BerandaTradisinesia
Senin, 4 Okt 2020 08:01

Satu Pulau, Mengapa Bahasa Sunda Sangat Berbeda dengan Bahasa Jawa?

Ilustrasi: Upacara adat Seren Taun, tradisi panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan setiap tahun. (Baujamban.blogspot)

Meski berada di satu pulau, bahasa Jawa cukup berbeda dengan bahasa Sunda. Apa sih penyebab perbedaan ini?

Inibaru.id – Indonesia yang terdiri atas kepulauan dikenal sebagai negara yang kaya bahasa daerah. Bahkan, nggak harus berlainan pulau, dua daerah yang yang jaraknya mungkin nggak begitu jauh pun bahasanya bisa jadi berbeda. Sebagai contoh, Bahasa Sunda dan Jawa.

Kalau kamu cermati, sebagian besar masyarakat di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah, menggunakan bahasa Jawa. Meski logat atau dialeknya berbeda, secara umum, orang Jateng dan Jatim bisa saling memahami. Namun, akan berbeda kalau berada di Jawa Barat.

Kendati berada di pulau yang sama, sebagian besar orang Jabar memakai Bahasa Sunda, yang cukup jauh berbeda dengan Bahasa Jawa. Padahal, nggak ada batas wilayah atau geografi antara Jabar dengan Jateng. Lantas, apa penyebab perbedaan bahasa yang kontras ini?

Beda Leluhur

Penanda jalan di Bandung, Jawa Barat, dengan aksara Sunda. (Twitter/pacarmu_110)

Alasan pertama, orang yang tinggal di Jabar kebanyakan berbeda dari orang yang tinggal di Jateng atau Jatim. Kendati bentuk muka dan tubuhnya nggak jauh berbeda, orang Jabar didominasi Suku Sunda. Leluhurnya tinggal di wilayah yang disebut sebagai Tatar Pasundan.

Penjelajah dari Portugal Tome Pires menulis catatan berjudul Suma Oriental pada abad ke-16. Dia menyebut Suku Sunda sebagai masyarakat dengan jiwa melaut tinggi dan lebih berani.

Mereka sebenarnya sudah mengenal dan melakukan perdagangan dengan orang Jawa. Hanya, mereka nggak akrab, meski nggak bisa dibilang bermusuhan dengan Suku Jawa.

Persaingan ketat dalam hal perdagangan ini membuat asimilasi bahasa sama sekali nggak terjadi antara Jawa dengan Sunda. Perbedaan bahasa pun akhirnya bertahan hingga ke keturunan-keturunannya di zaman modern.

Aksara Sunda juga berbeda dari Aksara Jawa. (Twitter/dandiherdiana99)

Meski begitu, di beberapa wilayah di Jateng, ada juga kok masyarakat yang menggunakan bahasa Sunda. Bahkan, sejumlah nama tempat di Jateng menggunakan bahasa dengan penutur terbanyak ke-2 di Indonesia ini. Sebagai contoh, Dieng di Jateng konon berasal dari bahasa Sunda kuno “Dhiyang".

Sebaliknya, saat Mataram Islam menjadi penguasa di Pulau Jawa, bahasa Jawa juga secara nggak langsung mulai memengaruhi bahasa Sunda. Sebagaimana bahasa Jawa, bahasa Sunda pun mulai mengenal tingkatan kesopanan.

Kini, di beberapa wilayah perbatasan seperti Brebes dan Cirebon, masyarakatnya bahkan banyak yang bisa menggunakan bahasa Jawa ataupun Sunda. Unik sekali melihat dua bahasa itu berkelindan, lengkap dengan budaya, tradisi, dan, err, pernikahan? Ha-ha. (Phi/IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: