BerandaFoto Esai
Senin, 23 Agu 2020 09:14

Mengulik Dapur Pembuatan Wingko, Kue Asal Babad yang Populer di Kota Semarang

Wingko namanya. Bukan berasal dari Semarang, tapi populer di ibukota Jawa Tengah ini. Banyak yang familiar dengan rasanya, tapi nggak semua orang melihat dapur pembuatannya. Kamu juga penasaran? Yuk, intip dapur dan resep rahasiannya!

Inibaru.id - Nggak cuma lunpia, salah satu menu kuliner yang selalu mengingatkan kita pada Kota Semarang adalah Wingko. Populer di Kota ATLAS, wingko sebetulnya berasal dari satu daerah di dekat Tuban, Jawa Timur bernama Babad. Karena inilah masyarakat Semarang menyebutnya Wingko Babat.

Kota Semarang memang identik dengan wingko babat, yang hampir selalu menjadi buah tangan sekembalinya dari kota ini. Hampir semua orang familiar dengan rasanya yang manis dan gurih, tapi nggak banyak yang tahu gimana kue legit ini dibikin.

Penasaran dengan wingko, saya menuju Kota Lama, tempat yang dianggap sebagai ihwal segala hal tentang Kota Lunpia. Saya pun "terdampar" di dapur produksi wingko babat yang sudah beroperasi sekitar dua dekade lalu, yakni di Kelurahan Pekunden RT 06 RW 02, Kecamatan Semarang Tengah.

Perlu masuk ke lorong gang sempit dengan banyak belokan supaya bisa sampai ke lokasinya, bertemu Chandra, pemilik Wingko Babat Chandra KM Mutiara. Di dapurnya, Candra dibantu tujuh karyawan, yang masih anggota keluarganya sendiri, untuk memproduksi sekitar 800 wingko sehari.

Proses pengolahan wingko dimulai pukul 07.00 WIB. Kelapa muda parut, dicampur dengan ketan, garam, dan gula. Semua bahan lalu diolah jadi adonan yang bertekstur kenyal.

Lalu, dengan cekatan para karyawan membuat adonan menjadi bagian-bagian kecil berbentuk bulat pipih. Calon kue itu lantas disusun di atas loyang berlandaskan daun pisang, lalu dimasukkan ke oven.

Cuma butuh sekitar 10 menit supaya adonan Wingko Babat matang sempurna di dalam oven. Agar merata, sesekali adonan dibolak-balik.

Setelah matang, jadilah kue wingko yang siap disantap. Nggak cuma rasa asli, yakni kelapa muda, ada juga rasa durian, cokelat, dan nangka.

Oya, menikmati wingko paling nikmat adalah selagi hangat. Manis dan gurih. Kenyal, tapi renyah. Hm, bingung dengan rasa itu? Silakan cicipi sendiri dan nikmati rasa yang tertinggal! Ha-ha. (Triawanda Tirta Aditya/E03)

Para karyawan pak Chandra mulai mengolah kelapa muda sejak jam 7 pagi.<br>
Kelapa muda yang diolah masih sangat segar supaya menciptakan cita rasa yang lezat.<br>
Adonan dicampur dengan gula, garam, dan ketan. Lalu dibuat berbentuk bundar dengan ukuran kecil.<br>
Selain rasa original atau kelapa muda, ada juga rasa coklat, nangka, dan durian.<br>
Adonan yang siap di masukan ke dalam oven, terlebih dulu diletakkan diatas oven berlandaskan daun pisang.<br>
Adonan kemudian dimasukkan ke dalam oven selama 10 menit.<br>
Kalau adonan sudah berwarna kecoklatan artinya sudah nyaris matang.<br>
Wingko Babat yang sudah matang lalu di kemas, dalam satu bungkus ada 20 butir Wingko Babat.<br>
Satu bungkus Wingko Babat original hanya dihargai Rp 21 ribu, sedangkan yang bervariasi diibanderol Rp 23 ribu.<br>
Wingko Babat cocok dimakan saat masih hangat.<br>

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: