BerandaTradisinesia
Minggu, 20 Apr 2019 18:50

Menyoal Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional, Mungkinkah?

Lestari Moerdijat, Ketua Yayasan Dharma Bakti Lestari, saat memberikan sambutan dalam FGD "Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional" di Hotel Santika, Slipi, Jakarta. (Medcom/Rhobi Shani)

<i>Rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige dame</i> adalah julukan yang disematkan penulis cum sejarawan Portugis Diego de Cauto. Artinya: "Ratu Jepara, perempuan kaya dan berkuasa, seorang perempuan yang gagah berani." Dialah Ratu Kalinyamat, sosok yang tengah dikaji untuk diajukan sebagai Pahlawan Nasional.

Inibaru.id - Poros maritim, saat ini istilah itu begitu familiar di telinga kita. Menteri KKP Susi Pudjiastuti menjadi salah seorang yang gigih menyerukan betapa pentingnya poros tersebut bagi Indonesia yang terdiri atas kepulauan. Jauh sebelum Susi menyuarakannya, sesosok perempuan dari Jepara juga pernah menyuarakannya.

Ya, perempuan itu adalah Retno Kencono, atau warga Jepara lebih mengenalnya sebagai Ratu Kalinyamat. Belakangan, namanya banyak disebut orang lantaran cucu perempuan dari pendiri Kesultanan Demak, Raden Patah, itu tengah diperjuangkan untuk dijadikan sebagai Pahlawan Nasional.

"Kami memang mencoba menghidupkan kembali gagasan untuk menjadikan Ratu Kalinyamat Pahlawan Nasional," ungkap Lestari Moerdijat, Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari, dikutip dari Medcom, Senin (15/4/2019).

Yayasan Dharma Bakti Lestari belakangan memang rajin menggelar kajian terkait keberadaan Ratu Kalinyamat di Jepara, salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) "Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional" yang digelar di Hotel Santika, Jakarta Barat, belum lama ini.

"Banyak ide-ide besar dan luar biasa yang sudah dimiliki oleh Ratu Kalinyamat sebagai perempuan saat itu yang sudah melampaui jauh zamannya, antara lain adalah gagasan poros maritim yang saat ini diyakini harus dimiliki Indonesia," ungkap Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, dalam FGD tersebut.

Lestari Moerdijat (tengah, berbaju putih) saat berziarah ke Makam Ratu Kalinyamat di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah. (Mediaindonesia/Haryanto)

Muara dari FGD, lanjut Rerie, adalah memunculkan naskah akademik terbaru untuk menguatkan usulan kepada pemerintah untuk menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.

"Kami lakukan serangkaian komunikasi dan diskusi informal agar gagasan menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional bisa terealisasi," ujar Rerie.

Perlu kamu tahu, Ratu Kalinyamat adalah anak dari Sultan Trenggana, Sultan Demak setelah Raden Patah. Kegigihannya menolak kehadiran bangsa Portugis ke Nusantara membuatnya dikenal sebagai ratu Jepara yang pemberani.

Ratu Kalinyamat memang dikenal piawai memimpin wilayah kekuasaannya. Kendati berada di bawah kekuasaan Kesultanan Demak, istri dari Pangeran Thoyib itu menjadikan Jepara sebagai kerajaan yang disegani. Mereka memiliki armada laut dan perekonomian yang kuat.

Saat Demak tengah sibuk pada armada daratnya, Ratu Kalinyamat telah menggagas poros maritim lantaran menyadari ancaman terbesar Jepara yang berada di pesisir utara Jawa bukanlah dari darat, tapi laut. Nah, poros maritim inilah yang kini menjadi alasan kuat kenapa Ratu Kalinyamat harus menjadi Pahlawan Nasional.

Usulan menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional bukanlah kali pertama ini digulirkan. Sekurangnya sudah ada dua kali usulan yang diajukan, tapi selalu menemu kebuntuan.

Semoga usulan terbaru ini membuahkan hasil, yakni Ratu Kalinyamat menjadi Pahlawan Nasional! (IB20/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Seperti Apa ya Suasana Idulfitri di Suriname?

21 Mar 2026

Uniknya Makam Mbah Kuwu di Kebumen yang Full Kayu!

21 Mar 2026

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta: Wujud Syukur dan Sedekah Raja untuk Rakyat

21 Mar 2026

Sering Ketindihan? Itu Tanda Tubuh yang Sedang 'Lag'!

21 Mar 2026

Seni, Tradisi, dan Ekspresi Keislaman di Festival Takjil Piji Wetan

22 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Kebun Teh Sikatok di Wonosobo

22 Mar 2026

Ternyata, Kangkung Nggak Pernah Ada di Menu bagi Pasien Rumah Sakit

22 Mar 2026

Michael Spence, Teori Sinyal, dan Proses Rekrutmen di Perusahaan Modern

22 Mar 2026

Libur Lebaran, Jutaan Wisatawan Diprediksi Serbu Destinasi Wisata di Jateng

22 Mar 2026

Tester Makeup di Toko Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Virus

22 Mar 2026

7 Masjid Unik dan Bersejarah di Semarang; Dari 'Kapal Nabi Nuh' Sampai Menara Khas Melayu

22 Mar 2026

Mengapa di Label Informasi Gizi Makanan Ada Tulisan yang Dicetak Tebal?

23 Mar 2026

Segarnya Pemandangan Alam Air Terjun Kembang Soka di Kulon Progo, DIY

23 Mar 2026

Induced Demand dan Paradoks Pembangunan Jalan di Wilayah Urban

23 Mar 2026

Halalbihalal: Tradisi Pemersatu Bangsa yang Lahir dari Diplomasi Politik dan Seruan Pedagang Martabak

23 Mar 2026

Panci Presto Disulap Jadi Alat Sterilisasi Pangan, Solusi Murah buat UMKM Naik Kelas

23 Mar 2026

Menu Kuliner Nusantara saat Halalbihalal di Semarang, Ini Rekomendasinya!

24 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Alam Lembah Manah di Sluke, Kabupaten Rembang

24 Mar 2026

Hangat dan Sederhana; Berlebaran dengan Harira di Maroko

24 Mar 2026

Dehidrasi Bisa Bikin Mood Berantakan dan Otak Lemot

24 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: