BerandaAdventurial
Jumat, 26 Jun 2025 09:05

Gunung Barujari, 'Anak' Rinjani yang Cantik di Kaldera Danau Segara Anak

Gunung Barujari yang muncul di sisi timur Kaldera Danau Segara Anak Gunung Rinjani. (Liputan6/Business Insider)

Meski terkesan mungil di tengah-tengah Kaldera Danau Segara Anak Gunung Rinjani yang luas, Gunung Barujari sebenarnya berada di ketinggian 2.296 mdpl, jauh lebih tinggi dari sejumlah gunung di Indonesia.

Inibaru.id – Nggak banyak yang tahu, di balik megahnya Gunung Rinjani yang menjulang di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, ada “bocah” yang lahir dari letusan sang induk. Namanya Gunung Barujari.

Jika diartikan dari bahasa setempat, namanya bermakna “gunung baru jadi”. Meski usianya jauh lebih muda, gunung ini punya kisah yang tak kalah menarik dari induknya yang tersohor jadi salah satu gunung yang pengin ditaklukkan banyak orang dari seluruh dunia.

Barujari terbentuk dari rangkaian letusan besar Rinjani, yang dulu dikenal sebagai Gunung Samalas. Letusan terbesar terjadi pada abad ke-13, menciptakan kaldera raksasa yang kini menjadi Danau Segara Anak. Dari danau inilah, Barujari muncul sebagai kerucut kecil di sisi timur. Ia muncul kali pertama pada 1944, dan terus aktif hingga letusan terakhirnya pada 3 November 2015.

Dengan ketinggian sekitar 2.296 meter di atas permukaan laut, Barujari tampak mungil dibandingkan induknya, Rinjani. Tapi, jangan salah, aktivitas vulkaniknya masih terus dipantau karena berpotensi membahayakan. Badan Geologi melalui PVMBG bahkan menyarankan wisatawan untuk nggak mendekat dalam radius 1,5 kilometer dari kawah karena kondisi yang belum sepenuhnya stabil.

Gunung Barujari menjadi titik pandang yang memukau bagi para pendaki yang tiba di Danau Segara Anak. Biasanya, pendaki yang telah mencapai puncak Rinjani akan turun dan bermalam di tepi danau.

Dari sini, pemandangan Barujari yang menjulang di tengah danau bak pulau kecil jadi latar sempurna untuk beristirahat, memasak, bahkan memancing.

Gunung Barujari dari tepi Danau Segara Anak Gunung Rinjani. (Jpnn)

Di sisi danau juga terdapat sumber air panas alami yang disebut Aik Kalak. Tempat ini menjadi favorit para pendaki untuk melepas lelah setelah perjalanan panjang. Tapi sayangnya, ketika jumlah pendaki membludak, kawasan ini juga rawan sampah.

Maka, sebagai pecinta alam, sudah semestinya kita nggak mengotori surga dunia tersebut dan membawa pulang kembali sampah kita sendiri.

O ya, ada fakta unik lain nih. Gunung Barujari sempat diabadikan dalam uang kertas pecahan Rp10.000 yang diterbitkan Bank Indonesia pada 1998. Potret gunung kecil ini berdiri gagah di tengah danau, dikelilingi tebing kaldera raksasa yang jadi saksi bisu kedahsyatan letusan ribuan tahun lalu.

Tak hanya menjadi bagian dari bentang alam, Barujari juga jadi latar dari lokasi di mana masyarakat setempat menjaga tradisinya. Umat Hindu di Lombok rutin menggelar upacara “Mulang Pakelem” di Danau Segara Anak, sebagai bentuk persembahan kepada alam dan penjaga gunung.

Gunung Barujari bukan hanya anak gunung biasa. Ia adalah simbol kebangkitan alam dari kehancuran, sekaligus pengingat bahwa bumi kita terus bergerak dan berubah.

Dan, jika kamu berniat mendaki Rinjani, sempatkan diri untuk menyapa sang “anak” Gunung Rinjani ini dari tepi danau, sambil merenungi betapa luar biasanya kekuatan alam yang kita pijak. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: