BerandaTradisinesia
Senin, 23 Nov 2025 09:01

Uniknya Tradisi Begalan yang Memeriahkan Acara Pernikahan di Banyumas

Tradisi begalan di acara pernikahan di Banyumas. (Jejakpersepsi)

Dari namanya, tradisi begalan didasari oleh cerita legenda perampokan pada zaman dahulu. Tapi, mengapa kemudian tradisi ini malah dihadirkan di acara pernikahan, ya? Begini sejarahnya.

Inibaru.id - Di Banyumas, ada satu tradisi pernikahan yang selalu berhasil mencuri perhatian tamu undangan. Namanya begalan, sebuah pementasan yang memadukan humor, simbolisme, dan nasihat hidup dalam balutan budaya Banyumasan. Meski atmosfernya dibuat santai, tradisi ini punya makna mendalam untuk pasangan yang hendak memulai hidup baru.

Begalan biasanya dimainkan oleh dua laki-laki berpenampilan layaknya perampok, lengkap dengan dialog khas Banyumasan yang ceplas-ceplos tapi tetap sopan. Keduanya dikenal sebagai Surantani dan Suradenta, tokoh yang masing-masing mewakili keluarga mempelai perempuan dan laki-laki.

Mereka membawa brenong kepang, sejenis pikulan berisi alat-alat rumah tangga yang jadi simbol perjalanan hidup berumah tangga. Dari luar mungkin terlihat seperti properti untuk lawakan, tapi setiap alat ternyata membawa pesan yang tidak main-main.

Banyak cerita yang berkembang soal asal-usul tradisi ini. Salah satu kisah yang paling populer menyebutkan bahwa begalan terinspirasi dari perjalanan Adipati Wirasaba yang hendak mempersunting putri Adipati Banyumas. Dalam perjalanan tersebut, rombongan pengantin laki-laki dihadang para begal. Pertarungan terjadi, tapi akhirnya rombongan Adipati Wirasaba menang dan bisa melanjutkan perjalanan. Lokasi kejadian itu kini dikenal sebagai Sokawera.

Lalu, apa saja isi pikulan yang dibawa Surantani dan Suradenta itu? Alat-alat seperti ian, ilir, siwur, kendil, cething, hingga muthu semuanya punya nilai simbolik. Misalnya, padi melambangkan kerendahan hati layaknya peribahasa semakin berisi, semakin merunduk. Irus juga mengingatkan mempelai agar tidak tergoda oleh hal-hal yang bisa merusak rumah tangga.

Berbagai barang yang dibawa di tradisi begalan punya makna simbolik masing-masing. (Serayunews/Sabda Lutika)

Di sisi lain, pikulan adalah pesan bahwa suami dan istri harus berjalan beriringan, saling menyeimbangkan satu sama lain. Sementara kendil melambangkan kemampuan istri menyimpan rezeki dengan bijak. Simbol-simbol inilah yang menjadi inti dari begalan, yaitu hiburan yang penuh tuntunan.

Dalam pelaksanaannya, begalan biasanya digelar sebelum akad nikah. Namun kini banyak juga keluarga yang memilih menampilkannya setelah akad atau saat pengantin sudah duduk berdampingan di pelaminan.

Prosesi dimulai dengan gending Banyumasan, kemudian dua tokoh masuk dengan gaya kocak tapi tetap menjaga wibawa pengantin yang dianggap sebagai raja dan ratu sehari. Para pemain begalan memang diingatkan agar tidak berlebihan menggoda atau melibatkan pengantin dalam setiap banyolan, agar marwah prosesi pernikahan yang sakral tetap terjaga.

Yang membuat begalan begitu menarik adalah kemampuannya memadukan adat, pesan moral, dan hiburan dalam satu rangkaian. Tamu undangan biasanya ikut tertawa di setiap percakapan antara Surantani dan Suradenta. Tapi di balik tawa itu ada pesan tentang kesiapan mental, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam berumah tangga.

Karena dianggap penting, tradisi ini tetap lestari. Bahkan belakangan semakin banyak digelar. Kini, tradisi Begalan bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah doa dan harapan agar keluarga baru ini berjalan menuju kehidupan yang lebih baik. Keren banget ya, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

20 Kisah Perjuangan Bakal Diangkat Kemenbud ke Layar Lebar

9 Sep 2026

Jalan Pantura, Jalur Bersejarah yang Menjadi Urat Nadi Pulau Jawa

10 Sep 2026

Masuk Usia 17 Tahun, Warga Bakal Punya Rekening Berisi Rp50 Ribu

11 Sep 2026

First Look Film Animasi Timun Mas Dirilis, Bawa Dongeng Jawa ke Animasi Modern

12 Sep 2026

Mengulik Asal-usul Nama Pekalongan, dari Joko Bau hingga Naskah Sunda Kuno

14 Sep 2026

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

15 Sep 2026

25.000 Tahun Lalu, Manusia Purba Sulawesi Redakan Sakit Gigi dengan Pinang

16 Sep 2026

Film Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027

17 Sep 2026

Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Tanjung Priok

18 Sep 2026

Gatot, Jajanan Gunungkidul yang Konon Berasal dari Gaplek “Gagal Total”

19 Sep 2026

Jejak Yerusalem dalam Nama Kudus hingga Dijuluki Yerusalem van Java

21 Sep 2026

Prabowo Ungkap Rencana Bikin Bensin dari Batu Bara, Ini Tantangannya

22 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: