BerandaTradisinesia
Rabu, 10 Sep 2019 15:37

Gasing Sudah Jadi Mainan Tradisional Anak Nusantara Sebelum Indonesia Merdeka

Masyarakat Indonesia mengenal gasing sebelum zaman kemerdekaan. (Wikitionary)

Gasing telah dikenal sebagai salah satu mainan tradisional. Nggak hanya di Jawa Tengah, daerah-daerah lain pun memiliki mainan ini dengan bahan baku yang berbeda. Sebenarnya, sejak kapan sih gasing masuk Nusantara?

Inibaru.id – Sebagai salah satu mainan tradisional, gasing memiliki sejarah yang cukup panjang. Nggak hanya ada di Indonesia, mainan ini juga ada di pelbagai negara. Para arkeolog memperkirakan mainan ini sudah ada sejak 3.500 SM. Bagaimana dengan gasing di Indonesia?

Perlu kamu tahu, gasing tertua diperkirakan berasal dari Irak, tepatnya di Kota Muqayyur. Kota yang lokasinya sekitar 300 kilometer dari Kota Baghdad ini menjadi tempat ditemukannya gasing yang terbuat dari tanah liat. Ini berbeda dengan Indonesia yang kebanyakan gasingnya berbahan baku bambu.

https://www.gadizalombok.com/wp-content/uploads/2019/07/20190710_164552.jpg

Nggak hanya dari kayu, gasing dibuat pula dari alumunium. (Gadiza Lombok)

Nggak ada sumber pasti yang menyebutkan kapan dan gimana gasing menjadi bagian dari sejarah permainan tradisional di Tanah Air. Di Sulawesi, masyarakat mengenal mainan ini sebelum masa kemerdekaan. Setali tiga uang, masyarakat Jawa Barat dan Kepulauan Riau pun meyakini, gasing sudah ada sejak Indonesia masih jadi Nusantara.

Satu Makna, Beda Nama

Di pelbagai daerah di Indonesia, gasing memiliki penyebutan yang berbeda-beda. Di Jateng dan DIY, permainan menggunakan gasing disebut gangsingan.

Agak mirip, masyarakat di daerah Kalimantan Timur menamakannya begasing, sedangkan orang Bali menyebutnya megangsing, cukup mirip dengan warga NTT yang mengatakan magasing.

Masyarakat Kalimantan Timur tengah begasing alias bermain gasing. (Satu-indonesia)

Sementara, jauh dari nama gasing, masyarakat di Jawa Timur lebih familiar dengan nama kekehan. Istilah ini menyebar hingga daerah perbatasan Jateng sebelah timur, di antaranya Blora.

Adapun masyarakat Sunda dan Betawi menyebut gasing sebagai panggal. Nama tersebut jauh berbeda saat menyeberang ke Lampung, karena masyarakat setempat menyebutnya pukang.

Yap, meski berbeda penyebutan, bentuk dan cara memainkan gasing di Indonesia terbilang mirip. Kalau di tempatmu, apa istilah untuk mainan ini, Millens? (IB06/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: