BerandaTradisinesia
Senin, 3 Jan 2021 17:54

Sultan Agung adalah Perokok Berat, Sejak Kapan Rokok Mulai Dikenal Masyarakat Jawa?

Sejak kapan rokok dikenal masyarakat Jawa? (Twitter.com/kretekisme)

Konon, penguasa Mataram, Sultan Agung, adalah seorang perokok berat. Sejumlah karya sastra di Jawa zaman dulu juga menyertakan rokok di dalamnya. Sejatinya, kapan rokok mulai dikenal masyarakat Jawa?

Inibaru.id - Rokok agaknya telah menjadi bagian dari tradisi di Jawa, bahkan Indonesia. Banyak orang bertanya-tanya, sejak kapan negeri ini mengenal rokok. Meski dianggap berbahaya bagi kesehatan, rokok memang nggak bisa dipisahkan dari keseharian masyarakat kita.

Konon, rokok sudah ada jauh sebelum negeri ini berdiri. Ada sejumlah peninggalan sejarah tertulis yang mencantumkan nama rokok. Contohnya, Serat Centhini yang dibuat pada 1814 menyebut rokok sebagai “ses” atau “eses” yang sudah banyak dikonsumsi masyarakat Jawa. Dalam serat tersebut, disebutkan bahwa tembakau dihidangkan pada para tamu demi membuat obrolan jadi lebih cair dengan tuan rumah.

Sementara itu, Serat Subasita (1914) menyebut mengolah tembakau dan mengisapnya sebagai salah satu perilaku khas orang Jawa. Menariknya, dalam karya tersebut, dicantumkan beberapa aturan nggak tertulis tentang merokok, seperti nggak boleh melakukannya di dekat anak-anak atau ibu hamil, serta nggak sembarangan merokok saat bertamu di rumah orang lain, kecuali jika tuan rumah juga merokok.

Rokok klobot, rokok khas Indonesia yang dikenal sejak zaman kerajaan. (Twitter.com/BKHTRDR)

Naskah Babad ing Sengkala yang ditulis lebih lama, tepatnya 1602, juga sudah mencantumkan rokok dengan sebutan yang akrab bagi orang Jawa masa kini, “udud”. Dalam naskah ini, disebutkan bahwa tembakau mulai dikenal masyarakat saat kematian Panembahan Senopati pada 1601.

Menariknya, tembakau pada zaman tersebut dibungkus dengan kulit jagung yang dikeringkan alias klobot. Saat dibakar dengan api, muncul bunyi “kretek-kretek”. Sejak saat itulah istilah kretek dikenal masyarakat Nusantara.

Catatan Dr H de Haen, seorang Belanda yang tinggal di Jawa pada 1622 hingga 1623 menyebut Sultan Agung sebagai perokok berat. Para bangsawan di sekitarnya juga melakukan hal yang sama. Sementara itu, catatan J.W Winter pada 1824 menyebut lebih dari seperempat pendapatan orang Jawa habis hanya demi memenuhi kebutuhan konsumsi tembakau.

Lalu, gimana dengan istilah rokok? Istilah ini rupanya berasal dari Bahasa Belanda, yakni ro’ken, yang berarti pipa.

Wah, ternyata sejarah rokok di Jawa sudah sangat lama, ya Millens. Buat kamu yang merokok, tahu sejarah ini nggak, nih? (Ber/IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: