BerandaHits
Minggu, 9 Feb 2019 10:28

Menghadapi Orang yang Mengamuk, Ini Saran Psikolog

Amukan Adi Saputra setelah ditilang oleh Polisi. (Instagram)

Bagaimana sebaiknya menghadapi seseorang yang tengah mengamuk seperti dalam kasus Adi Saputra yang tengah viral? Ini kata psikolog.

Inibaru.id – Video yang menunjukkan seorang pemuda yang mengamuk sambil membanting sepeda motor di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangerang, pada Kamis (7/2/2019) viral di media sosial. Sang pemuda mengamuk lantaran nggak terima ditilang oleh petugas kepolisian.

Kompas, Jumat (8/2) menulis, nggak hanya merusak kendaraannya, bantingan sang pemuda bernama Adi Saputra ini juga hampir mengenai teman perempuanya dan petugas yang sedang menilangnya. Anehnya, saat Adi sibuk membolak-balikkan motornya, nggak ada seorang pun yang menghentikannya. Hanya teman perempuannya yang sekali-kali memintanya berhenti.

Sering kali ketika melihat seseorang mengamuk, orang justru hanya mendiamkan. Apakah ini tindakan yang benar? Psikolog Kasandra Putranto menyebut tindakan orang-orang di sekitar Adi untuk membiarkannya begitu saja ternyata memang tepat mengingat amukannya nggak sampai membahayakan orang lain.

“Jangan asal ingin menenangkan orang yang sedang mengamuk. Kita harus analisa situasinya. Untuk posisi Adi saat itu dia tidak membahayakan orang lain jadi sebaiknya dibiarkan saja,” saran Kasandra.

Kasandra juga menyarankan siapa saja untuk menahan diri jika melihat orang yang mengamuk, apalagi jika nggak  memiiki kemampuan untuk menenangkan orang lain. Jika gagal membuatnya tenang, bisa saja orang yang berusaha menenangkan itu yang akan jadi sasaran amukan.

Lantas, bagaimana dengan sikap petugas membiarkan Adi merusak sepeda motor?

Kasandra menyebut hal ini sepertinya disebabkan oleh petugas yang menganggap sepeda motor ini milik Adi. Nggak  ada hukum yang bisa menjerat orang yang merusak barangnya sendiri.

“Meskipun tetap tenang, petugas atau orang lain juga harus waspada dengan amukan seperti yang Adi lakukan karena ada kemungkinan dia melakukan serangan fisik secara tiba-tiba,” saran Kasandra.

Jika amukan seseorang sudah sampai ingin menyerang orang lain, barulah orang ini harus ditenangkan.

“Jika perlu, harus dipaksa untuk ditenangkan agar tidak sampai membahayakan orang lain,” pungkasnya.

Millens pernah nggak melihat orang yang mengamuk di jalanan hanya karena ditilang oleh polisi sebelumnya? (IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: