BerandaHits
Kamis, 9 Okt 2024 15:34

Gen Z Semakin Pesimistis Mendapatkan Pekerjaan Layak di Indonesia

Gen Z semakin pesimis mencari pekerjaan layak di Indonesia. (Mediaindonesia/Antara- Yulius Satria Wijaya)

Karena pesimistis mendapatkan pekerjaan yang layak di Indonesia, banyak gen Z yang akhirnya mencari pekerjaan di luar negeri seperti dengan mengambil WHV ke Australia.

Inibaru.id – Saya menyempatkan diri mengobrol dengan 6 orang yang mengambil tes IELTS di sebuah lembaga pendidikan yang ada di dekat Balai Kota Semarang. Dari 6 orang ini, 5 di antaranya mengambil tes berjenis General Training yang memungkinkan mereka untuk pergi mencari pekerjaan di Australia. Yang menarik, mereka semua kompak pengin mencari pekerjaan di Australia gara-gara semakin pesimistis mendapatkan pekerjaan yang layak di Indonesia.

Semua peserta tes adalah Gen Z yang lahir di dekade 2000-an awal. Mereka semua sudah lulus kuliah, namun kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji, kontrak, atau lingkungan yang layak. Ada yang sebenarnya pengin ganti pekerjaan namun kesulitan mendapatkan yang lebih baik.

“Tahun ini saja BPS sudah merilis informasi puluhan ribu orang sudah di-PHK. Di perusahaan berbasis teknologi juga banyak layoff yang nggak terungkap di media. Makanya kalau ada jobfair yang datang banyak banget. Padahal kemungkinan dapatnya juga kecil. Makanya pas ada info soal working holiday visa (WHV) ke Australia, saya coba daftar,” ucap peserta tes yang jauh-jauh datang dari Surabaya bernama Jesslyn, Rabu (9/10/2024).

Jawaban serupa juga saya dapatkan dari puluhan peserta tes yang terus berdatangan semenjak 2 pekan belakangan. Salah satunya adalah Aji Satrio dari Surakarta. Dia mengaku sudah hopeless mencari kerja semenjak lulus kuliah di sebuah kampus yang ada di Yogyakarta pada akhir 2023 silam.

“Entah sudah berapa ratus lamaran saya kirim. Usaha nyari kerja di LinkedIn juga belum ada hasilnya. Harapan saya sekarang cuma CPNS tahun ini atau WHV,” ungkapnya pada Senin (7/10).

Meski nggak menampik andai diterima jadi CPNS bisa membuatnya senang, Aji mengaku andai akhirnya bisa WHV ke Australia, dia juga bakal lebih puas karena merasa bisa mendapatkan pengalaman baru di negara lain.

Banyak Gen Z mencari pekerjaan di Australia. (Aljazeera/Frankie Adkins)

“Teman kuliah saya yang lulus duluan udah di sana. Lingkungan kerjanya di bidang pertanian bagus dan gajinya jauh lebih besar dari sini. Makanya saya berani ke sana. Minimal sudah tahu harus nyari kerjaan di mana dan ekspektasi yang didapat berapa. Nyari kerjaan di sini yang lingkungannya bagus dengan gaji UMR saja belum tentu mudah,” lanjutnya.

Pesimisme gen Z seperti Aji dalam mencari kerja di Indonesia ditegaskan oleh laporan survey konsumen September 2024 yang dirilis Bank Indonesia beberapa waktu belakangan. Dalam laporan ini, kelompok usia 20-30 mengalami penurunan indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja dengan signifikan. Hal serupa terjadi pada kelompok usia 30-40 tahun.

Laporan ini juga diperjelas dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2024 lalu yang menyebut lebih dari 3,6 juta gen Z dengan usia 15-24 tahun berstatus pengangguran. Beneran banyak, ya?

Direktur Eksekutif center of Economic and Law Studies (Celios) Bima Yudhstira punya pandangan terkait banyaknya anak muda yang kini sulit mendapatkan pekerjaan. Dia menilai lapangan pekerjaan semakin sempit dan kini kesempatan yang terbuka justru bukan di sektor pekerja formal, melainkan sektor nonformal.

“Masalahnya lapangan kerja yang terbuka, khususnya di bidang digital justru lebih dominan pekerjaan nonformal yang nggak ada kepastian kerjanya dan upahnya juga minim. Banak juga pencari kerja yang nggak menemukan lowongan sesuai keahliannya” ungkap Bhima sebagaimana dinukil dari Kumparan, (4/8).

Cukup bikin miris ya berbagai fakta yang terkuak tentang semakin sulitnya Gen Z mencari pekerjaan yang layak di Indonesia. Semoga saja masalah ini segera bisa diatasi, ya, Millens? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: