Inibaru.id - Pecinan Semarang nggak pernah kehabisan cerita, Millens! Di tengah gang sempit yang aroma hio-nya khas banget, berdiri sebuah bangunan megah yang jadi saksi bisu perjalanan komunitas Tionghoa sejak ratusan tahun lalu. Apalagi kalau bukan Kelenteng Tay Kak Sie.
Kelenteng ini bukan cuma sekadar tempat ibadah biasa. Ada alasan mendalam di balik namanya yang indah dan koleksi dewa-dewinya yang super lengkap.
Berlokasi di Gang Lombok, kelenteng ini sangat mencolok sehingga kamu bakal dengan mudah menemukannya. Arsitekturnya klasik dengan dominan warna merah. Eits, Tay Kak Sie bukan cuma "klenteng tua", tapi juga pusat spiritual yang punya gelar mentereng: Kuil Kesadaran Agung.
Sebagai informasi, kelenteng ini pertama kali dibangun pada tahun 1746 oleh dua pedagang bernama Kho Ping dan Bon Wie. Bayangkan, bangunan ini sudah bertahan lebih dari 280 tahun tapi bentuk dasarnya masih tetap autentik. Keren banget, kan?
Arti di Balik Nama "Kesadaran Agung"
Mungkin banyak yang penasaran, kenapa sih namanya harus Tay Kak Sie? Nama ini ternyata punya makna filosofis yang dalam. Dalam bahasa Mandarin, Tay Kak Sie secara harfiah berarti "Kuil Kesadaran Agung".
Penamaan ini bukan sembarangan, lho. Nama tersebut tercatat resmi berasal dari masa pemerintahan Kaisar Dao Guang (1821–1850) dari Dinasti Qing. "Tuan rumah" atau dewa utama di sini adalah Dewi Kwan Im yang dikenal sebagai Dewi Welas Kasih. Gelar "Kesadaran Agung" seolah menjadi pengingat bagi setiap pengunjung untuk selalu mencapai tingkat spiritualitas dan welas kasih yang tinggi.
Bukan Sekadar Nama, Koleksinya pun Luar Biasa
Salah satu alasan kenapa Tay Kak Sie sering disebut sebagai "Klenteng Besar" adalah jumlah patung dewanya yang melimpah. Kalau kelenteng lain di Semarang rata-rata hanya punya sekitar lima patung dewa, Tay Kak Sie punya 29 patung dewa!
Andre, pengurus kesekretariatan kelenteng, menjelaskan kalau kelengkapan patung inilah yang bikin Tay Kak Sie jadi rujukan utama bagi warga maupun wisatawan yang ingin belajar tradisi Tionghoa secara utuh.
Kenapa Namanya Gang Lombok?
Nggak cuma nama kelentengnya yang unik, nama lokasinya pun punya cerita seru. Dinamakan Gang Lombok karena konon dulu kawasan di sekitar kelenteng ini banyak ditumbuhi tanaman cabai alias lombok. Meski sekarang sudah nggak ada kebun cabainya, nama legendaris itu tetap melekat dan jadi salah satu destinasi wisata kuliner serta religi paling ikonik di Semarang.
Bagi warga sekitar, Tay Kak Sie bukan cuma soal bangunan tua, tapi tentang kesadaran untuk terus menebar kasih sayang seperti Dewi Kwan Im.
Wah, makin penasaran kan pengin melihat langsung keanggunan Kuil Kesadaran Agung ini? Pas banget nih, mumpung masih dalam suasana Imlek, kamu bisa mampir sambil menikmati lumpia legendaris yang ada di depannya. (Siti Zumrokhatun/E05)
