BerandaHits
Selasa, 29 Jan 2024 11:19

Caleg Bagi-Bagi Barang: Boleh Asal Nggak Lebih dari Rp100 Ribu

Politik uang nggak selalu berwujud uang, tapi bisa berupa sembako, kuota internet, dan lainnya. (Istimewa)

Bolehkah kita menerima barang-barang yang dibagikan oleh caleg? Jika barang itu adalah suvenir berupa kaos, topi, mug, payung, dan nilainya nggak lebih dari Rp100 ribu boleh, kok.

Inibaru.id - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, isu politik uang semakin santer terdengar. Banyak pihak yang menjanjikan sejumlah uang kepada masyarakat dengan catatan mereka harus memilih capres atau caleg yang ditentukan. Tentu saja hal ini melanggar prinsip demokrasi yang menjamin kebebasan dalam menentukan pilihan pemimpin, dong?

Tapi, ada satu hal yang perlu kamu tahu nih, Millens. Dalam masa kampanye 2024, capres atau caleg boleh membagikan barang-barang asal nilainya nggak melebihi Rp100 ribu. Barang itu dibagikan mereka kepada masyarakat sebagai bahan kampanye.

Hal itu dibenarkan oleh anggota Bawaslu Solo Poppy Kusuma. Namun, dia mengingatkan nggak semua barang bisa dibagikan kepada masyarakat dalam konteks itu. Barang yang nggak dibolehkan antara lain sembilan bahan pokok (sembako) dan uang.

"Kalau sembako dan uang nggak boleh. Bisa masuk potensi politik uang," katanya, dikutip dari Solopos (4/12/2023).

Selain itu, pemberian biaya transportasi dan makan-makan dalam bentuk uang juga nggak boleh. Larangan-larangan itu diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15/023.

Di aturan tersebut dikatakan, bahan kampanye bisa dalam bentuk berbagai barang. Dan setiap bahan kampanye yang dipasang atau dibagikan kepada masyarakat nggak melebihi Rp100 ribu.

Di PKPU juga dirinci berbagai barang yang bisa jadi bahan kampanye. Misalnya selebaran, brosur, pamflet, stiker, pakaian, penutup kepala, alat minum/makan, kalender, kartu nama, pin, alat tulis, dan atribut kampanye lain sesuai ketentuan. Saat membagikan bahan kampanye, capres atau caleg itu mempromosikan dirinya untuk dipilih.

“Namun kalau membagikan sembako nggak boleh ya! Apalagi sambil meminta dukungan atau meminta dipilih ke warga," kata Poppy.

Politik Uang Bisa Berupa Barang

Anggota Bawaslu Solo Poppy Kusuma menyatakan bahwa dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15/023, caleg nggak boleh membagi sembako sambil meminta dukungan. (Detik/Bayu Ardi Isnanto)

Meski aturan tentang pemberian barang sudah jelas ditentukan dalam PKPU, fakta di lapangan berkata lain, kan? Masih banyak pihak yang mempraktikkan politik uang untuk mendulang suara. Lebih dari itu, perlu kita pahami, politik uang nggak melulu berwujud uang.

Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan politik uang nggak hanya larangan membagikan duit ke masyarakat. Memberikan barang dengan maksud tertentu juga disebut politik uang.

"Yang disebut politik uang secara langsung itu adalah bahwa apapun bentuknya, namanya saja politik uang, tapi, bentuknya boleh jadi apa saja," kata Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat (Dikpermas) KPK Wawan Wardiana, dikutip dari Media Indonesia (15/9/2023).

Di kalangan anak muda, politik uang juga banyak bentuknya. "Kalau anak-anak muda, milenial, mungkin bukan berupa uang. Boleh jadi token listrik, mungkin kuota game, itu kan sama saja, bentuknya saja yang berubah," ucap Wawan.

Nah, mulai sekarang, kamu bisa membedakan mana barang yang disebut sogokan, mana yang dibolehkan. Kalau sekadar souvenir atau camilan itu nggak masalah ya, Millens. Karena pada dasarnya, pihak caleg juga telah mempersiapkan dana sosialisasi. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: