BerandaAdventurial
Rabu, 3 Feb 2026 17:54

Mengintip Magisnya Desa Kasongan, Tempat Tanah Liat Berubah Jadi Karya Seni Dunia!

Gerabah hasil produksi di Desa Kasongan. (Jogjaprov)

Terletak di Bantul, Desa Wisata Kasongan menawarkan pengalaman seru mulai dari belanja gerabah estetik sampai belajar memutar tanah liat secara manual.

Inibaru.id - Kalau kamu lagi main ke Jogja, jangan cuma mentok di Malioboro saja, Gez! Coba deh melipir sedikit ke arah selatan, tepatnya di Kabupaten Bantul. Di sana ada satu desa yang "napas" warganya adalah tanah liat. Yup, apalagi kalau bukan Desa Wisata Kasongan.

Hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari Alun-Alun Utara, Kasongan bukan sekadar tempat belanja, tapi galeri seni raksasa yang sudah melegenda.

Begitu masuk gerbang desa, mata kamu bakal dimanjakan dengan deretan galeri yang memajang guci-guci cantik, pot raksasa, hingga pernak-pernik estetik. Warga di sini dijuluki "Kundi", alias ahli pembuat barang pecah belah. Kerennya, keahlian "mengempal-ngempal" tanah liat ini sudah diwariskan turun-temurun, lho!

Sejarah yang "Nyeleneh" tapi Nyata

Tahu nggak sih, Gez? Ternyata Kasongan jadi pusat gerabah berawal dari rasa takut warga pada masa penjajahan Belanda. Alkisah, ada seekor kuda milik reserse Belanda yang mati di sawah warga. Takut kena sanksi kolonial, si pemilik sawah malah melepaskan hak miliknya.

Tanah yang terlantar itu akhirnya nggak lagi digarap jadi sawah. Warga yang kehilangan mata pencaharian pun mulai putar otak dan mencoba mengolah tanah liat jadi mainan atau alat dapur sederhana. Siapa sangka, berawal dari "pelarian" justru jadi profesi utama yang mendunia!

Tahun 1971 jadi titik balik Kasongan. Seniman legendaris Sapto Hudoyo memberikan sentuhan artistik modern pada desain gerabah warga. Hasilnya? Produk Kasongan nggak lagi monoton. Sekarang, guci dan keramik dari Bantul ini sudah terbang jauh ke pasar Eropa hingga Amerika. Kelas banget, kan?

Pengalaman Seru: Belajar Jadi Perajin Seharian

Wisatawan juga bisa belajar mwmbuat gerabah. (Nagan Tour)

Bukan cuma cuci mata atau belanja, di Kasongan kamu bisa banget belajar bikin gerabah sendiri. Banyak galeri yang menyediakan paket wisata edukasi. Kamu bakal dipandu langsung oleh perajin lokal buat membentuk tanah liat di atas meja putar (perbot).

Coba deh bikin asbak atau vas mungil. Meski kelihatannya gampang, ternyata butuh kesabaran dan ketelitian tingkat tinggi, Gez! Hasil karyamu nantinya bisa dibawa pulang buat kenang-kenangan kalau kamu pernah jadi "seniman" di Kasongan.

Sekarang, produk Kasongan sudah berkembang pesat. Selain guci bermotif burung merak atau naga yang detail, kamu juga bisa nemuin souvenir pernikahan, hiasan dinding, sampai meja kursi dari tanah liat. Kreativitas warga memang nggak ada matinya; ada juga perabotan dari bambu dan bunga tiruan dari daun pisang kering.

Soal harga? Tenang, karena beli langsung di pusatnya, harganya sangat kompetitif. Dari yang ribuan perak sampai jutaan rupiah untuk guci raksasa, semuanya ada!

Kasongan adalah bukti kalau tradisi lokal bisa terus hidup kalau kita mau terus berinovasi.

Lengkap dengan fasilitas homestay dan kuliner khas Bantul, Kasongan cocok banget buat kamu yang pengin healing sambil belajar budaya. Gimana, siap bawa pulang guci estetik buat hiasan kamar? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: