut.

"Jika lahannya milik Pemkot, perbaikan bisa langsung dilakukan. Namun, apabila bukan, harus ditempuh terlebih dahulu proses administrasi," tegasnya.

Warga Akan Bangun Jembatan Darurat

Sementara itu, terkait persoalan ini Camat Tugu Eko Agus Padang menyampaikan bahwa warga berencana membangun jembatan darurat dalam waktu dekat dengan memilih titik berbeda guna menghindari persoalan sengketa lahan.

"Informasi dari Pak RW, akan ada kerja bakti hari Minggu (1/2) besok. Kemarin masih menunggu bambu datang untuk membangun jembatan sementara. Lokasi jembatan akan lebih ke selatan dari dari jembatan darurat yang kami dirikan sebelumnya," ujar Eko.

Selama kerja bakti pembangunan jembatan darurat, Dia menegaskan bahwa pihak kecamatan akan sebisa mungkin mendampingi warga. Pembangunan jembatan akan dilakukan dengan dana swadaya masyarakat serta didukung anggaran swakelola dari kecamatan.

"Kita semua berharap yang terbaik. Semoga pembangunan berjalan lancar," tutupnya.

Semoga segera ada titik terang agar masyarakat Kampung Tambaksari bisa kembali beraktivitas dengan lebih leluasa, mengingat sebagian besar penggunanya adalah anak-anak yang akan pergi-pulang sekolah. (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: