BerandaTradisinesia
Senin, 21 Feb 2021 14:10

Tembang Macapat Maskumambang, Kisah Tentang Dimulainya Kehidupan

Maskumambang menceritakan manusia di alam barzah hingga ditiupan ke dalam rahim. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Sebelas tembang Macapat menggambarkan perjalanan manusia. Tembang pertama adalah 'Maskumambang'. Memiliki arti emas yang terapung, Maskumambang menceritakan manusia ketika masih dalam keadaan roh hingga ditiupkan ke dalam rahim ibunda.

Inibaru.id – “Maskumambang” merupakan pembuka tembang Macapat yang berjumlah sebelas. Tembang Jawa ini menjadi tanda dimulainya kehidupan manusia di dunia yang tadinya hanya berupa ruh.

Tembang Macapat memberi gambaran tentang janin dalam kandungan sang ibu. Maskumambang memiliki arti emas yang terapung atau sering juga disebut sebagai maskentir (emas yang terhanyut). Masa kehamilan merupakan proses seluruh organ jiwa dan raga dibentuk hingga ia siap lahir ke dunia.

Proses ini berlangsung selama 280 hari atau 10 bulan atau 40 minggu yang dihitung dari hari pertama haid terakhir. Sebagian besar pemuka agama meyakini bahwa roh ditiukan pada janin ketika berusia 120 hari (dihitung sejak pembuahan terjadi).

Tembang “Maskumambang” juga ditafsirkan sebagai gambaran arwah di alam barzah yang masih penuh teka-teki. Dalam tembang ini banyak dijumpai perasaan nelangsa, sedih, ketidakberdayaan, dan juga harap-harap cemas dalam menyikapi kehidupan.

Contoh Tembang Maskumambang dan Artinya

Pada (bait) ke-58 sampai 66, Pupuh ke-5 Maskumambang, Serat Wulangreh karya SISK Susuhunan Paku Buwana IV.

Nadyan silih bapa biyung kaki nini (Walaupun ayah ibu kakek nenek,)

sadulur myang sanak (saudara dan kerabat)

kalamun muruk tan becik (kalau mengajarkan hal yang tidak baik)

nora pantes yen den nuta. (tidak pantas untuk diikuti)

Jika penulis interpretasikan bait di atas, penyair hendak memberi nasihat agar anak dalam kandungan nggak mengikuti perbuatan buruk yang dilakukan keluarga. Karena hal itu nggak pantas.

Apan kaya mangkono karepaneki (Memang seperti itulah yang seharusnya)

sanadyan wong liya (walaupun orang lain,)

kalamun watake becik (tetapi kalau memiliki watak yang baik,)

miwah tindake prayoga. (dengan kelakuan yang benar.)

Bait berikutnya berisi agar janin dapat belajar kebaikan dari orang lain sekali pun setelah dia lahir nanti. Jika orang lain itu memang berkelakuan baik, orang itu pantas dicontoh.

Maskumambang berisi nasihat agar kelak si anak dapat belajar kebaikan. (Vemale)

ku pantes yen sira tiruwa ta kaki. (Itu pantas kalau engkau ikuti, Nak.)

Miwah bapa biyung, (Begitu juga ayah ibu,)

amuruk watek kang becik, (jika mengajarkan watak yang baik,)

iku kaki estokena. (itu yang harus kau patuhi.)

Artinya, nggak masalah jika harus meniru perbuatan baik orang lain karena itu pantas. Pun demikian, anak harus patuh terhadap orang tua karena mengajarkan watak yang baik.

Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi, (Juga orang yang tidak mentaati nasihat orang tua)

pan nemu duraka, (dia akan durhaka)

ing dunya praptaning akhir, (sejak hidup di dunia sampai di alam akhir)

tan wurung kasurang-surang. (pada akhirnya menderita)

Bait ini berisi ancaman anak yang nggak mematuhi orang tuanya tergolong durhaka dan akan selalu menderita baik di dunia maupun akhirat.

Maratani mring anak putu ing wuri, (Hingga ke anak cucu kelak)

den padha prayitna, (hendaknya berhati-hati)

aja sira kumawani, (jangan sampai engkau berani)

mring biyang tanapi bapa. (kepada ayah atau ibu)

Manusia diminta berhati-hati jangan sampai berani pada orang tuanya. Meski ia telah berumur bahkan sudah memiliki anak dan cucu, ia tetap harus hormat kepada orang tuanya.

Ana uga etung-etungane kaki, (Ada juga hitung-hitungannya)

lelima sinembah, (lima yang disembah),

dununge sawiji-wiji, (Tempat/caranya berbeda-beda)

sembah lelima punika. (sembah lima tersebut)

Ada 5 sosok yang harus disembah (dihormati) seseorang ketika hidup. Masing-masing dengan cara yang berbeda.

Kang dhingin rama ibu kaping kalih, (Pertama kepada ayah dan ibu/orang tua, yang kedua)

marang maratuwa, (kepada mertua)

lanang wadon kaping katri, (laki-laki maupun perempuan, yang ketiga)

ya marang sadulur tuwa. (ya kepada saudara yang lebih tua)

Pertama, seseorang harus menghormati orang tua yaitu ayah dan ibu, yang kedua mertua, suami atau istri, yang ketiga saudara yang lebih tua.

Orang tua yang telah mencari nafkah harus dihormati. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Kaping pate marang guru sayekti, (Keempat kepada guru,)

sembah kaping lima (sedangkan sembah kelima)

marang Gustinira yekti, (kepada Tuhan).

parincine kawruhana. (Ketahuilah penjelasannya)

Golongan keempat yang wajib dihormati adalah guru dan yang kelima Tuhan.

ramila rama ibu den bekteni, (Oleh karena itu kau harus berbakti kepada ayah dan ibu,)

kinarya jalaran, (yang menjadikan sebab)

anane badan puniki, (adanya tubuh ini)

kinawruhan padhang hawa. (hadir di terangnya dunia)

Oleh karena itu, seseorang harus senantiasa berbakti kepada ayah dan ibu. Dari ayah ibulah manusia lahir ke dunia.

Ciri Tembang Macapat Maskumambang

Setiap tembang Macapat memiliki ciri, Millens. Untuk tembang Maskumambang, ciri-cirinya memiliki Guru Gatra 4 baris pada setiap bait, jumlah Guru Wilangan 12, 6, 8, 8 (artinya baris pertama terdiri atas 12 suku kata, baris kedua berisi 6 suku kata, dan seterusnya).

Maskumambang juga memiliki Guru Lagu i, a, i, a. Artinya, baris pertama berakhir dengan vokal i, baris kedua berakhir vokal a, dan seterusnya.

Menarik ya. BTW, kamu dulu pernah diminta nembang Maskumambang nggak nih? (Tum/IB21/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: