BerandaAdventurial
Rabu, 31 Des 2019 13:00

Dua Versi Asal Muasal Nama Kawasan Watugong Kota Semarang

Watugong tersebut saat ini diletakan di Vihara Budhagaya Watugong. (Inibaru.id/ Audrian F)

Bagi kamu yang tinggal di Watugong atau sering melintas sudah tahu asal-muasal namanya belum?

Inibaru.id - Ada yang tahu daerah Watugong? Yap, itu merupakan sebuah kawasan yang berada di jalanan lintas Semarang dan Ungaran. Tepatnya ada di Kecamatan Pudak Payung. Di daerah Watugong tersebut juga berdiri tempat beribadah umat Budha yang bernama Vihara Budhagaya Watugong.

Nama Watugong ternyata berasal dari sebuah batu yang berbentuk gong. Batu tersebut sekarang ditempatkan di Vihara. Nah, asal-usul watugong tersebut ternyata memiliki dua versi.

Hal itu dikatakan oleh Kasiri, pengelola Vihara Budhagaya Watugong. Menurutnya ada dua versi, yakni dari kacamata babad tanah jawi dan umat Budha

Yang pertama bedasarkan buku Babad Tanah Jawa, Watugong ini ditemukan oleh Sunan Kalijaga.

Waktu itu Sunan Kalijaga sedang mencari soko guru (tiang penyangga) Masjid Agung Demak. Dalam perjalanan Sunan Kalijaga mendapati pohon jati yang berpindah-pindah saat ditebang, hingga kemudian sekarang dinamakan dengan “Jatingaleh”.

Setelah selesai dengan itu, dia berseteru dengan sesosok makhluk halus yang bernama Wewe Gombel. Dari situ munculah nama “Bukit Gombel”. Pada perjalanan berikutnyalah dia mendengar suara gong dari dalam tanah. Yang kemudian dinamakan dengan “Watugong”.

“Dalam versi ini Watugong ditemukan tatkala Sunan Kalijaga melakukan perjalanan mencari soko guru,” ujar Kasiri.

Pengunjung mengabadikan diri di Watugong. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kemudian ada versi lain lagi yaitu dari kacamata umat Budha. Kalau yang ini penemunya adalah Goei Thwan Ling, seorang hartawan. Dulu dia adalah pemilik tanah yang sekarang berdiri Vihara Budhagaya Watugong ini.

Ceritanya, Goei Thwan Ling terkesan dengan Bhikkhu Ashin Jinarakkhita yang memimpin perayaan Waisak 2549 (1955) di Candi Borobudur. Karena itulah, Goei Thwan Ling menghibahkan tanahnya untuk dijadikan tempat ibadah umat Budha

“Goei Thwan Ling adalah penemu versi kedua. Kemudian dibangunlah Vihara Watugong ini. Dulu belum berbentuk bangunan. Masih Vihara kecil dari kayu,” ungkap Kasiri.

Letak Watugong saat itu masih berada di pinggir jalan. Namun karena adanya pelebaran jalan jadi harus dipindah ke bagian depan vihara. Sekaligus sebagai penanda masuk dengan Gerbang Sanchi. Kasiri juga menambahkan kalau watugong itu berbahan “andesit”.

Oh, jadi seperti itu ya, Millens, sejarah watugong yang sering kamu lewati. Kamu sendiri lebih percaya dengan versi yang mana? (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: