BerandaHits
Senin, 5 Okt 2025 09:01

Cerita Pheasant Island, Pulau yang Ganti Negara Setiap Enam Bulan

Pheasant Island di perbatasan Spanyol dan Prancis. (BBC/Paul Ivan Harris)

Di awal tahun sampai pertengahan tahun, Pheasant Island jadi milik Spanyol, di pertengahan tahun lainnya, pulau ini dimiliki Prancis.

Inibaru.id - Kepikiran nggak kalau ada sebuah pulau yang setiap enam bulan sekali ganti status kewarganegaraan? Hal ini beneran terjadi di Pheasant Island, sebuah pulau kecil yang ada di tengah aliran Sungai Bidasoa yang jadi perbatasan Spanyol dan Prancis.

Pulau yang juga dikenal dengan nama Isla de los Faisanes ini punya sejarah panjang perundingan dan perdamaian saat kedua negara tersebut masih berbentuk kerajaan pada masa lalu.

Cerita tentang pulau ini bermula pada tahun 1659, ketika Perjanjian Pyrenees ditandatangani di Pheasant Island, mengakhiri konflik panjang antara kedua kerajaan tersebut. Perjanjian ini menetapkan batas resmi antara wilayah Prancis dan Spanyol, dengan pulau ini menjadi simbol perdamaian yang baru tercipta.

Setiap tahun, pada dua waktu yang ditentukan, pulau ini secara resmi beralih "kewarganegaraan". Pada tanggal 1 Februari, pulau ini berada di bawah kendali Spanyol, dan pada 1 Agustus, ia kembali ke Prancis. Di antara dua negara ini, terdapat sebuah monumen yang dikenal sebagai Monument to Peace in the Pyrenees, yang memperingati perjanjian yang mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun dan menetapkan aturan perbatasan unik tersebut hingga sekarang.

Sayangnya, meski punya pemandangan unik dan status yang menarik, pulau ini tidak dapat diakses sembarangan oleh wisatawan. Sebagai wilayah yang dikelola oleh militer, pengunjung hanya bisa menginjakkan kaki di pulau ini selama upacara pergantian status kepemilikan negara yang dilaksanakan dua kali setahun. Pada saat tersebut, kedua negara mengirimkan delegasi resmi untuk melaksanakan seremonial militer, lengkap dengan pakaian resmi, yang menambah keistimewaan dan kesakralan acara tersebut.

Pheasant Island ada di perbatasan Spanyol dan Prancis. (Google Street View)

Keunikan Pheasant Island tidak berhenti di situ. Pulau ini juga menjadi tempat bertemunya dua budaya besar, yakni budaya Prancis dan Spanyol, yang sama-sama dipengaruhi oleh warisan Basque yang kuat. Orang Basque, yang dikenal dengan bahasa dan tradisi mereka yang unik, menjadikan pulau ini sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas mereka.

Di sisi Prancis, kota Hendaye menjadi tempat terbaik untuk mengagumi Pheasant Island. Sementara di sisi Spanyol, kota Irun menawarkan wawasan tentang sejarah dan budaya wilayah tersebut. Di Irun, museum seperti Oiasso Roman Museum menceritakan kisah panjang dari kota perbatasan ini, termasuk bagaimana Pheasant Island menjadi tempat pertemuan para raja dan penandatanganan perjanjian-perjanjian penting.

Sebagai sebuah perbatasan yang terus-menerus berganti status, Pheasant Island adalah sebuah pengingat yang kuat akan pentingnya perdamaian dan diplomasi, serta bukti betapa sejarah dapat mengubah sebuah pulau kecil menjadi simbol perdamaian antarbangsa.

Bagi para pecinta sejarah atau mereka yang tertarik dengan keunikan geopolitik, Pheasant Island menawarkan pengalaman yang tak terlupakan, sebuah perbatasan yang tidak hanya menghubungkan dua negara, tetapi juga mempertemukan masa lalu dan masa kini.

Jadi, jika suatu saat kamu berkunjung ke Prancis atau Spanyol, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung salah satu perbatasan paling unik di dunia ini. Siapa tahu, mungkin kamu akan berkesempatan untuk menginjakkan kaki di pulau yang hanya dapat dijangkau setiap enam bulan sekali ini, Gez! (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: