BerandaAdventurial
Selasa, 3 Nov 2025 09:01

Tuk Budoyo, Sumber Air yang Memancarkan Napas Budaya di Lereng Gunung Sumbing

Objek wisata Tuk Budoyo di Temanggung, Jawa Tengah. (Dimas Radit Prasetya)

Tuk Budoyo di Kabupaten Temanggung lebih dari sekadar mata air. Di lokasi yang sejuk dengan pemandangan alami yang cantik inilah, sejumlah tradisi rutin digelar.

Inibaru.id – Bagi banyak orang, Temanggung dikenal karena tembakaunya yang melegenda. Tapi siapa sangka, di balik hijaunya perkebunan dan sejuknya udara pegunungan, tersimpan sebuah tempat yang tak kalah menarik, yakni sebuah sumber air yang bukan sekadar menyegarkan, tapi juga sarat nilai budaya. Namanya Tuk Budoyo.

Berada di Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, destinasi wisata ini menyuguhkan kesejukan alami dari mata air di lereng Gunung Sumbing. Nama “Tuk Budoyo” sendiri berasal dari kata tuk yang berarti sumber air, dan budoyo yang berarti budaya. Jika disatukan, maknanya menjadi sumber air kebudayaan.

Dari namanya saja sudah terasa bahwa tempat ini bukan sekadar spot wisata, melainkan juga bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar. Di sini, air dan budaya seolah berpadu jadi satu napas yang menghidupi warga Temanggung dari masa ke masa.

Ritual, Alam, dan Warisan Tradisi

Bukan tanpa alasan Tuk Budoyo disebut cagar budaya. Tempat ini kerap dijadikan lokasi ritual adat yang berkaitan dengan penanaman tembakau, tanaman yang menjadi ikon daerah ini. Saat musim tanam tiba, warga setempat biasanya menggelar upacara tradisional untuk memohon berkah dan hasil panen yang melimpah.

Meski zaman sudah berubah, masyarakat sekitar Tuk Budoyo tetap teguh mempertahankan adat leluhur mereka. Buat wisatawan dari luar daerah, hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak yang datang ke sini bukan hanya untuk menikmati keindahan alamnya, tapi juga untuk menyaksikan langsung kearifan lokal yang masih lestari.

“Pas ke sini saya sempat ketemu juru kuncinya. Katanya, di malam-malam tertentu sering ada peziarah yang datang untuk berdoa,” ujar Eggi Marenda, seorang pengunjung asal Magelang yang datang pada Agustus 2025. “Pemandangannya bagus banget, udara sejuk, benar-benar menenangkan.”

Pemandangan Lereng Gunung yang Bikin Betah

Dikelilingi ladang, pemandangan alam di Tuk Budoyo cukup menarik. (Gisella Uci)

Karena berada di kaki Gunung Sumbing, pemandangan di Tuk Budoyo sudah pasti bikin mata segar dan hati adem. Hamparan pepohonan hijau, udara pegunungan yang bersih, dan suara gemericik air dari sumbernya jadi kombinasi sempurna untuk melepas penat.

Tak sedikit juga yang menjadikan lokasi ini sebagai jalur olahraga favorit, terutama untuk gowes santai di pagi hari. Jalannya sudah bagus dan mudah dilalui. “Aksesnya memang agak menantang, tapi aspal dan beton sampai lokasi. Kalau bawa mobil, pastikan skill nyetirmu oke karena ada tanjakan curam dan tikungan tajam,” kata Aprie Yanto, pengunjung lain yang datang pada Oktober 2024.

Fasilitas Lengkap, Tiket Gratis

Selain panorama yang memesona, Tuk Budoyo kini juga telah ditata dengan rapi. Pemerintah melalui Kementerian PUPR sempat membantu pengembangan kawasan ini pada 2018, sehingga fasilitasnya makin nyaman. Di sini tersedia gazebo, plaza, pendopo, toilet, musala, food court, hingga penerangan malam. Ada juga bangku-bangku untuk bersantai sambil menikmati semilir angin dari kaki gunung.

Yang lebih menyenangkan, tidak ada tiket masuk ke Tuk Budoyo. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Tempat ini juga buka 24 jam, meski waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hingga sore hari agar bisa menikmati suasana alam yang lebih terang dan hangat.

Dengan perpaduan antara keindahan alam dan kekayaan budaya, Tuk Budoyo bukan sekadar destinasi wisata, tapi juga ruang spiritual dan sosial bagi masyarakat Temanggung. Sebuah tempat di mana alam dan manusia saling menghargai, saling menjaga, dan hidup berdampingan dalam harmoni.

Kalau kamu lagi butuh tempat tenang tapi penuh makna, mungkin Tuk Budoyo bisa jadi pilihan pas untuk liburan akhir pekanmu. Siapa tahu, di sana kamu bisa ikut merasakan kesejukan mata air yang tak hanya menyegarkan tubuh, tapi juga menenangkan jiwa, Gez. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: