BerandaAdventurial
Kamis, 20 Nov 2019 19:30

Menengok Keadaan Sobokartti, Cagar Budaya yang Terlewatkan

Gedung Sobokarti dengan perpaduan konsep arsitektur pertunjukan Jawa dan pementasan barat. (Inibaru.id/ Audrian F)

Saya mengunjungi Gedung Sobokartti yang diarsiteki Thomas Karsten. Seolah terlewatkan, tempat ini belum mendapat perhatian pemerintah. Padahal sebagai cagar budaya, gedung ini sudah selayaknya diperhatikan.

Inibaru.id - Berwisata sejarah di Kota Semarang sejauh ini hanya berkutat di tempat-tempat yang itu saja, kalau nggak Lawang Sewu, Kota Lama, mentok juga Sam Poo Kong. Padahal ada banyak tempat bersejarah di Kota Semarang ini. Salah satunya, Sobokartti. Saya berniat mengetahui bagaimana keadaannya sekarang.

Sayangnya, saat saya sampai sedang nggak ada aktivitas latihan di sana. Tapi saya bertemu dengan Soetrisno dan Ahmad Nofal. Mereka adalah pengelola Gedung Sobokartti. Soetrisno kemudian mengaku kalau dia sudah dari 1986 menjadi penunggu gedung ini.

Soetrisno (76), sudah menjaga Gedung Soebokartti sejak 1984. (Inibaru.id/ Audrian F)

Gedung Sobokartti menurut catatan sejarah adalah gedung pertunjukan, Millens. Banar saja, ada loket pembelian tiket di situ.

“Itu loketnya sesuai tarif. Kalau yang tengah itu untuk VIP, sementara yang pinggir itu untuk harga yang lebih murah atau orang-orang biasa,” ujar Soetrisno sambil menunjuk, Kamis (14/11). Kemudian dia juga membeberkan kalau loket tiket tersebut terakhir beroperasi sekitar tahun 65-an. Lama banget ya, Millens?

Baca juga: Sobokartti, Gedung Pertunjukan Penyatu Golongan

Saya minta izin untuk memasuki Gedung Sobokarti. Di bagian dalam, saya melihat set gamelan di sisi kiri. Gamelan ini biasa dipakai buat latihan. Di tengah ruangan, kosong dan bersih. Bagian inilah yang menjadi panggung sementara bangku-bangku VIP tertata rapi di pinggir-pinggirnya.

Di sudut lain ada gamelan sepertinya sudah nggak terpakai lagi. Di belakang terpasang foto Mangkunegaran VII dan Thomas Karsten. Keduanya merupakan inisiator perkumpulan Sobokartti. Karsten juga yang menjadi arsitek gedung kesenian ini.

Loket karcis di Gedung Sobokartti. (Inibaru.id/ Audrian F)

Bukan Karsten namanya kalau nggak membuat orang kagum. Dengan piawai dia memadukan konsep panggung pertunjukan Jawa dan pementasan barat. Saya jadi membayangkan bagaimana hiruk-pikuk orang-orang zaman dahulu ketika menyaksikan pertunjukan di sini. Konon, di gedung ini kasta ditiadakan. Siapa pun bisa duduk di bangku VIP asalkan bisa membeli tiketnya. Catatan ini juga yang diutarakan Ketua Perkumpulan Seni-Budaya Sobokartti, Tjahjono Rahardjo.

“Nggak ada perbedaan kelas tentang siapa yang akan melihat pertunjukan di Gedung Sobokartti ini,” terang Tjahjono saat dihubungi lewat telepon, Jumat (15/11).

Menurut saya ini aneh. Kalau memang pengin menghilangkan penggolongan, kelas tiket harusnya sama. Kalau dipikir-pikir pastinya hanya kaum ningrat atau orang-orang londo yang sanggup membeli VIP kan? Anyway, apa pun alasannya gelaran kesenian gedung ini bisa memberi hiburan bagi rakyat yang hidupnya sengsara saat itu.

Saya kembali berkeliling. Ternyata tempat ini dibagi dua sisi. Di bagian kiri, tempatnya lengang. Hanya menjadi "gudang" barang-barang yang nggak terpakai. Di sebelah kanan digunakan untuk menaruh barang-barang perkakas pertunjukan dan kesenian.

Ruang proyektor yang sudah dipenuhi perkakas bekas. (Inibaru.id/ Audrian F)

Gedung Sobokartti ini juga memiliki ruangan proyektor yang digunakan untuk menonton film. Saya coba menengoknya. Ruangan tersebut harus dicapai dengan sebuah tangga. Gelap dan di dalamnya lagi-lagi ada perkakas kesenian yang sudah nggak terpakai.

Keluar dari gedung tersebut saya ditunjukkan sebuah pohon beringin oleh Ahmad Naufal. Kata dia di situlah para pemuda yang gugur dalam Pertempuran 5 Hari pernah dikebumikan.

Dalam bincang-bincang terakhir saya bersama Ahmad Naufal, dia membeberkan kalau Gedung Sobokartti ini adalah milik Perkumpulan Sobokarti. Segalanya digerakkan secara swadaya.

“Perkumpulan Sobokartti masih secara mandiri dalam mengelola gedung ini. Akhir-akhir ini Kota Lama direvitalisasi, tapi Sobokartti belum tersentuh,” ujarnya. Keaslian bangunannya akan terus kami jaga, pantang sekali untuk mengubahnya, bahkan memaku saja dilarang,” tutup Naufal.

Hm, sepertinya Sobokartti harus masuk list cagar budaya yang musti direvitalisasi Pemerintah ya, Millens. (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

25 Mei 2026

Jadi Wisudawan Terbaik UNRIYO, Pemuda Asal Semarang Ini Ingin Ciptakan Banyak Peluang Kerja

25 Mei 2026

Sebelum Nasi Mendominasi, Leluhur Kita Sudah Diversifikasi Pangan Sejak Dulu

26 Mei 2026

5 Tradisi Iduladha di Indonesia yang Unik, Sarat Makna, dan Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

28 Mei 2026

Congklak, Permainan Tradisional Tertua yang Kini Mulai Dilupakan

29 Mei 2026

Mengenal Thudong, Perjalanan Spiritual Para Biksu yang Selalu Mencuri Perhatian Saat Waisak

2 Jun 2026

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: