BerandaHits
Kamis, 21 Feb 2024 18:13

AHY Menteri, PKS Jadi 'Lone Ranger' Oposisi, Wacana Hak Angket Bakal Mati?

AHY diangkat jadi Menteri ATR/BPN, Partai Demokrat nggak lagi jadi oposisi. (Media Indonesia/Bary Fathahilah)

Masuknya AHY jadi menteri di Kabinet Jokowi membuat Demokrat keluar dari oposisi. Selain bikin PKS jadi satu-satunya partai di luar pemerintahan, apakah hal ini juga bakal memengaruhi wacana hak angket untuk mengusut kecurangan Pemilu 2024 yang belakangan ini digulirkan Paslon 03?

Inibaru.id – Jika di kesempatan-kesempatan sebelumnya pengangkatan menteri di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap sebagai hal yang biasa saja, pengangkatan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional jadi pembahasan hangat warganet dan masyarakat. Maklum, AHY adalah putra Susilo Bambang Yudhoyono, mantan presiden sekaligus tokoh paling berpengaruh dari Partai Demokrat.

AHY sendiri berstatus ketua umum dari partai yang identik dengan warna biru tersebut. Dia menggantikan posisi mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang digeser posisinya jadi Menteri Koordinator, Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) demi menggantikan Mahfud MD yang sebelumnya mengundurkan diri karena ikut dalam kontestasi Pilpres 2024.

“Saya kira Mas AHY cocok untuk memimpin Kementerian ATR/BPN karena lulusan manajemen, beliau sudah sangat siap,” ucap Presiden Jokowi pada acara pelantikan menteri yang digelar hari ini, Rabu (21/2/2024) di Istana Negara.

Apa yang diungkap Jokowi sebenarnya ada benarnya. Nyatanya, selain lulusan Akademi Militer (Akmil), AHY memiliki gelar Master of Science in Strategic Studies dari Universitas Teknolgi Nanyang, Singapura, Master in Public Administration dari Harvard University, dan Master of Arts in Leadership and Management dari Webster University. Bisa dikatakan, dari segi pendidikan dan pengalaman, AHY memang layak mendapatkan jabatan tersebut.

Meski begitu, banyak pihak yang menyebut keputusan untuk mengangkat AHY jadi menteri juga terkait dengan faktor politis. Salah satunya adalah cara Jokowi untuk mengajak Partai Demokrat untuk bergabung ke pemerintahan Jokowi. Asal kamu tahu saja, ya, semenjak Jokowi jadi presiden pada 2014, Demokrat selalu berada di posisi oposisi.

Dengan masuknya Demokrat, bertambah pula barisan partai yang bergabung dengan PDI-P, Golkar, Nasional Demokrat (Nasdem), PPP, Gerindra, PAN, dan PKB. Bisa dikatakan, koalisi pemerintahan Jokowi kini menguasai 525 dari total 575 kursi di DPR RI alias lebih dari 91 persen kursi parlemen. Satu-satunya partai yang jadi oposisi tersisa adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Kami ucapkan selamat kepada Partai Demokrat yang sudah masuk kabinet. Kami tetap memilih jalan di luar pemerintahan demi menjadi kekuatan penyeimbang dan menjaga roda pemerintahan berjalan dengan baik. Demokrasi harus tetap sehat jika ada proses check and balances,” terang Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhamamd Kholid sebagaimana dilansir dari Liputan6, Rabu (21/2).

Diangkatnya AHY jadi menteri membuat dugaan adanya deal politik bahwa Partai Demokrat juga bakal mendapatkan jatah menteri di pemerintahan Prabowo - Gibran. (Bbc/Antara)

Selain membuat jumlah oposisi di parlemen jadi semakin kecil, ada dugaan jika keputusan mengajak Partai Demokrat gabung koalisi ini demi menjegal isu hak angket yang baru-baru ini digulirkan paslon 03 Ganjar Pranowo untuk mengusut dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024. Selain itu, ada dugaan pula bahwa hal ini menjadi jaminan yang diberikan Koalisi Prabowo – Gibran yang memang selama ini didukung Jokowi ke Partai Demokrat bahwa mereka bakal mendapatkan jatah menteri.

“Agar bisa menghalau serangan lawan politik dari pihak oposisi, termasuk dalam hal isu hak angket ini. Selain itu, ada kemungkinan jika di masa pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin dapat satu jabatan menteri, bisa jadi di pemerintahan Prabowo – Gibran nanti bisa dapat juga,” ungkap pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin sebagaimana dilansir dari Bbc, Rabu (21/2).

Meskipun pengangkatannya menjadi pembicaraan banyak pihak dan membuat sejumlah pakar menduga adanya deal-deal politik tertentu, AHY nggak ambil pusing dengan hal tersebut.

“(Soal hak angket) Itu hak partai politik. Saya nggak pengin terjebak. Yang pasti kita harus move on. Lima sampai 10 tahun ke depan banyak tantangan dan sekarang harus mulai rekonsiliasi bangsa,” ucap AHY usai acara pelantikan.

Yap, menarik banget ya pengangkatan AHY jadi menteri di pemerintahan Jokowi ini. Kalau menurutmu, apakah memang hal ini bakal memengaruhi wacana bergulirnya hak angket terkait dengan dugaan kecurangan Pemilu 2024, Millens? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: