Inibaru.id - Kalau sedang main ke Wonosobo atau dalam perjalanan menuju Dataran Tinggi Dieng, ada satu kuliner yang hampir selalu masuk daftar rekomendasi warga lokal: Warung Enthok Bu Siti. Warung sederhana ini bukan sekadar tempat makan biasa, melainkan destinasi kuliner legendaris yang sudah bertahan lebih dari dua dekade.
Berdiri sejak 2004 di Desa Kalikajar, Kecamatan Kalikajar, warung ini dikenal karena konsistensinya menjaga cita rasa tradisional. Meski tren kuliner terus berubah, Warung Enthok Bu Siti tetap setia dengan konsep sederhana berupa menyediakan masakan rumahan yang autentik.
Ambil Sendiri dari Pawon, Sensasi Makan ala Rumah Nenek
Hal pertama yang membuat warung ini berbeda adalah pengalaman makannya. Pengunjung tidak menunggu makanan diantar ke meja, melainkan langsung mengambil hidangan dari dapur tradisional atau yang oleh warga setempat disebut “pawon”.
Dapur dengan dinding anyaman bambu dan tungku kayu bakar menghadirkan suasana nostalgia yang kuat. Banyak pengunjung mengaku suasananya mengingatkan pada masa kecil di rumah nenek di desa.
Proses memasaknya pun masih tradisional. Opor enthok dimasak menggunakan tungku kayu bakar, menghasilkan aroma smokey khas yang sulit ditiru kompor modern. Setiap hari, dapur ini bisa mengolah sekitar 30 hingga 50 ekor enthok, bahkan lebih saat musim liburan.
Menu Sederhana, Rasa Istimewa
Menu andalan di sini sebenarnya cuma satu: opor enthok. Namun justru kesederhanaan inilah yang jadi kekuatannya. Daging enthok dimasak dengan bumbu rempah kaya rasa, gurih, dan meresap hingga ke dalam.
Sajian ini biasanya ditemani daun singkong rebus yang lembut serta sambal hijau pedas khas Bu Siti. Sambal ini dibuat dari puluhan kilogram cabai rawit segar setiap hari, menghasilkan sensasi pedas yang kuat tapi tetap seimbang.
Sistem prasmanan membuat pengunjung bebas memilih bagian enthok favorit, mulai dari paha hingga kepala. Nasi, lalapan, dan sambal pun bisa diambil sepuasnya.
Dengan harga sekitar Rp25.000 hingga Rp35.000 per porsi, pengalaman makan di sini terasa sangat worth it, baik dari segi rasa maupun suasana.
Banyak Dipuji Pengunjung
Popularitas Warung Enthok Bu Siti juga terlihat dari ulasan para pengunjung. Salah satunya datang dari Devid Faisal yang menulis di Google Map; “Salah satu kuliner legendaris di area Kalikajar, Wonosobo. Rasanya otentik banget. Suasana warungnya sederhana tapi rasa masakannya bintang lima.”
Pengunjung lain, Andi Fransiska, juga menggambarkan pengalaman serupa, “Masakan fresh masih hangat barusan dimasak. Untuk rasa jangan ditanya, autentik, enak dan yang paling penting mengenyangkan.”
Wajib Disinggahi Saat ke Wonosobo
Berlokasi di jalur utama Wonosobo menuju Purworejo, warung ini mudah ditemukan oleh wisatawan maupun pengendara yang melintas. Durasi bukanya juga cukup panjang, yakni setiap hari mulai pukul 07.00 hingga sekitar 19.00 WIB, atau sampai semua makanan habis.
Meski tampil sederhana, Warung Enthok Bu Siti membuktikan bahwa cita rasa tradisional dan suasana hangat justru menjadi daya tarik utama. Jadi, kalau ke Wonosobo tanpa mampir ke sini, rasanya memang ada yang kurang. (Arie Widodo/E07)
