BerandaHits
Kamis, 19 Apr 2023 15:54

Besok! Gerhana Matahari Hibrida, Fenomena Langka Jelang Idulfitri

Ilustrasi: Gerhana Matahari Hibrida. (Dok. Times of India)

Tepatnya Kamis 20 April, Gerhana Matahari Hibrida akan berlangsung di Indonesia. Gerhana ini terbilang unik karena wilayah yang dilalui jalur gerhana akan mengalami gerhana matahari total, sedangkan wilayah lainnya mengalami gerhana matahari cincin.

Inibaru.id - Menurut peneliti astronomi dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), gerhana matahari hibrida merupakan fenomena langka yang jarang terjadi di wilayah yang sama. Gerhana matahari ini mengalami dua fase sekaligus, yaitu fase cincin dan fase total. Fenomena ini akan membuat langit menjadi gelap di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di bagian timur.

Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Antariksa BRIN Johan Muhammad menyampaikan, terjadinya gerhana Matahari hibrida disebabkan oleh berubahnya jarak antara permukaan Bumi yang melengkung dengan Bulan sebagai objek yang menghalangi Matahari saat gerhana.

Menurut Johan, Gerhana Matahari Hibrida merupakan gerhana yang sangat spesial karena jarang terjadi.

"Gerhana Matahari total secara singkat akan teramati di wilayah Indonesia bagian timur, sekitar satu menit. Sementara, daerah Indonesia lainnya akan mengalami gerhana matahari parsial. Gerhana matahari ini akan teramati sebagai gerhana matahari cincin di wilayah selatan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik," jelas Johan.

Sebagian lintasan Gerhana Matahari Total 2023 akan melewati wilayah lautan seperti Laut Timor dan Laut Banda. Johan menuturkan, daratan yang dilalui jalur gerhana matahari total adalah sebagian Timor Leste dan beberapa daerah di Papua Barat.

"Sebelumnya, kami telah melakukan simulasi prakiraan penampakan Gerhana Matahari 2023 dengan menggunakan data efemeris bulan dan matahari yang diintegrasikan menggunakan pemprograman komputer, sehingga visualisasinya dapat ditampilkan sesuai dengan waktu dan lokasi pengamat berada," terangnya.

Berdasar prakiraan tim BRIN, alur gerhana matahari total yang akan terjadi di Biak adalah sebagai berikut; Mulai gerhana sebagian pada pukul 12.20 WIT, gerhana total pada pukul 13.56 WIT, puncak gerhana total pukul 13.57 WIT, akhir gerhana total pada pukul 13.57 WIT, dan akhir gerhana sebagian pada 15.26 WIT.

Johan menambahkan, adapun gerhana matahari sebagian dapat diamati dari Lampung dan Jakarta, yaitu mulai pukul 09.31 WIB, puncak gerhana sebagian pada pukul 10.44 WIB, dan akhir gerhana sebagian pukul 12.02 WIB.

Oh ya, sebagai informasi, jika kamu penasaran ingin menyaksikan fenomena spesial tersebut, pastikan kamu nggak melihatnya secara langsung ya, Millens. Kamu perlu menggunakan filter khusus matahari.

"Alat yang dapat digunakan untuk mengamati gerhana matahari adalah teleskop yang dilengkapi filter matahari, kacamata khusus gerhana matahari, kamera DSLR lensa telefoto yang dilengkapi filter matahari dan kamera pin hole (lubang jarum)," terang Johan.

BRIN Lakukan Penelitian

Dengan adanya fenomena ini Pusat Riset Antariksa BRIN akan melaksanakan pengamatan dan penelitian di Biak dengan membentuk 3 tim khusus. Tim pertama akan melakukan penelitian matahari yaitu melakukan prediksi penampakan korona dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence, serta analisis bentuk korona untuk mengetahui fase aktivitas Matahari.

Tim kedua melakukan penelitian ionosfer dimana mereka akan meneliti dampak gerhana matahari terhadap kondisi ionosfer di Indonesia. Sementara tim peneliti ketiga akan melakukan penelitian geomagnet yakni meneliti dampak gerhana terhadap aktivitas geomagnet.

"Penelitian-penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai dampak gerhana yang dapat berpengaruh pada teknologi-teknologi di Bumi yang berbasis teknologi antariksa seperti navigasi dan telekomunikasi,” papar Johan.

Tak berhenti di situ, Johan juga menuturkan bahwa penelitian-penelitian tersebut dapat jadi momentum untuk melakukan validasi model-model antariksa yang selama ini telah dibuat. Pengujian ini tentu sangat penting untuk mengetahui seberapa baik model yang ada sehingga dampak negatif cuaca antariksa dapat diantisipasi secara akurat. (Ike Purwaningsih/ E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: