BerandaTradisinesia
Kamis, 3 Jun 2020 19:10

Lakoni Profesi Mendiang Ibu, Sri dan Indah Dedikasikan Hidup untuk Kematian

Sri Sumiyati (kanan) dan Indah Murti Astuti (kiri) setelah selesai merias jenazah. (Inibaru.id/ Audrian F)

Lebih dari 30 tahun duo perias jenazah Semarang ini melakoni profesi yang semula dijalani mendiang ibunya. Selama itu, mereka berusaha sebaik mungkin dedikasikan hidup untuk kematian, dari yang meninggal normal, korban kecelakaan, hingga yang bunuh diri. <br>

Inibaru.id - Sri Sumiyati, demikian nama perias jenazah ini. Bersama sang adik, Indah Murti Astuti, keduanya menjadi andalan sejumlah rumah duka di Kota Semarang. Lantaran kematian nggak bisa diprediksi, bisa dibilang mereka harus sedia waktu 24 jam dalam sehari.

Saat kami bertemu, Indah memang seolah nggak bisa lepas dari ponselnya. Gawai itu diletakkan nggak jauh darinya. Dia juga beberapa kali mengecek, adakah yang mengontaknya?

Sebagai perias jenazah nggak terikat, kedua bersaudara itu memang nggak punya jam kerja yang pasti. Beberapa kali meminta waktu untuk ikut menyaksikan mereka merias juga bukan perkara gampang. Sekalinya bisa, proses menyempurnakan jenazah sudah usai dan harus segera dibawa ke ruang duka.

Beruntung, pada Maret lalu saya sudah sempat mampir ke rumah mereka di Kampung Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah. Mereka bercerita lumayan banyak.

Sri Sumiyati saat memperlihatkan peralatan meriasnya. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Saat ini, sudah lebih dari 30 tahun keduanya menjadi perias jenazah. Sang ibu, Kalimah, yang menurunkan keahlian merias jenazah kepada mereka yang kala itu masih remaja. Sri yang berusia lebih tua, terjun lebih dulu.

“Sudah sejak 1990-an," kenang Sri. "Pokoknya saya mulai ikut merias waktu sudah punya anak, kok."

Sri menuturkan, setelah ibunya meninggal, barulah dia melanjutkan profesi "menyempurnakan kematian" itu bersama adiknya, Indah. Dia yang kurang piawai menggunakan gawai menyerahkan urusan panggilan rias via telepon kepada sang adik.

Lebih dari Sekadar Merias

Kendati disebut perias, sejatinya Sri dan Indah nggak hanya bertugas memoles wajah. Mereka juga memandikan hingga memakaikan baju pada jenazah sebelum dibawa ke rumah duka.

Sejumlah rumah duka yang biasa memakai jasanya di antaranya Tiong Hwa Ie Wan, Panti Wilasa, Yayasan Santa Maria, Tabitha, Arimatea, Bambang Purnomo, dan Budi Cipto.

Lalu, untuk kondisi jenazah tertentu, mereka juga kadang memberi formalin. Perlu kamu tahu, mayat yang memiliki riwayat penyakit tertentu atau sudah meninggal dalam beberapa hari, memang perlu diberi formalin. Namun, pemberian formalin ini tergantung restu dari keluarga juga.

Rumah duka Tiong Hwa Ie Wan sering memakai jasa Sri dan Indah. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Dalam bekerja, Sri dan Indah memang nggak bisa memilih jenazah mana yang mau dirias. Indah mengatakan, dirinya pernah pernah menangani mayat apapun, mulai yang meninggal "normal", korban kecelakaan, hingga yang meninggal bunuh diri.

"Masing-masing jenazah punya cara penanganan yang berbeda," kata dia.

Jenazah yang meninggal secara normal, lanjutnya, ditangani dengan cara biasa. Sebelum merias, kulit mayat tersebut diberi pelembap agar bedaknya nggak luntur. Kalau ada luka pada tubuh, mereka bakal membersihkannya terlebih dulu.

"Saya pernah mendapat jenazah korban kecelakaan yang kepalanya hancur. Saya ikat saja dengan plastik bening agar darah nggak ke mana-mana," ujar Indah, datar saja. Sementara, saya yang mendengar cerita ini diam-diam bergidik ngeri.

Oya, dalam menjalani profesi ini, Sri dan Indah sepakat nggak melupakan keselamatan diri. Mereka nggak lupa mengenakan alat pelindung diri (APD), khususnya kalau jenazah yang ditangani punya riwayat penyakit tertentu.

Pernah Mengalami Kejadian Mistis?

Pemberian bedak ke jenazah. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Jauh sebelum berkesempatan ngobrol dengan Sri dan Indah, sebetulnya saya punya satu pertanyaan yang mungkin juga jamak dipikirkan orang: Pernahkah perias jenazah mengalami kejadain mistis?

Mendapat pertanyaan itu, Indah cuma tertawa. "Banyak banget yang menanyakan itu," serunya, lalu menggeleng. "Nggak, nggak pernah!"

Selama berpuluh-puluh tahun menyempurnakan jenazah, Indah memang mengaku nggak pernah berhadapan dengan kejadian semacam itu. Dia yang mengaku pernah merias dalam keadaan hamil juga nggak mengalami kendala apapun.

“Ya, mungkin jenazah tahu kami akan memperindah tubuhnya sebelum kembali ke rumah Tuhan. Jadi, mereka paham dan nggak ganggu,” terang Indah.

Bagi mereka, merawat jenazah untuk kali terakhir sebelum dikebumikan adalah sebuah dedikasi. Kepercayaan ini sungguh dijaga betul. Mereka bahkan mengaku nggak pernah mengambil harta benda milik jenazah, sekali pun cuma uang receh.

“Mungkin jenazah dan keluarga nggak tahu, tapi Tuhan kan tahu,” tandas Indah.

Hm, banyak hal menarik dari obrolan kami! Saya salut dengan Sri dan Indah. Kendati semula hanya melakoni profesi dari mendiang ibunya, bisa dikatakan, kini mereka benar-benar mendedikasikan hidup untuk kematian. (Audrian F/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: