BerandaHits
Kamis, 21 Feb 2018 14:02

Untuk Kali Pertama Film Korea Raih Penghargaan BAFTA

Salah satu adegan dalam film "The Handmaiden" yang meraih penghargaan dalam gelaran BAFTA 2018. (Soompi.com)

Rilis perdana pada 2016 lalu di Korea Selatan, film "The Handmaiden" tampil memukau dengan memenangi satu penghargaan prestisius pada ajang BAFTA 2018. Untuk kategori apa?

Inibaru.id – Sekitar 16 tahun lalu, Park Chan-wook menjadi buah bibir pengamat film dunia setelah filmnya, Oldboy (2003), menyabet Palme d'Or, penghargaan tertinggi dalam Cannes Film Festival 2002, disusul film Thirst (2009) untuk kategori yang sama dua tahun kemudian. Yang terbaru, sineas 54 tahun itu kembali muncul dengan The Handmaiden (2016). Setelah memukau pada Cannes Film Festival 2016, lalu pada The British Academy of Film and Television Arts (BAFTA) 2018 ini.

Bertempat di Royal Albert Hall, London, Minggu (18/2/2018) waktu setempat, BAFTA mengganjar film bergenre roman-erotis itu untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik. The Handmaiden menjadi film Korea Selatan pertama yang mampu menyabet tropi pada Academy Awards-nya Inggris tersebut. Film ini mengalahkan Elle (Prancis), Loveless (Rusia), dan Salesman (Iran), dan satu film Kamboja besutan Angelina Jolie, First They Killed My Father.

Film The Handmaiden diadaptasi dari novel karya Sarah Waters berjudul Fingersmith. Namun, dalam film itu, Park Chan-wook sengaja mengubah latar tempat dan waktu ceritanya yang semula era Victorian abad ke-19 di London menjadi masa kolonialisme Jepang di Korea Selatan sekitar 1930-an.

Baca juga:
Go International, "Pengabdi Setan" Bakal Tayang di 42 Negara
"Black Panther", Menjelajahi Wakanda bersama Sang Superhero

Film yang rilis pada 2016 itu berkisah tentang seorang gadis bangsawan Jepang sekaligus pewaris kekayaan bernama Lady Hideko Noriaki (Kim Min-hee). Untuk merebut harta warisannya, Count Fujiwara (Ha Jung-woo) merekrut Nam Sook-hee (Kim Tae-ri) dalam usahanya memikat hati Lady Hideko dan menikahinya. 

Rencananya, Lady Hideko dinikahi, kemudian dimasukkan ke rumah sakit jiwa, dan Fujiwara merebut harta warisannya. Namun, siapa sangka Nam Sook-hee, yang harus berperan sebagai pelayan pribadi Hideko, malah jatuh cinta pada majikannya tersebut. Keduanya malah menjalin asmara.

Intrik dan romansa yang banyak dihiasi unsur seksualitas serta sadomasokisme elegan khas Park Chan-wook dalam film itu tersaji begitu menarik, dipenuhi plot twist, isu feminisme, dan perjuangan melawan kolonialisme. Nggak mengherankan kalau para juri kemudian menjadikan The Handmaiden sebagai film berbahasa asing terbaik versi BAFTA.

Sayangnya, dalam penganugerahan tersebut, Park Chan-wook, pemain, maupun para kru, berhalangan hadir untuk menerima penghargaan prestisius tersebut.

Acara Tahunan

BAFTA merupakan ajang penghargaan tahunan terhadap dunia hiburan internasional yang meliputi film, televisi, video games, hingga animasi. Semula, ajang yang digelar perdana pada 1958 ini dinamai British Film Academy. Kemudian, pada 1976, British Film Academy bekerja sama dengan Society of Film and Television, sehingga jadilah nama BAFTA.

Baca juga:
"Yowis Ben", Film Bayu Skak yang Bakal Bikin Kamu Kenal Kota Malang
Bambang Pamungkas Akan Menyanyikan Tembang Pucung dalam “Srikandi Nekat”

Nggak jauh berbeda dengan anugerah film internasional lain yang sudah terselenggara selama 2018 ini, sejumlah aktor, aktris, dan film juga berjaya di sini, misalnya Three Billboards Outside Ebbing, Missouri yang muncul sebagai Film Terbaik dan Coco yang kembali menyabet gelar Film Animasi Terbaik. Film yang mengangkat satu tradisi Meksiko juga dinobatkan sebagai Film Adaptasi Terbaik.

Hm, senangnya! Semoga film Tanah Air juga bisa segera berjaya di BAFTA atau anugerah perfilman internasional lainnya ya, Millens! (LIF/GIL)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: