BerandaTradisinesia
Sabtu, 13 Okt 2023 19:28

Penjaga Situs: Keraton Gunung Kawi Bukan Tempat Mencari Pesugihan

Keraton Gunung Kawi. (KPI Alqolam)

Bagi masyarakat Malang dan Jawa Timur, Keraton Gunung Kawi sering dianggap sebagai tempat mencari pesugihan. Padahal, pihak penjaga situs tersebut menyebut tempat itu bukanlah lokasi untuk mencari hal-hal seperti itu.

Inibaru.id – Bagi warga Jawa Timur, nama Keraton Gunung Kawi sering dikaitkan dengan tempat untuk mencari pesugihan. Padahal, yang benar tempat ini hanyalah jujugan untuk berziarah dan kaya akan nilai sejarah.

Hal ini diungkap oleh sang penjaga dan juga pemandu dari situs yang ada di Dusun Gendoga, Desa Balesari, Ngajum, Kabupaten Malang tersebut, Jono. Dia mengaku nggak nyaman dengan anggapan bahwa tempat yang dia urus adalah tempat mencari pesugihan.

“Ini adalah tempat untuk berziarah, bertawasul kepada leluhur, bukannya mencari pesugihan. Nggak benar itu,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari Detik, Jumat (13/10/2023).

Memangnya, seperti apa sih Keraton Gunung Kawi sampai-sampai dianggap sebagai tempat mencari pesugihan? Sebenarnya sih ya, meski memiliki embel-embel keraton pada namanya, kamu nggak akan menemui bangunan megah di sana. Situs yang ada di ketinggian 2.860 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut sebenarnya hanyalah kompleks makam kuno yang dilengkapi tempat ibadah.

Begitu kamu memasuki area Keraton Gunung Kawi, bakal langsung disuguhi tiga makam yang diyakini milik pengawal Eyang Tunggul Manik dan istrinya, Eyang Tunggul Wati. Ketiga pengawal tersebut adalah Eyang Hamid, Eyang Broto, serta Eyang Joyo.

Keraton Gunung Kawi punya nilai sejarah tinggi. (Liputankota)

Setelah melewati ketiga makam tersebut, kamu bakal menemui pohon Dewandaru yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai pembawa keberuntungan. Ada pula bangunan utama Keraton Gunung Kawi dan sejumlah tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, hingga kelenteng.

Makam utama dari kompleks Keraton Gunung Kawi yang merupakan tempat peristirahatan Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati bisa kamu temui di sisi utara. Di dekat kedua makam itu, ada tempat di mana banyak orang bertapa atau bersemedi.

“Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati aslinya dari Kerajaan Kediri. Keduanya menetap di sini untuk bersemedi sampai meninggal. Alasan mereka pindah adalah untuk menjauh dari ramainya kehidupan. Tapi, di sini mereka malah jadi jujugan masyarakat yang pengin meminta wejangan untuk berbagai permasalahan kehidupan,” cerita Jono.

Nah, kebiasaan masyarakat datang ke tempat tersebut untuk mencari wejangan atau petunjuk terus bertahan meski Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati sudah meninggal dan dikuburkan di kompleks tersebut. Sayangnya, belakangan ini ada sejumlah oknum yang menyalahgunakannya sebagai tempat mencari pesugihan.

“Tujuannya harusnya untuk berziarah, bukan untuk mencari pesugihan. Biasanya ada orang yang berdoa untuk meminta kelancaran atau kesuksesan di sini,” pungkas Jono.

Wajar jika Jono nggak berkenan kalau tempat yang kabarnya dibangun pda 1115 itu dijadikan tempat mencari pesugihan. Realitanya, Keraton Gunung Kawi memang bangunan bersejarah yang seharusnya dilestarikan dan dipergunakan dengan semestinya. Setuju, Millens? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: