BerandaAdventurial
Kamis, 19 Feb 2020 11:00

Mulai Dikembangkan, Kini Berkeliling Desa Wisata Lembah Kalipancur Makin Asyik

Pesawat di Desa Wisata Lembah Kalipancur. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Desa Wisata Lembah Kalipancur menawarkan multi-wahana yang bisa dikunjungi pengunjung. Pengelolaan sempat mandek selama beberapa waktu, namun kini tempat wisata itu mulai dikembangkan menjadi lebih baik.

Inibaru.id – Nggak jauh dari Taman Sadeng di dekat Jembatan Kalipancur terdapat tempat wisata yang pernah booming bernama Desa Wisata Lembah Kalipancur. Lokasinya sangat teduh, tenang, dan tenteram karena dikelilingi oleh perbukitan. Warna hijau pohon sangat dominan menyambut mata pada tempat rekreasi yang beralamat di Jalan Raya Kalipancur Manyaran, Ngaliyan ini.

Di dalamnya terdapat banyak wahana wisata menarik untuk para pengunjung. Dari Japanese Village, Western Village, Fisherman Village, Floating Market, Green House, Dermaga, kolam renang, ruang serba guna, pesawat (tempat meeting), hingga aneka kandang hewan yang bisa diajak berinteraksi dari kuda, sapi, kambing, rusa, dan marmut.

Koleksi rusa jawa di Desa Wisata Lembah Kalipancur. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Saya mengelilingi Desa Wisata Lembah Kalipancur pada Jumat (21/2), ditemani oleh Daryo selaku pengelola yang mengembangkan Japanese Village. Dengan menggunakan sepeda motor, Daryo menemani saya berkeliling. Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah pesawat, yang sepengamatan saya seperti habis dicat.

“Udah lama banget. Pesawat, itu mau diubah lagi. Kalau dulu itu untuk resepsi, pernikahan, kumpul, makan-makan,” kata Daryo ketika kami berada di bawah pesawat. Pesawat yang sejenis dengan Boeing ini dibeli khusus. Diangkut menggunakan tronton dengan membaginya dahulu menjadi tiga sebelum disambungkan lagi.

Daryo menceritakan, Lembah Kalipancur dimiliki secara pribadi oleh Nugroho, tapi karena Nugroho telah meninggal kini dipegang oleh istrinya.

Pengelolaan pernah tersendat dan bermasalah pada manajemen sebelumnya sehingga sempat mandek dan sepi. Namun kini di tangan manager baru bernama Novi dibantu Daryo dan rekan-rekan dalam manajemen mulai mengembangkan, menggeliatkan, dan meramaikannya lagi.

Danau kecil yang bersih dan asri. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Kandang rusa menjadi tujuan saya berikutnya. Jenisnya rusa jawa dan ada dua ekor. Keduanya bertanduk sehingga saya yakin berkelamin jantan. Di depan kandang rusa terdapat area marmut yang tengah berlari-lari di padang rumput. Marmutnya lumayan banyak. Daryo mengatakan nantinya pengunjung bisa berinteraksi dengan binatang lucu ini untuk memberi makan.

Di depan kandang rusa terdapat dermaga atau semacam danau kecil dengan bebek air. Direncanakan di dermaga itu pengunjung bisa menikmati pemandangan danau sambil makan di restauran yang berada persis di atas dermaga.

Ada pula semacam perkampungan cowboy ala Amerika atau yang kerap disebut Texas Village. Di sini saya menemukan banyak sapi gemuk berwarna cokelat jenis limosin. Nggak hanya itu, di sampingnya ada kandang kambing berbagai ras (jawa dan etawa) serta kandang kuda berbagai ras pula, dari kuda poni hingga kuda blasteran Sumba-Australia.

Gapura khas Jepang di area Japanese Village. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>

Saya sangat terpesona ketika berada di kandang kuda. Tiap kuda memiliki nama seperti nama manusia. Kuda-kuda di sini dirawat dengan sangat baik oleh salah satu pekerja bernama Bibit. Dia mengaku telah 11 tahun bekerja di Desa Wisata Lembah Kalipancur.

Nggak jauh dari Texas Village, ada pula Green House yang rencananya akan ditempati oleh burung-burung serta pohon-pohon pilihan. Hingga akhirnya kami sampai di Japanese Village yang awalnya merupakan kolam. Aneka bangunan khas Jepang, dari rumah gaya Jepang, jembatan, dan monumen khas Jepang tersedia di sana.

FYI, di Desa Wisata Lembah Kalipancur saat ini terdapat restoran pula di area depan tepat di samping Japanese Village. Buka dari pukul 9 pagi hingga 5 sore, setiap hari kecuali Senin. Kamu yang penasaran dengan wahana wisata di tempat ini boleh banget lo main, Millens. (Isma Swastiningrum/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: