Inibaru.id - Zaman dulu, Kerajaan Mataram Islam punya satu "duri dalam daging" bernama Ki Ageng Mangir. Wilayah Mangir ini bandel banget, Gez. Mereka emoh tunduk ke Mataram dan punya kesaktian luar biasa berkat tombak pusaka Kiai Baru Klinting.
Panembahan Senapati, raja Mataram saat itu, sudah pusing tujuh keliling. Pasukan berkali-kali dikirim, tapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya, sang penasihat cerdik, Ki Juru Mertani, mengeluarkan ide "liar". Ia bakal menaklukkan Mangir bukan dengan pedang, tapi dengan pesona seorang perempuan cantik.
Penyamaran Sang Putri
Sosok yang dipilih nggak main-main, yaitu Putri Pembayun, putri kesayangan raja sendiri. Awalnya sang raja murka, tapi demi keutuhan Mataram, rencana pun jalan. Putri Pembayun menyamar jadi penari ledek (tayub) keliling dan masuk ke wilayah Mangir.
Strateginya berhasil total! Begitu melihat Pembayun menari, Ki Ageng Mangir langsung klepek-klepek. Singkat cerita, sang penguasa Mangir jatuh cinta dan menikahi penari misterius itu tanpa tahu kalau istrinya adalah "mata-mata" musuh bebuyutannya.
Plot makin tebal saat Pembayun benar-benar jatuh cinta pada suaminya. Apalagi setelah mereka dikaruniai anak. Namun, beban rahasia itu makin berat. Akhirnya, dengan berurai air mata, Pembayun mengaku: "Mas, aku ini sebenarnya anak musuhmu, Panembahan Senapati."
Bayangkan hancurnya hati Ki Ageng Mangir. Tapi karena rasa cintanya yang sudah terlalu dalam, dia memilih memaafkan istrinya. Bahkan, dia setuju saat Pembayun mengajaknya "sungkem" ke Mataram untuk berdamai dengan sang mertua.
Akhir Tragis di Ujung Sembah
Sesampainya di Keraton Mataram, Ki Ageng Mangir diminta melepas pusaka Kiai Baru Klinting sebagai syarat protokol. Tanpa rasa curiga karena merasa sudah jadi menantu, dia menurut.
Tragisnya, saat Ki Ageng Mangir bersujud menyembah kaki Panembahan Senapati sebagai tanda hormat, sang raja justru membenturkan kepala menantunya ke singgasana batu hingga tewas seketika. Mangir pun takluk tanpa peperangan, tapi dengan harga yang sangat mahal yaitu hancurnya hati sang putri dan hilangnya nyawa seorang ksatria yang setia pada cinta.
Duh, nyesek banget ya akhir cinta Putri Pembayun dan Ki Ageng Mangir ini, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)
