BerandaAdventurial
Senin, 17 Des 2017 04:09

Keelokan Garis-Garis Terasiring Panyaweuyan

Panorama terasiring di Panyaweuyan. (Instagram/okkasupardan)

Sawah dan kebun petani yang berpola terasiring di kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat menciptakan panorama elok yang rugi bila dilewatkan penyuka fotografi dan swafoto.

Inibaru.id – Kalau kamu suka bertualang di daerah pegunungan tapi nggak suka mendaki gunung, kamu bisa ke kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat. Di situ pemandangannya elok banget, terutama di perbukitan Panyaweuyan.

Perbukitan itu memang berada di kaki Gunung Ciremai, atau tepatnya di Dusun Cibuluh, Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Keelokan panoramanya terpusat pada pola terasering sawah dan perkebunan. Nggak heran, berkat keelokannya saat ini kawasan tersebut menjadi salah satu primadona wisata Jawa Barat.

Penduduk sekitar kawasan itu bermata pencarian dari bercocok tanam. Mereka bercocok tanam di lahan dengan kontur berundak-undak di atas perbukitan dengan kemiringan 25-40 derajat. Dengan lansekap seperti itu plus panorama pegunungan yang mengelilingi Panyaweuyan adalah daya tarik yang wah.

Ditulis Beritagar.id, keelokan panorama akan lebih memanjakan mata pada saat tanaman bawang daun sedang tumbuh. Kamu bisa menyaksikan keindahan alam dari jalan utama. Namun, kalau ingin lebih puas, kamu bisa naik ke ladang yang lebih tinggi lagi.

Baca juga:
Dari Rumah Pohon Banyu Anyep Terhampar Keindahan
Kampung Persahabatan Bukan Kampung Biasa

Dari lokasi yang lebih tinggi, sejauh mata memandang, kamu bakal disuguhi panorama keindahan terasering di kaki gunung itu. Bahkan menurut Klikhotel.com, kontur terasering nan menawan itu masuk ke dalam daftar tujuh tempat yang wajib dikunjungi ketika berwisata ke Majalengka.

Secara geografis, terasering berada pada ketinggian antara 400-2.000 mdpl. Selain udaranya yang sejuk, panorama di sana juga sering jadi objek fotografi. Kamu yang suka swafoto pun akan bisa memuaskan keinginanmu berjeprat-jepret.

Panorama Panyaweuyan paling makjleb akan kamu jumpai bila kamu ke sana pada pagi hari. Sinar mentari pagi yang hangat menyambut kedatanganmu, pada saat itu kamu akan menyaksikan aksi para petani yang bersiap-siap merawat bawang yang tersusun rapi dalam undakan terasering.

Ya, Sobat Millens, rentang waktu antara pukul 05.00 dan pukul 09.00  adalah waktu ideal untuk mengambil gambar lansekap di situ dengan segala aktivitasnya. Cahaya matahari yang tidak merata di setiap bukit akan memberikan bayangan dan objek potret menjadi lebih indah.

Jika kurang puas dengan satu lokasi, kamu bisa menyusuri setiap sela terasering untuk mendapatkan pemandangan dari sudut berbeda. Bahkan, kalau bersedia, kamu dapat melakukan aktivitas lain, misalnya ikut bercocok tanam membantu para petani.

Setelah itu, kamu dapat bermain air di Curug Apuy, Curug Puntang, dan Gua Lalay yang berlokasi tak jauh dari kawasan itu.

Baca juga:
Belajar dari Laba-laba, Orang Manggarai Menata Sawah
Sunset oh Sunset Sindangkerta...

Untuk memburu pagi di situ, ada baiknya kamu menginap di sekitar lokasi. Nggak perlu khawatir, beberapa hotel berbintang bisa jadi tempat menginap. Tarifnya berkisar Rp 200.000 hingga Rp 1 juta dengan jarak sekitar 9 hingga 20 km ke lokasi.

Kamu juga bisa menginap di rumah penduduk. Ada beberapa warga yang menjadikan rumahnya sebagai tempat inap. Kalau nggak, kamu bisa mendirikan tenda di titik-titik tertentu pada kawasan itu.

Yang jelas, panorama Panyaweuyan, khususnya pada pagi hari, layak kamu catat dalam agenda wsiatamu. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: