BerandaKulinary
Rabu, 24 Mar 2026 13:01

Hangat dan Sederhana; Berlebaran dengan Harira di Maroko

(Nutriscan)

Harira dikenal sebagai sup khas Maroko yang kaya tomat, lentil, dan rempah. Hidangan ini menjadi bagian penting tradisi Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Inibaru.id - Tidak semua hidangan Lebaran berbentuk manisan atau kue. Di sebagian dunia muslim, perayaan hari raya justru diawali dengan sesuatu yang sederhana, hangat, dan gurih seperti semangkuk sup.

Di rumah-rumah keluarga di Maroko, hidangan itu bernama Harira, hidangan berupa sup kental berbahan tomat, kacang-kacangan, dan rempah yang telah menjadi bagian penting dari tradisi kuliner setempat.

Di dapur-dapur rumah di Maroko, aroma rempah seringkali menjadi bagian dari gegap gempita perayaan Idulfitri. Dari panci besar yang mengepul, semangkuk Harira disendok perlahan, lalu disajikan untuk seluruh anggota keluarga.

Harira bukan sekadar makanan, tapi juga simbol kehangatan rumah; hidangan yang mengingatkan mereka pada kebersamaan keluarga setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.

Kaya Rasa dan Mengenyangkan

Harira dikenal sebagai sup yang kaya rasa dan bergizi. Bahan utamanya biasanya terdiri atas tomat, lentil (kacang merah kecil), kacang chickpea, seledri, bawang, serta potongan daging, yang biasanya berasal dari sapi atau domba.

Semua bahan itu dimasak bersama dalam kaldu yang diberi bumbu khas seperti kunyit, jahe, lada hitam, dan kayu manis. Di akhir proses, campuran tepung dan air atau telur sering ditambahkan untuk memberikan tekstur yang lebih kental.

Hasilnya adalah sup yang hangat, sedikit asam dari tomat, tapi juga gurih dan penuh aroma rempah. Setiap sendoknya terasa mengenyangkan sekaligus menenangkan.

Meski rata-rata mirip, tiap keluarga di Maroko selalu punya resep keluarga sendiri. (The Spruce Eats)

Di Maroko, harira sangat identik dengan bulan Ramadan. Sup ini hampir selalu hadir di meja saat berbuka puasa karena dianggap mampu mengembalikan energi tubuh setelah seharian menahan lapar dan haus.

Biasanya, harira disajikan bersama kurma dan roti tradisional. Kombinasi ini sudah menjadi tradisi turun-temurun yang sulit dipisahkan dari pengalaman Ramadan di Maroko.

Ketika Idulfitri tiba, hidangan ini masih tetap hadir di banyak rumah. Meski meja Lebaran juga dipenuhi aneka kue manis, semangkuk harira tetap menjadi sajian yang menghangatkan suasana setelah salat Id atau saat keluarga berkumpul kembali di rumah.

Tradisi yang Berakar dari Keluarga

Setiap keluarga di Maroko biasanya memiliki resep harira yang sedikit berbeda. Ada yang lebih kental, ada pula yang lebih ringan. Sebagian keluarga menambahkan mi tipis atau nasi untuk membuatnya lebih mengenyangkan.

Proses memasaknya seringkali memakan waktu cukup lama. Namun, justru di situlah nilai tradisinya terasa. Memotong bahan, menumis bumbu, dan mengaduk sup perlahan menjadi bagian dari rutinitas dapur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Harira pun menjadi lebih dari sekadar sup, karena ia adalah warisan keluarga.

Dalam budaya Maroko, makanan sering kali menjadi cara untuk menyambut tamu dan mempererat hubungan. Semangkuk harira yang disajikan hangat di meja makan membawa pesan sederhana: rumah ini terbuka untuk siapa saja yang datang.

Itulah mengapa, meskipun dunia terus berubah, harira tetap bertahan sebagai salah satu hidangan paling ikonik dalam perayaan Ramadan dan Idulfitri di Maroko.

Karena pada akhirnya, kehangatan sebuah perayaan seringkali dimulai dari sesuatu yang sederhana, seperti sup yang dimasak perlahan di dapur rumah lalu disajikan dalam mangkuk untuk menyatukan orang-orang yang menikmatinya. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

First Look Film Animasi Timun Mas Dirilis, Bawa Dongeng Jawa ke Animasi Modern

12 Sep 2026

Mengulik Asal-usul Nama Pekalongan, dari Joko Bau hingga Naskah Sunda Kuno

14 Sep 2026

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

15 Sep 2026

25.000 Tahun Lalu, Manusia Purba Sulawesi Redakan Sakit Gigi dengan Pinang

16 Sep 2026

Film Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027

17 Sep 2026

Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Tanjung Priok

18 Sep 2026

Gatot, Jajanan Gunungkidul yang Konon Berasal dari Gaplek “Gagal Total”

19 Sep 2026

Jejak Yerusalem dalam Nama Kudus hingga Dijuluki Yerusalem van Java

21 Sep 2026

Prabowo Ungkap Rencana Bikin Bensin dari Batu Bara, Ini Tantangannya

22 Sep 2026

BDx Bangun Pusat Data AI 640 MW di Jatiluhur

23 Sep 2026

Dari Kuliner Perantauan hingga Jadi Identitas Daerah, Ini Fakta Menarik Mi Ayam Wonogiri

24 Sep 2026

SKCK Bakal Bisa Dicetak Sendiri, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi

25 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: