BerandaHits
Jumat, 2 Okt 2025 09:39

Dianggap Superfood, Popularitas Tempe di Inggris Semakin Meningkat

Ilustrasi: Tempe di Inggris semakin populer. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Dalam beberapa tahun belakangan, tempe di Inggris semakin diminati banyak orang. Apa alasan dari meningkatnya popularitas makanan asli Indonesia ini?

Inibaru.id - Tempe, makanan asli Indonesia, kini tengah merebut hati konsumen di Inggris. Jika beberapa tahun lalu tempe masih terdengar asing, kini makanan ini semakin mudah ditemukan di supermarket-supermarket besar dan menjadi bahan pokok dalam berbagai menu makanan sehat. Meningkatnya popularitas tempe di Inggris tak lepas dari tren gaya hidup sehat yang semakin digemari, serta kebutuhan akan alternatif makanan yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu faktor yang mendorong tren ini adalah perubahan pola makan masyarakat Inggris yang semakin banyak beralih ke makanan berbasis nabati. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Eating Better, konsumsi daging di Inggris mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Lebih dari 60% orang Inggris kini memilih untuk mengurangi konsumsi daging, dan tempe hadir sebagai solusi yang sehat dan bergizi dalam memenuhi kebutuhan protein. Alasannya, dibandingkan dengan banyak produk pengganti daging lainnya, tempe menawarkan banyak keunggulan seperti lebih alami, lebih terjangkau, dan lebih kaya akan nutrisi.

Penjualan tempe di Inggris menunjukkan peningkatan yang impresif. Tiba Tempeh, produsen tempe terbesar di negara tersebut, mencatatkan lonjakan penjualan sebesar 736% dalam setahun terakhir. Pesaing mereka, Better Nature, juga melaporkan kenaikan penjualan hingga 128% dalam periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa tempe semakin diterima sebagai pilihan protein nabati yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan.

Keunggulan tempe yang memikat banyak orang adalah kandungan gizinya yang luar biasa. Tempe mengandung protein tinggi, sekitar 20 gram per 100 gram atau setara dengan dua per tiga bagian dada ayam dalam ukuran yang sama. Selain itu, tempe juga kaya akan serat, vitamin B, dan isoflavon yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi gejala menopause. Proses fermentasi yang dilakukan pada kedelai juga meningkatkan penyerapan nutrisi, menjadikan tempe mudah dicerna dan lebih bergizi dibandingkan banyak produk olahan lainnya.

Di Inggris, tempe dianggap sebagai superfood. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Tempe juga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan. Proses produksinya lebih efisien dibandingkan dengan daging, dengan jejak karbon yang lebih rendah. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen tentang pentingnya pola makan yang berkelanjutan. Tempe juga lebih terjangkau dan tidak memerlukan pengolahan yang rumit, menjadikannya alternatif protein yang praktis untuk sehari-hari.

Fleksibilitas dalam mengolah tempe menjadi salah satu daya tarik utamanya. Tempe dapat dipotong, diasapi, digoreng, atau dijadikan bahan dasar berbagai hidangan seperti burger, taco, atau bahkan pasta. Banyak restoran di Inggris kini mulai menawarkan tempe sebagai bahan utama dalam menu mereka, dari hidangan Asia hingga masakan Barat.

Kendati tempe di luar negeri identik dengan diet vegetarian dan vegan, kenyataannya, banyak orang non-vegan juga mulai mengadopsinya dalam pola makan mereka, layaknya yang terjadi di Indonesia. Tempe menjadi pilihan yang populer di kalangan fleksitarian, mereka yang memilih mengurangi konsumsi daging tanpa harus sepenuhnya menghilangkannya dari diet mereka.

“Kini, orang-orang di Inggris menyadari bahwa tempe adalah superfood yang kaya nutrisi,” ungkap penulis buku The Indonesian Table Petty Elliott sebagaimana dinukil dari The Guardian, Minggu (28/9/2025).

Dengan semakin banyaknya orang yang mencari alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan, tempe diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam tren makanan sehat di Inggris.

Siapa sangka ya, Gez, tempe yang biasa kita lihat di mana-maan kini jadi salah satu penganan yang populer di Inggris. (Arie Widodo/E07

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: