BerandaTradisinesia
Rabu, 1 Okt 2019 20:30

Tembang Macapat yang Melintas Zaman dan Tetap Menawan

Anak-anak menyanyikan tembang macapat diiringi gamelan. (Wikimedia)

Dulu, ada satu wilayah bernama Macapat yang dihuni para brahmana yang menggunakan tembang sebagai media berdakwah. Kini, daerah itu dikenal sebagai Yogyakarta, sedangkan tembang-tembang sarat ajaran itu dikenal sebagai macapat.

Inibaru.id – Macapat merupakan kesenian yang masih diajarkan pada masyarakat umum. Untuk melestarikannya, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat membuka sekolah macapat gratis. Di sana, kamu bakal diajari cara nembang hingga maknanya. Hayoo, siapa yang pengin ikutan?

Sebelum ikutan belajar, nggak ada salahnya kalau kamu mempelajari sejarah kesenian ini. Menilik asal-usulnya, macapat telah ada sejak masa Kesultanan Mataram Kuno.

Menurut Manu Jayaatmaja Widya Saputra, pakar Sastra Jawa Kuno dari Universitas Gajah Mada, kesenian ini bermula dari sebuah daerah yang bernama Macapat. Daerah itu memiliki tembang-tembang yang khas sehingga kemudian diperkenalkan pada para bangsawan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Macapat. (Beritagar/Suryo Wibowo)

Sebelum tembang-tembang dari Macapat masuk, Keraton sebenarnya sudah memiliki jenis tembang yang disebut Kakawin. Seiring dengan berkurangnya pengaruh budaya India dalam Keraton, pengaruh tembang-tembang Macapat justru menguat di sana. Macapat memiliki dua jenis tembang yang pada masa itu disebut kidung tantri Kediri dan tantri demung.

Menelusuri Macapat lebih jauh, daerah ini sebenarnya merupakan Yogyakarta di masa kini. Dulu, wilayah itu dihuni banyak brahmana yang menggunakan tembang sebagai media berdakwah.

Hingga Islam masuk ke Jawa, kesenian macapat tetap dipertahankan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Keraton Kasunan Surakarta. Kini, kesenian ini diajarkan secara gratis oleh para abdi dalem di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Gamelan menjadi pengiring macapat. (Kampoengilmu)

Wah, macapat ternyata memiliki sejarah yang menarik ya. Kamu yang pengin kesenian ini tetap hidup, nggak ada salahnya untuk ikut melestarikannya dengan belajar.

O ya, jika sudah merasa mendapatkan cukup ilmu, jangan ragu untuk bergabung dengan para seniman ya. Kamu bangga kan dengan budaya sendiri? Jadi, yuk, pamerkan macapat pada dunia! (IB06/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: