BerandaTradisinesia
Jumat, 15 Mei 2025 14:01

Lestarikan Kesenian Tradisional dengan 'Challenge Viral' di Tiktok

Tari Gambyong termasuk kesenian tradisional yang cukup populer dibahas di media sosial berbasis video pendek seperti Tiktok. (Wikipedia)

Di era digital, melestarikan kesenian tradisional bisa dilakukan via media sosial, misalnya dengan memanfaatkan tagar 'challenge viral' di Tiktok.

Inibaru.id - Istiana masih ingat betul bagaimana komentar teman-teman dekatnya saat dirinya memutuskan untuk masuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Jawa (KJ) di kampusnya sekitar sedekade lalu. Sebagai orang Sunda, wajar jika keputusan itu ditanggapi teman-temannya dengan komentar kebingungan.

"Saya paham maksud mereka. Sebagai orang yang sama sekali nggak tahu budaya Jawa, masuk (UKM) KJ adalah hal aneh. Namun, sebagai orang bakal tinggal lama di Jawa (Jawa Tengah), wajar jika saya pengin mempelajari budaya yang ada di tempat tersebut," tutur perempuan yang kini tinggal di Sukabumi, Jawa Barat tersebut.

Bagi Isti, sapaan akrabnya, kesenian adalah "bahasa" yang universal. Jadi, nggak perlu malu atau takut dianggap kampungan saat memperlajari kesenian lokal. Menurutnya, menguasai tari tradisional atau alat musik daerah justru akan menjadi nilai plus di kalangan masyarakat.

"Anak muda seharusnya bangga mempertontonkan kesenian lokal yang dikuasainya. Saya sering berpikir, 'challenge viral' di TikTok mungkin akan menarik jika bisa dimanfaatkan orang-orang yang berkesenian untuk menaikkan popularitas kesenian tradisional di kalangan gen-z," tuturnya.

Popularitas Kesenian Tradisional di Medsos

Apa yang dikatakan Isti tentu bukanlah sekadar pepesan kosong belaka. Sebagai salah satu platform medsos terpopuler di Indonesia, keberadaan TikTok di kalangan anak muda memang nggak bisa dikesampingkan.

Menurut laporan Digital 2024: Indonesia yang dirilis Data Reportal, Indonesia memiliki 125 juta pengguna TikTok per Januari 2024, dengan 62 persen pengguna berusia 18–30 tahun. Bisa dibayangkan betapa efektifnya melakukan "kampanye" kesenian tradisional di platform ini, kan?

Keinginan anak muda untuk mengenal kesenian daerah sejatinya bukannya nihil, kok. Berdasarkan data dari TikTok Creative Center, hingga Mei 2024 tagar #TariTradisional telah digunakan dalam 2,3 juta video di platform buatan Tiongkok tersebut.

Sementara itu, tagar #Gambyong yang merujuk pada tari jawa klasik dari Surakarta itu mencapai 540.000 video, sedangkan seni pertunjukan Jawa #Jathilan mendekati 320.000 video. Ini menjukkan bahwa kesenian tradisional cukup populer di medsos tersebut.

Konten Kreator Kesenian Tradisional

Berdasarkan sumber yang sama, sejumlah kreator di TikTok juga tampak konsisten memproduksi konten berkaitan dengan kesenian tradisional, khususnya yang berhubungan dengan tari tradisional di Jawa.

Akun @javanese.dance, misalnya. Dengan jutaan followers yang dimilikinya, secara berkala menampilkan turorial singkat berkaitan dengan sejumlah tarian tradisional seperti Gambyong dan Srimpi. Secara keseluruhan, video-videonya telah mendapatkan belasan juta likes.

Jathilan yang acap dianggap sebagai tarian tradisional paling tua di Indonesia menjadi salah satu kesenian tradisional yang cukup populer di Tiktok. (Budaya Indonesia)

Selain itu, ada pula akun @wayang.contemporer dengan ratusan ribu followers-nya yang acap mengkolaborasikan wayang kulit dengan musik modern. Dalam tiap postingannya, dia rata-rata mendapatkan lebih dari 500 ribu views.

Lebih dari itu, tagar #TariJawaChallenge telah digunakan oleh 180.000 video hingga Juni 2024, dengan engagement rate 8,5 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata tagar budaya lain di dunia. Hm, menarik bukan?

Tantangan yang Dihadapi

Seiring dengan popularitas kesenian tradisional di medsos, tantangan baru rupanya muncul. Sebuah studi yang dikeluarkan ISI Surakarta pada 2023 menyebutkan, 65 persen video tari tradisional di TikTok hanya menampilkan gerakan dasar.

Riset yang diterbitkan dalam Jurnal Seni dan Budaya Vol 12 No 2 itu mengungkapkan bahwa video-video nggak memberikan penjelasan makna filosofis dari gerakan-gerakan yang dipraktikkan tersebut. Hal ini tentu saja sangat disayangkan, karena filosofi dan tari tradisional adalah sebuah kesatuan.

Tantangan selanjutnya adalah isu hak cipta. Hal ini sempat dikeluhkan oleh sejumlah komunitas seniman. Dikutip dari laman PPI Indonesia, beberapa komunitas kesenian menyebutkan bahwa ada sejumlah video yang menggunakan musik karawitan tanpa izin.

Adakah Dampak Positifnya?

Muncul tantangan, tapi ada pula dampak positifnya. Dikutip dari laman Kemendikbud pada 2024, Dinas Kebudayaan DIY mencatat kenaikan 25 persen peserta kursus tari Gambyong di Sanggar Tari Krido Bekso Wiromo (Yogyakarta) sejak 2023.

Selain itu, UMKM pengrajin kostum tari di Solo juga melaporkan adanya kenaikan omzet 30–40 persen sejak 2022 karena permintaan dari kreator konten. Ini tentu menjadi angin segar bagi pelestarian kesenian tradisional di Tanah Air.

Merespons situasi ini, Kemdikbud juga sempat meluncurkan program "Budaya Digital" pada 2023 serta pelatihan pembuatan konten budaya untuk seniman tradisional secara berkala hingga saat ini. TikTok Indonesia juga sempat berkolaborasi dengan Yayasan Lestarikan Wayang untuk kampanye #WayangChallenge dengan filter AR wayang pada 2024 lalu.

Nggak bisa dimungkiri, platform medsos seperti TikTok berperan cukup besar dalam memopulerkan kesenian tradisional di kalangan generasi muda. Sejalan dengan tantangan seperti filosofi dan hak cipta, menjadi tugas kita untuk menjaganya agar tetap lestari hingga generasi-generasi mendatang. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Seperti Apa ya Suasana Idulfitri di Suriname?

21 Mar 2026

Uniknya Makam Mbah Kuwu di Kebumen yang Full Kayu!

21 Mar 2026

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta: Wujud Syukur dan Sedekah Raja untuk Rakyat

21 Mar 2026

Sering Ketindihan? Itu Tanda Tubuh yang Sedang 'Lag'!

21 Mar 2026

Seni, Tradisi, dan Ekspresi Keislaman di Festival Takjil Piji Wetan

22 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Kebun Teh Sikatok di Wonosobo

22 Mar 2026

Ternyata, Kangkung Nggak Pernah Ada di Menu bagi Pasien Rumah Sakit

22 Mar 2026

Michael Spence, Teori Sinyal, dan Proses Rekrutmen di Perusahaan Modern

22 Mar 2026

Libur Lebaran, Jutaan Wisatawan Diprediksi Serbu Destinasi Wisata di Jateng

22 Mar 2026

Tester Makeup di Toko Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Virus

22 Mar 2026

7 Masjid Unik dan Bersejarah di Semarang; Dari 'Kapal Nabi Nuh' Sampai Menara Khas Melayu

22 Mar 2026

Mengapa di Label Informasi Gizi Makanan Ada Tulisan yang Dicetak Tebal?

23 Mar 2026

Segarnya Pemandangan Alam Air Terjun Kembang Soka di Kulon Progo, DIY

23 Mar 2026

Induced Demand dan Paradoks Pembangunan Jalan di Wilayah Urban

23 Mar 2026

Halalbihalal: Tradisi Pemersatu Bangsa yang Lahir dari Diplomasi Politik dan Seruan Pedagang Martabak

23 Mar 2026

Panci Presto Disulap Jadi Alat Sterilisasi Pangan, Solusi Murah buat UMKM Naik Kelas

23 Mar 2026

Menu Kuliner Nusantara saat Halalbihalal di Semarang, Ini Rekomendasinya!

24 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Alam Lembah Manah di Sluke, Kabupaten Rembang

24 Mar 2026

Hangat dan Sederhana; Berlebaran dengan Harira di Maroko

24 Mar 2026

Dehidrasi Bisa Bikin Mood Berantakan dan Otak Lemot

24 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: