BerandaAdventurial
Selasa, 29 Jul 2019 18:36

Di Balik Indahnya Wisata Desa Kasongan, Tersembunyi Sejarah Pahit Penjajahan

Kerajinan gerabah kini menjadi komoditas Desa Kasongan. (Antaranews)

Seperti daerah lain di Indonesia, Desa Kasongan di Yogyakarta memiliki cerita pahit masa penjajahan. Terlahirnya desa ini nggak lepas dari kisah betapa lemahnya posisi para petani di mata para penjajah. Demi menghindari hukuman, mereka pun rela melepaskan harta.

Inibaru.id – Desa Kasongan terkenal dengan kerajinan gerabahnya. Desa yang berada di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta ini memang menjadi salah satu destinasi wisatawan domestik maupun internasional.

Bicara tentang kualitasnya, kerajinan gerabah di sana memang oke, lo. Dengan harga yang ramah pula di kantong, kamu bisa memuaskan hasrat belanjamu.

Meski sekarang kian berkembang, Desa Kasongan bukannya nggak pernah punya cerita sedih, Millens. Menilik sejarahnya, desa ini justru dibangun dari sejarah yang menyedihkan. Konon, sebelum berubah menjadi sebuah desa, wilayah ini dulunya merupakan persawahan milik beberapa warga.

Sayang, suatu hari, seekor kuda milik Reserse Belanda ditemukan mati di persawahan itu. Lantaran takut dijatuhi hukuman, para pemilik terpaksa melepaskan sawah mereka. Sawah-sawah itu akhirnya nggak terurus sehingga warga lain kemudian mulai datang dan membangun pemukiman di sana.

Tanahnya yang liat diolah menjadi perlengkapan rumah hingga mainan. Inilah titik balik perkembangan Desa Kasongan.

Seiring berjalannya waktu, Desa Kasongan kemudian berubah menjadi desa wisata dengan kerajinan gerabah sebagai salah satu komoditas utama. Nggak hanya memanfaatkan tanah liat, pengrajin pun memanfaatkan benda-benda lain seperti kayu, rotan, dan batok kelapa.

Jika kamu berbelanja di sana, nggak heran kamu bakal menemukan pelbagai barang-barang unik yang sayang untuk dilewatkan.

Kalau kamu pengin menyaksikan gimana benda-benda itu dibuat, datang saja ke rumah produksinya. Di sana, kamu bisa sekalian belajar membuatnya juga, lo. Segera agendakan ya! (IB15/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Ternyata Bumi Kita Nggak Seburuk Itu, Simak Kabar Baik Pemulihan Alam Belakangan Ini!

21 Jan 2026

Kata Pakar Soal Makanan yang Bisa Bertahan Lebih dari 12 Jam

22 Jan 2026

Apakah Indonesia Sudah Memasuki Puncak Musim Hujan?

22 Jan 2026

Tradisi Unik jelang Ramadan; Nyadran 'Gulai Kambing' di Ngijo Semarang

22 Jan 2026

Bukan Cuma Rokok, Tekanan Finansial Juga Jadi Ancaman Serius buat Jantung

22 Jan 2026

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

22 Jan 2026

Menurut PBB, Dunia Sudah Memasuki Fase Kebangkrutan Air Global!

23 Jan 2026

Waktu-waktu Terburuk untuk Liburan ke Jepang pada 2026

23 Jan 2026

Menghitung Jumlah Pengunjung Kota Lama Semarang, Gimana Caranya?

23 Jan 2026

Agenda Pembuka ICMSS ke-25, Investment Training: Strategi Berinvestasi untuk Pemula

23 Jan 2026

Dari Camilan Jadi Bahan Bakar; Ubi Kayu Kini Digenjot buat Industri Etanol!

23 Jan 2026

Inilah Senyawa Baru yang Bikin Kualitas Udara Kita Anjlok

23 Jan 2026

Berbahaya Nggak Sih Kebiasaan Terus Menancapkan Charger di Stop Kontak Meski Nggak Dipakai?

24 Jan 2026

Menariknya Asal-usul Nama Desa Tempur di Jepara

24 Jan 2026

Kampung Sporlan Semarang dan Episentrum Kelahiran Kereta Api di Indonesia

24 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: