BerandaHits
Rabu, 24 Jan 2023 14:45

Gedung Jiwasraya Kota Lama akan Dialihfungsikan Jadi Hotel, Pakar: Harus Dikaji Ketat

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan gagasannya untuk mengubah Gedung Asuransi Jiwasraya menjadi hotel bintang empat. (Tripadvisor)

Menteri BUMN Erick Tohir menyampaikan gagasannya untuk mengubah Gedung Asuransi Jiwasraya menjadi hotel bintang empat. Menurut pakar bangunan cagar budaya Tjahjono Raharjo hal itu sah-sah saja asal dikaji ketat terlebih dahulu.

Inibaru.id - Saat berkunjung ke Kota Lama Semarang, mata kita pasti nggak bakal beralih saat memandang gedung yang satu ini, Gedung Asuransi Jiwasraya. Letaknya strategis, yaitu di depan Gereja Blenduk. Ukuran bangunan yang besar serta desain bangunan yang keren membuat gedung ini jadi salah satu magnet di Kawasan Little Netherland.

Selama ini dikenal sebagai kantor asuransi Jiwasraya, gedung yang berlokasi di Jalan Letjend Suprapto itu baru-baru ini dikabarkan akan diubah menjadi hotel bintang empat. Gagasan tersebut disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat berkunjung ke Kota Lama Semarang pada Sabtu (21/1/2023) lalu.

"Daripada aset ini diam, justru akan kami kembangkan, supaya wilayah yang punya sejarah ini generasi muda kita bisa kembali belajar mengenai sejarah. Jangan hanya dijadikan pandangan saja," ujar lelaki kelahiran Lampung Tengah itu.

Keaslian Bangunan Tetap Dilestarikan

Video maping di area Gedung Jiwasraya beberapa hari lalu. (Suaramerdeka/Cun Cahya)

Menjadikan gedung cagar budaya yang ada di Kota Lama Semarang sebagai hotel merupakan gagasan yang bagus. Namun, dari kacamata pakar bangunan cagar budaya dari Universitas Katolik Soegijapranata Tjahjono Raharjo, rencana tersebut harus memperhatikan aspek penting.

Aspek penting itu yakni komitmen untuk mempertahankan keaslian gaya arsitektur terutama di bagian depan bangunan. Tjahjono berpesan agar perubahan fungsi bangunan Jiwasraya, terutama pada desain bangunan, dilakukan melalui kajian ketat dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

“Fasad (tampak luar) harus dipertahankan. Bisa saja bangunan dialihfungsikan secara adaptive reuse, asal tidak mengubah bangunan secara drastis. Desain perubahan harus dengan kajian ketat para ahli,” terangnya, dinukil dari Solopos, Senin (23/1/2023).

Tjahjono menjelaskan, mengubah fungsi gedung bernilai historis tinggi harus disertai pengetahuan tentang struktur bangunan. Dalam hal ini, penggunaan gedung Jiwasraya akan mengalami peningkatan fungsi.

“Bila perlu (strukturnya) diperkuat, disesuaikan dengan fungsi baru bangunan. Jika perencanaan revitalisasinya bagus tentu tidak akan merusak. Jadi harus dipilih tim perencana yang betul-betul mampu,” sambung lelaki yang mencintai dunia sejarah perkeretapian Indonesia ini.

Memperhatikan Sistem Keamanan 

Tjahjono Raharjo berpesan agar perubahan fungsi bangunan Jiwasraya, terutama pada desain bangunan, dilakukan melalui kajian ketat dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). (Kompas/Nawa Tunggal)

Selain perihal keaslian bangunan, sistem keamanan juga harus menjadi perhatian pemerintah. Sebagai bangunan tua, Thajono berharap Gedung Jiwasraya di kawasan Kota Lama Semarang memiliki sistem keamanan terhadap ancaman kebakaran.

“Pengelola harus bisa menjamin sistem keamanan gedung terhadap bahaya kebakaran. Syarat ini wajib dipenuhi. Demikian pula persyaratan aksesibilitas untuk difabel,” lanjut lelaki yang pernah menempuh studi S2 Managemen Perkotaan di Erasmus Universiteit, Rotterdam, Belanda.

Nggak hanya itu, sistem keamanan kendaraan bagi para tamu jika gedung tersebut sudah menjadi hotel juga nggak boleh luput dari pertimbangan. Tjahjono berharap Pemkot Semarang memikirkan ketersediaan lahan parkir yang memadahi dan nggak mengganggu lingkungan sekitar.

Ketimbang membangun hotel di lahan kosong, membuat hotel di kawasan cagar budaya itu memang lebih riskan ya, Millens? Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan agar keaslian bangunan yang sarat sejarah itu nggak hilang begitu saja. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: