BerandaAdventurial
Selasa, 10 Agu 2020 12:48

Mengintip Lumina, Objek Wisata Baru di Grand Maerokoco

Rumah adat dari berbagai negara di dunia bakal berderet menambah koleksi di Grand Maerokoco. (Inibaru.id/ Audrian F)

Di Grand Maerokoco akan ada objek wisata baru bernama Lumina. Seperti apa ya bentuknya?<br>

Inibaru.id - Pandemi corona dalam beberapa bulan terakhir berdampak besar bagi pemasukan segala sektor usaha, termasuk pariwisata. Namun, ini rupanya juga jadi waktu yang tepat untuk berbenah, dari renovasi hingga bikin wahana baru. Inilah yang dilakukan PRPP Jateng, tepatnya di Maerokoco.

Sempat ditutup lantaran pandemi, lokawisata andalan Kota Semarang yang terkenal dengan miniatur rumah adat pelbagai daerah di Jawa Tengah itu saat ini rencana bakal diberi tambahan objek wisata baru. Lumina Grand Maerokoco, namanya.

Lumina berlokasi nggak jauh dari wahana becak air dan hutan mangrove. Direktur PT PRPP Jawa Tengah Dra Titah Listiorini MM menjelaskan, bangunan-bangunan baru ini berbentuk miniatur rumah adat, sejalan dengan Maerokoco. Bedanya, yang baru ini bukan rumah adat lokal, tapi mancanegara.

“Kami ambil masing-masing dari lima negara, yakni dari Jepang, Turki, Meksiko, Santorini (Yunani), dan Arab,” jelasnya.

Masih dalam proses pembangunan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Masing-masing bangunan tersebut ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi (3D). Hm, bukan rumah yang bisa dimasuki sih, tapi kamu tetap bia berfoto-foto di depan rumah tiruan tersebut. Jadi, kamu bisa mengabadikan diri di sini.

Nggak cuma berfoto, nantinya pengelola Grand Maerokoco juga akan mempersiapkan pernak-pernik seperti lampu dan hiasan khas tiap negara, serta pakaian daerah asal negara tersebut.

“Harapan kami, pengunjung bisa menikmati kekhasan dari mancanegara,” tutur Titah, sapaan akrabnya.

Lumina saat ini masih dalam proses pembangungan. Titah menambahkan, kawasan yang dialokasikan sebagai Lumina itu semula hanyalah lahan kosong yang kumuh dan becek, yang masuk ke dalam kawasan mangrove buatan di Grand Maerokoco.

Direktur PT PRPP Jateng, Titah Listiorini, nggak ingin menghilangkan mangrove meski akan membuat objek wisata baru. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Eits, kendati berada di kawasan mangrove, bukan berarti pembangunan Lumina bakal mengorbankan hutan bakau yang tumbuh asri di kawasan wisata tersebut, kok. Titah mengungkapkan, hutan mangrove saat ini justru merupakan ciri khas dan menjadi daya tarik wisatawan ke Maerokoco.

“Oh, tentu tidak (dihilangkan). Kami nggak akan menghilangkan ciri khas kami,” akunya.

Titah menambahkan, hingga kini Grand Maerokoco masih punya misi yang sama, yakni memberikan edukasi kepada pengunjung terkait pentingnya hutan bakau, mulai dari ekosistem hingga manfaat tanaman yang telah dibudidayakan sejak 2007 tersebut.

Diperkirakan pada September objek wisata Lumina sudah bisa dikunjungi. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Oya, sebagai informasi, bertambahnya wahana baru ini bakal membuat harga tiket masuk Grand Maerokoco naik. Eits, tenang, nggak terlalu mahal, kok! Harga tiket yang semula dibanderol Rp 10 ribu per orang bakal naik menjadi Rp 15 ribu saat Lumina resmi beroperasi.

“Harga tersebut sudah kami perhitungkan. Dan, bisa dibuktikan, dibanding objek wisata lain di Kota Semarang, harganya terbilang murah,” pungkasnya.

Nah, buat kamu yang sudah penasaran bakal kayak gimana wahana baru tersebut, nantikan kehadirannya September mendatang ya. Namun, ingat, tetap terapkan protokol kesehatan yang ketat ya. Wisata boleh, teledor jangan! (Audrian F/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: