BerandaHits
Jumat, 19 Mei 2022 17:29

Dianggap Jadi Menyeramkan, Rumah Bekas Lokasi Syuting KKN di Desa Penari Dijual!

Rumah bekas lokasi syuting KKN di Desa Penari dijual. (Kumparan/Tugu Jogja/Erfanto)

Rumah bekas lokasi syuting film KKN di Desa Penari dijual oleh pemiliknya karena dianggap semakin menyeramkan. Bahkan, harga jualnya juga cukup murah, Millens, yakni Rp 60 juta!

Inibaru.id – Film KKN di Desa Penari sukses besar karena ditonton lebih dari 6 juta penonton sejak kali pertama tayang. Bahkan, film ini juga sukses bikin kehebohan yang sama di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Banyak orang yang bahkan sampai penasaran dengan bekas lokasi syuting dari film ini.

Meski kabarnya kejadian nyata dari KKN di Desa Penari ada di Jawa Timur, nyatanya pengambilan gambar film ini dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yang paling terkenal adalah di Jembatan Plunyon Kali Kuning Sleman, Batu Kapal Bantul, hingga Rumah yang ada di perkebunan yang berlokasi di Pedukuhan Ngluweng, Kelurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Gunungkidul.

Nah, cerita soal rumah di Ngluweng ini cukup menarik. Soalnya, ada kabar kalau rumah dengan ukuran 8 x 12 meter ini jadi makin menyeramkan dan kini bakal dijual dengan harga yang cukup murah, yakni Rp 60 juta.

“Sekitar dua tahun lalu syutingnya, sebelum Covid-19, November 2019. Syuting di sini sekitar sebulan,” jelas warga Ngluweng, Danuri, Rabu (18/5/2022).

Saat itu, Mbah Ngadiyo dan istrinya masih tinggal di rumah berdinding kayu dan bambu tersebut. Tapi, beberapa bulan setelahnya, keduanya pindah ke Kelurahan Banaran, Playen.

“(Ngadiyo) pindah sekitar 1,5 tahun. Ya kemungkinan itu (rumahnya jadi seram) setelah syuting. Yang punya rumah sakit kemudian tinggal bersama anaknya di Kelurahan Banaran, Playen,” lanjut Danuri.

Setelah itu, Mbah Ngadiyo meninggal. Istrinya pun enggan untuk tinggal di rumah tersebut karena mengaku rumahnya jadi lebih menakutkan usai dijadikan tempat syuting. Untungnya, uang sewa dari kru film ternyata cukup banyak sehingga istri Mbah Ngadiyo sampai bisa membeli properti lain berupa tanah.

Subardo, warga yang ikut berperan sebagai figuran di film KKN di Desa Penari. (Suara/Julianto)

Banyak Warga Berperan Jadi Figuran

Nggak hanya cerita soal rumah bekas syuting film KKN di Desa Penari yang bikin heboh, pengakuan warga yang jadi figuran film ini juga cukup menarik. Salah satunya adalah cerita laki-lai berusia 51 tahun bernama Subardo yang dibayar Rp 75 ribu sekali syuting.

“Saya itu didapuk jadi hantu,” jelas Subardo.

Lucunya, dia nggak boleh menghapus make-up hingga 24 jam. Bersama dengan figuran lainnya, mereka harus menunggu giliran syuting di dalam bus dengan AC yang terus menyala agar make-up-nya nggak luntur.

“Kasihan yang make-up-nya separuh wajah. Honornya sama tapi lebih susah,” jelasnya.

Keluarganya juga ada yang ikut main di film tersebut. Kedua mertuanya dan ayahnya juga mendapatkan peran hantu. Sementara itu, ibunya berperan sebagai nenek yang menjemur kain. Tetangga-tetangga lain juga mendapatkan peran yang berbeda. Total, ada 20 orang yang dilibatkan.

Yang menarik, Sukardi mendapatkan tugas ganda dalam pembuatan film ini. Nggak hanya ikut berakting sebagai warga pengumpul kayu dan harus melakukan pengambilan gambar tiga kali. Dia juga diminta untuk menjaga alat-alat syuting film pada malam hari dengan warga lainnya. Untungnya, honor tugasnya cukup besar, yakni Rp 2 juta per orang.

Sisi lain dari film KKN di Desa Penari memang semakin menarik untuk dibahas ya, Millens. Kamu sudah nonton belum nih, betewe? (Sua, Det, idx/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: