BerandaTradisinesia
Selasa, 2 Jul 2018 12:18

Tradisi Unik Mengarak Pengantin Baru di Grobogan

Sepasang pengantin menunggang kuda. (maisyahmiftah.blogspot.com)

Menikah dengan pangeran berkuda. Wah, kisah romansa bak negeri dongeng itu memang dijamin bikin "baper" ya? Eits, di dunia nyata juga ada lo prosesi mengarak pasangan pengantin baru dengan menunggang kuda.

Inibaru.id – Apa yang ada di benak kamu tentang rangkaian acara pernikahan? Akad nikah, prosesi adat, dan resepsi? Hm, rasanya rangkaian pernikahan itu sudah biasa kita temui di mana-mana ya.

Tapi ada yang berbeda nih saat warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan menikah. Mereka punya tradisi unik di luar prosesi akad nikah dan resepsi. Setelah resmi menikah, sepasang pengantin di Desa Banjarejo akan diarak keliling kampung dengan menunggang kuda. Wah, semacam cerita-cerita negeri dongeng ya? Ha-ha! 

Sepasang pengantin berada di barisan paling depan. Di belakangnya ada rombongan grup barongan yang mengiringi. Barisan arak-arakan ditutup dengan rombongan keluarga kedua mempelai.

Tradisi pasca pernikahan di Desa Banjarejo itu memang sudah ada sejak dulu. Nggak jarang arak-arakan itu menyita perhatian warga sekitar. Jadi semakin ramai deh yang ikut menonton.

Arak-arakan itu dilakukan sebagai bentuk pengumuman pada warga sekitar kalau pasangan pengantin sudah resmi menikah. Oya, arak-arakan juga dilakukan sebagai ajang si pengantin baru untuk mengenalkan pasangannya tuh. Terutama bagi jika pasangannya bukan berasal dari kampung itu.

Pengantin bersiap diarak keliling desa. (murianews.com)

Selain itu, melalui tradisi arak-arakan keliling kampung secara nggak langsung kedua mempelai juga pengin meminta doa dari warga sekitar, Millens.

Sayangnya belakangan arak-arakan pengantin sudah jarang terlihat di Desa Banjarejo. Kepala Desa Banjarejo, Ahmad Taufik mengatakan bahwa tradisi arak-arakan sudah jarang terlihat di desanya. Setiap tahunnya kini rata-rata hanya ada lima kali tradisi arak-arakan seperti ditulis koranmuria.com (27/9/16).

Hm, sayang banget ya kalau jarang dilakukan. Semoga masyarakat tergerak untuk melestarikannya ya, Millens! (IB10/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Manisnya Kecap Kentjana Kebanggaan Kebumen

28 Mar 2026

Apa Saja yang Perlu Dipersiakan Traveler Muslim Sebelum Liburan ke Jepang?

28 Mar 2026

Hati-Hati, 56 Persen Konten Mental Health di Medsos Ternyata Ngawur!

28 Mar 2026

Balik Rantau Gratis Pemprov Jateng Panen Jempol

28 Mar 2026

Penyebab Tubuh Cepat Lelah saat Cuaca Panas

29 Mar 2026

Kuliner Malam Legendaris Yogyakarta; Bubur Pawon Mbah Sadiyo

29 Mar 2026

Waspada El Nino 'Godzilla'! Ini 7 Penyakit yang Mengintai saat Kemarau Panjang 2026

29 Mar 2026

Studi Temukan Kandungan Timbal pada Baju Fast Fashion Anak, Warna Cerah Paling Rawan

29 Mar 2026

Lezatnya Opor Enthok di Warung Enthok Bu Siti, Kuliner Legendaris Wonosobo

30 Mar 2026

Cuma 53 Detik di Udara, Begini Cerita Penerbangan Terpendek di Dunia

30 Mar 2026

Pahitnya Rahasia Secangkir Kopi Luwak

30 Mar 2026

Jemaah Umrah Wajib Pulang Sebelum 18 April!

30 Mar 2026

Tanggapan Warga Terkait Kemungkinan Harga BBM Naik pada 1 April 2026

31 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: