BerandaTradisinesia
Kamis, 25 Mar 2026 19:01

Tari Serimpi Sangupati; Diplomasi Cantik Keraton Jawa yang Siapkan Peluru buat Penjajah

Tari Serimpi Sangupati. (Youtube/Yunasa Nugroho)

Tari Serimpi bukan sekadar gerak gemulai tanpa makna. Khusus untuk Serimpi Sangupati, tarian ini lahir dari situasi politik yang panas antara Keraton Surakarta dan kolonial Belanda. Di balik balutan kostum pengantin yang megah, tersimpan simbol perlawanan dan keberanian para raja Jawa dalam mempertahankan tanah air.

Inibaru.id - Menyaksikan pementasan tari Serimpi memang sering bikin kita merasa sedang berada di dimensi lain. Alunan musik gamelan yang mendayu-dayu berpadu dengan gerakan penari yang sangat halus, nggak heran kalau banyak yang bilang menontonnya serasa lagi bermimpi.

Tapi, di balik keanggunan gerak para penarinya, ada satu jenis Serimpi yang punya cerita "berani" melawan penjajah. Namanya Tari Serimpi Sangupati.

Secara filosofis, nama "Serimpi" berasal dari kata impi atau mimpi. Tarian ini melambangkan empat unsur kehidupan manusia: api (grama), udara (angin), air (toya), dan tanah (bumi) yang diwakili oleh empat orang penari.

Khusus untuk jenis Sangupati, sejarahnya cukup unik. Awalnya tarian ini bernama Sangapati yang berarti "sang pengganti raja". Namun, pada masa pemerintahan Pakubuwono IX, namanya diubah menjadi Sangupati. Perubahan ini nggak lepas dari arogansi Belanda yang kala itu memaksa keraton menyerahkan tanah pesisir Jawa.

Jamuan Maut: Pistol dan Gelas Minum

Tari ini diciptakan Pakubuwono VI. (Wikipedia)

Dalam sebuah perundingan dengan Belanda, pihak Keraton Surakarta menyuguhkan tari Serimpi Sangupati sebagai jamuan. Tapi jangan salah, ini bukan sekadar hiburan biasa.

Para penari dilengkapi dengan properti unik yaitu pistol dan gelek inum (gelas minum untuk menjamu tamu). Yang bikin merinding, konon pada zaman dulu pistol yang dibawa para penari diisi dengan peluru asli, lo! Ini adalah bentuk pertahanan diri sekaligus peringatan kalau pihak Belanda macam-macam atau melakukan serangan mendadak saat perundingan.

Kalau biasanya penari Serimpi identik dengan keris yang terselip di pinggang, pada Serimpi Sangupati, keris tersebut diganti dengan pistol.

Dari segi busana, para penari mengenakan pakaian pengantin putri gaya keraton lengkap dengan gelung bokor. Namun seiring perkembangan zaman, kostumnya mulai bervariasi dengan penggunaan baju tanpa lengan warna cerah hingga hiasan bulu burung kasuari di kepala. Tentu saja, pistol yang dibawa sekarang hanya properti pelengkap tanpa peluru beneran ya, Gez!

Pesan Moral: Melawan Nafsu Sendiri

Di luar konteks sejarah kolonialnya, Serimpi Sangupati punya pesan luhur yang sangat dalam. Gerakannya yang tenang dan terkontrol melambangkan perjuangan manusia dalam mengendalikan hawa nafsu.

Tarian ini mengajarkan bahwa setiap tingkah laku kita harus membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi sesama. Benar-benar sebuah mahakarya yang memadukan keindahan, diplomasi, dan spiritualitas dalam satu paket lengkap.

Tari Serimpi Sangupati adalah bukti kalau seni bisa jadi senjata diplomasi yang elegan. Sebagai generasi muda, tugas kita adalah menjaga agar tarian penuh sejarah ini nggak punah ditelan zaman.

Wah, jadi makin bangga ya sama kekayaan budaya kita? Kalau kamu punya kesempatan belajar tari tradisional, tarian apa nih yang pengin banget kamu kuasai? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Temuan Prasasti di Klaten Bukan yang Pertama, Diduga Terhubung dengan Dua Prasasti Era Kolonial

18 Jun 2026

AMSI Dorong Kolaborasi Media untuk Menghadirkan Informasi Iklim yang Lebih Kredibel

19 Jun 2026

Kenapa Harga Pertamax Belum Turun Meski Ada Penurunan Harga Minyak Dunia? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

20 Jun 2026

Mengapa Kebo Bule Selalu Hadir dalam Kirab Malam 1 Suro? Begini Sejarah dan Maknanya

21 Jun 2026

Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita Kecil

22 Jun 2026

Kenali Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 Asli, Jangan Sampai Tertipu Oknum Mengatasnamakan BPS

23 Jun 2026

B50 Siap Beredar Juli 2026, Pemerintah Optimistis Tak Perlu Lagi Impor Solar

24 Jun 2026

Mendag Tegaskan NIB untuk Penjual Online Bukan untuk Pungutan Pajak

25 Jun 2026

5 Alasan Penting Mengapa Anda Harus Mengunjungi Dunia Fantasi Ancol Tahun Ini

25 Jun 2026

Dasun di Lasem, Galangan Kapal yang Pernah Menopang Armada Majapahit hingga Demak

26 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: