BerandaHits
Minggu, 13 Feb 2021 10:00

Aksi Brutal ISIS, Penggal Arkeolog Hingga Rusak Situs Warisan UNESCO

ISIS yang melancarkan serangannya. (CNN Indonesia)

Setelah menguasai wilayah Palmyra, ISIS kemudian melancarkan operasi brutalnya. Nggak hanya menghancurkan situs bersejarah, mereka juga membunuh seorang arkeolog dengan cara dipenggal.

Inibaru.id – Khaled al-Asaad merupakan seorang arkeolog yang mengabdikan lebih dari 50 tahun hidupnya untuk Palmyra, yang terletak di sebuah oasis di Gurun Suriah di timur laut Damaskus. Dia merupakan arkeolog lawas yang sangat dihormati namun harus meninggal karena kekejaman ISIS.

Asaad pensiun sebagai kepala situs barang antik pada 2003 silam. Namun dirinya terus melakukan penelitian di wilayah tersebut sampai wilayah itu jatuh ke tangan ISIS. Padahal tiga dari putra dan menantunya, yang juga arkeolog, telah melarikan diri ke ibu kota dengan membawa ratusan artefak berharga dari museum di kota modern terdekat, Tadmor, ketika para militan mendekat.

“Saya dari Palmyra dan saya akan tetap tinggal di sini bahkan jika mereka membunuh saya." katanya yang bersikeras untuk tetap tinggal di rumahnya.

Khaleewd dibunuh secara brutal. (Loop Tonga)

Arkeolog berusia 82 tahun tersebut kemudian diinterogasi ISIS terkait lokasi artefak lain yang disembunyikan. Lelaki malang tersebut kemudian dipenggal di sebuah lapangan di Tadmor pada bulan Agustus setelah menolak untuk mengungkapkan lokasi artefak berharga tersebut.

Kabarnya, sebuah foto yang menunjukkan tubuhnya terikat ke tiang, dengan plakat di sampingnya yang menuduhnya sebagai "direktur penyembahan berhala" Palmyra kemudian disebarkan oleh para aktivis. Direktur Jenderal Unesco saat itu, Irina Bokova, mengungkapkan alasan pembunuhan keji tersebut yaitu karena Asaad nggak akan mengkhianati komitmennya yang tinggi pada Palmyra.

Penemuan satu di antara tiga bagian tubuh yang ditemukan Kahloul, timur Palmyra diyakini merupakan jasad Asaad. Untuk itu tes DNA akan dilakukan untuk memastikan identitas jasad tersebut. Beberapa rangkaian kekejaman juga terus berlanjut.

Mereka juga merusak tetrapylon. (Aphrodisias)

ISIS juga menghancurkan beberapa bagian ikonik Palmyra dari abad ke-1 dan ke-2 yang dianggap berkaitan dengan penyembahan berhala seperti Kuil Baalshamin serta gapura kemenangan kota, tujuh menara pemakaman, hingga tetrapylon yang merupakan bagian dari Teater Romawi.

Kelompok ini pernah menguasai 88.000 km persegi wilayah yang membentang dari Suriah barat hingga Irak timur dan memberlakukan aturan brutalnya pada hampir delapan juta orang. ISIS kemudian dipukul mundur pada 2019. Tapi, PBB memperkirakan lebih dari 10.000 militan ISIS tetap aktif di Suriah dan Irak.

Kelompok mereka juga diyakini tetap terorganisir dalam sel-sel kecil yang kemungkinan akan terus menimbulkan kerusakan di dua negara tersebut. Duh kejam banget ya kelakuan mereka! (BBC/IB27/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Menilik Keindahan Curug Merak di Kabupaten Temanggung

12 Jan 2026

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

12 Jan 2026

Belenggu Musim Baratan bagi Nelayan; Gagal Melaut dan Terjerat Lintah Darat

12 Jan 2026

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

12 Jan 2026

3 Kode dari Tubuh Kalau Kamu Alami Intoleransi Gluten!

12 Jan 2026

Akses Jalan Mulai Terbuka, Desa Tempur Jepara Perlahan Bangkit Pascalongsor

12 Jan 2026

'Project Y', Film Korea Terbaru yang Duetkan Aktris Papan Atas Korea Han So-hee dan Jun Jong-seo

13 Jan 2026

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

13 Jan 2026

Merti Sendang Curug Sari dan Kampanye 'Nggodog Wedang' Warga Pakintelan Semarang

13 Jan 2026

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

13 Jan 2026

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

13 Jan 2026

Bolehkah Makan Malam Cuma Pakai Buah?

13 Jan 2026

Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Merokok di Trotoar Kota Semarang?

14 Jan 2026

Paradoks Memiliki Anak di Korea, Dianggap Berkah Sekaligus Kutukan Finansial

14 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: