BerandaHits
Senin, 19 Sep 2021 17:00

Demi Penelitian, Lelaki Jepang Ini Dipaksa Hidup dengan Radiasi Nuklir Tingkat Tinggi

Hisashi Ouchi terkena radiasi nuklir di tempatnya bekerja. (Foto: NTV/BBC via Detik)

Kebayang nggak sih harus hidup dengan siksaan luar biasa akibat radiasi nuklir tingkat tinggi? Tapi inilah yang terjadi pada Hisashi Ouchi.

Inibaru.id – Pernah nggak sih kamu membayangkan ada orang yang harus hidup dengan radiasi nuklir di luar batas ketahanan manusia? Meskipun terdengar mengerikan, tapi ada lo manusia yang dipaksa hidup dengan tubuh penuh radiasi nuklir demi penelitian.

Namanya Hisashi Ouchi. Dia disebut sebagai contoh manusia yang dipaksa hidup tersiksa demi penelitian. Saking tersiksanya, dia sampai bilang nggak sanggup menanggungnya.

Gimana nggak, Millens, tubuh Hisashi Ouchi terpapar radiasi tingkat sangat tinggi, jauh melebihi batas yang dapat diterima manusia. Dia mengalami peristiwa ini di tempat kerjanya.

Tragedi yang dialami Hisashi Ouchi itu dikenal sebagai kecelakaan nuklir Tokaimura 1999 di Jepang. Meski begitu, Hisashi terus diupayakan bertahan hidup. Bahkan saat jantungnya sudah menyerah berdetak, tim dokter dan peneliti menghidupkannya kembali. Yap, mereka meneliti Hisashi sebagai manusia korban ledakan radiasi dalam jumlah besar.

Awal tragedi Hisashi Ouchi

Jadi Hisashi Ouchi merupakan salah seorang dari tiga karyawan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Tokaimura, yang terkena dampak parah dari kecelakaan pada 30 September 1999 ini. Ceritanya, menjelang tanggal 30 setiap bulan, staf di PLTN Tokaimura harus menjaga proses pelarutan dan pencampuran uranium oksida yang diperkaya dengan asam nitrat untuk menghasilkan uranil nitrat.

Produk itu harus siap pada tanggal 28. Karena tenggat waktu terlalu mepet, uranil nitrat nggak disiapkan dengan baik oleh staf. Biar nggak kena marah para bos, mereka akhirnya menempuh banyak jalan pintas. Cara yang mereka pakai adalah dengan mengolah produk dengan tangan. Padahal produk ini mengandung radioaktif sangat tinggi.

Produk radioaktif itu diubah menjadi bahan bakar nuklir yaitu uranil nitrat. Staf yang menangani operasi itu ada tiga, yakni Hisashi Ouchi, Masato Shinohara, dan Yutaka Yokokawa. Masalahnya, mereka semua kurang berpengalaman sehingga melakukan kesalahan.

Ilustrasi Hisashi Ouchi dibawa ke rumah sakit. (Dailystar)

Mereka menambahkan senyawa tertentu menjadi tujuh kali lipat dari jumlah yang disarankan. Akibatnya, terjadilah reaksi berantai yang nggak terkendali di dalam larutan.

Seketika, alarm radiasi Gamma pun berbunyi. Hisashi Ouchi dan dua rekannya langsung menyadari bahwa mereka telah berbuat kesalahan. Sayangnya, mereka nggak bisa berbuat apa-apa. Ketiganya terkena radiasi tingkat mematikan, jauh melebihi ambang batas manusia.

Radiasi yang diterima Hisashi Ouchi yaitu 17 sieverts (sv) karena dia berada paling dekat dengan reaksi, Shinohara terkena 10 sv, sementara Yokokawa mendapat 3 sv karena berada beberapa meter dari tempat reaksi. FYI, radiasi di atas 10 sv itu sangat mematikan.

Dampak radiasi

Bayangkan, Masato Shinohara saja yang lebih sedikit terkena radiasi dari Hisashi saja, cuma sanggup bertahan tujuh bulan di rumah sakit. Dia meninggal pada 27 April 2000 karena gagal paru-paru dan hati akibat radiasi.

Selama 7 bulan dirawat di Rumah Sakit Universitas Tokyo itu, dia menjalani beberapa prosedur seperti cangkok kulit, transfusi darah, dan perawatan kanker dengan hanya sedikit keberhasilan. Meski berat, nyatanya penderitaan Shinohara ini nggak separah Hisashi Ouchi. Hisashi mengalami luka bakar radiasi di sekujur tubuhnya. Jumlah sel darah putih Hisashi bahkan mendekati nol. Padahal, sel darah putih diperlukan untuk membentuk imun. Hisashi juga mengalami kerusakan parah pada organ-organ internalnya.

Dia hampir mati, tetapi staf rumah sakit terus berusaha merawatnya. Hisashi dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) untuk pengobatan kanker revolusioner guna meningkatkan jumlah sel darah putihnya selama satu minggu pertama.

Sama seperti Masato Sinohara, Hisashi Ouchi juga menerima banyak cangkok kulit dan transfusi darah. Hasilnya pun sama; nggak banyak membantu. Setelah seminggu perawatan, Hisashi mengatakan pada dokter, "Saya tidak tahan lagi... Saya bukan kelinci percobaan." Namun demi penelitian, pengobatannya terus berlanjut.

Bahkan, pada hari ke-59, Hisashi mengalami tiga serangan jantung dalam waktu kurang dari satu jam, namun dokter berhasil menghidupkannya lagi yang artinya memperpanjang penderitaannya. Barulah pada hari ke-83 dirawat, menjadi hari terakhir Hisashi Ouchi. Dokter nggak mampu menyelamatkannya karena kegagalan multi-organ.

Kasus Hisashi Ouchi inipun tercatat dalam buku-buku sejarah sebagai salah satu bentuk kekejaman dengan dalih penelitian. Lalu bagaimana dengan rekan Hisashi Ouchi, Yutaka Yokokawa? Setelah setengah tahun dirawat di rumah sakit, dia berhasil pulih.

Hm, mengerikan banget ya dampak radiasi nuklir yang mereka alami, Millens. (Kom/IB21/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kali Odo Semarang, Sungai yang Justru Deras saat Kemarau

7 Sep 2026

Hipdut, Perpaduan Hip-Hop dan Dangdut yang Dekat dengan Gen Z

8 Sep 2026

20 Kisah Perjuangan Bakal Diangkat Kemenbud ke Layar Lebar

9 Sep 2026

Jalan Pantura, Jalur Bersejarah yang Menjadi Urat Nadi Pulau Jawa

10 Sep 2026

Masuk Usia 17 Tahun, Warga Bakal Punya Rekening Berisi Rp50 Ribu

11 Sep 2026

First Look Film Animasi Timun Mas Dirilis, Bawa Dongeng Jawa ke Animasi Modern

12 Sep 2026

Mengulik Asal-usul Nama Pekalongan, dari Joko Bau hingga Naskah Sunda Kuno

14 Sep 2026

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

15 Sep 2026

25.000 Tahun Lalu, Manusia Purba Sulawesi Redakan Sakit Gigi dengan Pinang

16 Sep 2026

Film Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027

17 Sep 2026

Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Tanjung Priok

18 Sep 2026

Gatot, Jajanan Gunungkidul yang Konon Berasal dari Gaplek “Gagal Total”

19 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: